Mengapa Aktivis Muslim Noval Bak’mumin Kembali Turun Gunung ?

Sep 26, 2026

Oleh DHL
KETUA KORLABI

Adapaun dasar atau pegangan aktivis Noval Wakil Ketua Umum KORLABI melaporkan newport bukan untuk cari nama, namun dalam konsep amar makruf nahi munkar sesuai petunjuk Al Quran dan hadist:

  1. Ayat Al-Qur’an tentang Larangan Menjadikan Agama sebagai Olokan dan Alat Komersial QS. Al-An’am Ayat 70: “Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai mainan dan sendau gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia…

Relevansi: Menggunakan firman Allah (ayat Al-Qur’an) untuk mempromosikan atau meningkatkan penjualan produk yang dilarang agama dinilai sebagai bentuk merendahkan kedudukan wahyu suci menjadi sekadar alat sendau gurau komersial.

  1. Al Hadist: Hadist tentang Larangan Terlibat dalam hubungannya dalam konteks Ekosistem Miras. Terdapat pada Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah:”Rasulullah SAW melaknat sepuluh golongan yang terkait dengan khamr: yang memerasnya, yang minta diperaskan, yang meminumnya, yang membawanya, yang minta dibawakan, yang menuangkannya, yang menjualnya, yang memakan hasil penjualannya, yang membelinya, dan yang meminta dibelikan.

“Relevansi: Upaya promosi atau pemasaran (marketing) masuk ke dalam kategori mendukung penjualan dan distribusi khamr.

Sehingga pelaporan secara hukum merupakan bagian dari ikhtiar menghentikan rantai penyebaran kemungkaran tersebut di ruang publik.

Keterlibatan Novel Bamukmin: Wakil Ketua DPP KORLABI (Koordinator Bela Islam), Novel Bamukmin, mengecam keras aksi tersebut karena dinilai menodai serta merendahkan kesucian ayat suci Al-Qur’an. Melalui KORLABI dan Anggota Advokat Persaudaraan Islam, pihak KORLABI secara resmi melaporkan kasus dugaan penistaan agama ini ke Polda Metro Jaya serta mendesak agar merek Newport segera ditutup secara permanen.

Kondisi Video di YouTube bisa publik saksikan melalui beberapa Video yang membahas laporan Novel Bamukmin maupun potongan klip kejadian tersebut banyak diunggah ulang oleh akun-akun berita dan konten kreator di YouTube serta platform lain seperti Instagram dan Facebook.

Informasinya juga didapati sebagai bukti untuk publik tentang kekeliruan Pengusaha Newport bahwa Pihak Penyelenggara acara dan perwakilan promotor saat itu juga telah merilis permintaan maaf secara terbuka atas kelalaian yang mereka lakukan tersebut.