H.Muhamad Yusuf Masroh.SH. Elfira Collection Bawa Wastra Lampung Selatan ke INACRAFT October 2026, Padukan Tradisi, Teknologi dan Inovasi

Okt 8, 2026

Pikiran merdeka.JAKARTA – Kekayaan wastra dan kerajinan tradisional Indonesia kembali mendapat ruang untuk tampil dalam ajang pameran kerajinan berskala nasional. Salah satunya melalui keikutsertaan H. Muhamad Yusuf Masroh, S.H., Owner PT Busana Etnik Indonesia – Elfira Collection, dalam INACRAFT October Vol. 5 2026 yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta.

Keikutsertaan Elfira Collection dalam pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mengembangkan produk wastra tradisional, khususnya karya yang memiliki keterkaitan dengan kekayaan budaya Lampung Selatan.

INACRAFT October Vol. 5 2026 mengusung tema “Youthpreneurs: Hadirkan Techno Craft, Merangkai Tradisi, Teknologi, dan Inovasi.” Tema tersebut sejalan dengan perkembangan industri kerajinan Indonesia yang tidak hanya dituntut mempertahankan nilai-nilai tradisional, tetapi juga mampu mengikuti perubahan selera konsumen dan perkembangan pasar.

Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perkembangan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang. Produk tradisional harus tetap mempertahankan karakter budaya yang menjadi identitasnya, namun pada saat yang sama perlu dikembangkan dari sisi desain, kualitas, kemasan, hingga strategi pemasaran agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Dalam konteks tersebut, Elfira Collection berupaya menempatkan produk wastra tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya yang dapat terus berkembang mengikuti zaman.

Keikutsertaan dalam INACRAFT October 2026 menjadi momentum bagi Elfira Collection untuk memperkenalkan berbagai potensi kerajinan dan wastra Lampung Selatan kepada masyarakat yang lebih luas. Produk tradisional tidak hanya dipandang sebagai bagian dari peninggalan budaya, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah.

H. Muhamad Yusuf Masroh, S.H., melalui Elfira Collection, membawa semangat untuk mengembangkan produk berbasis budaya dengan tetap mempertahankan unsur tradisional yang menjadi ciri khasnya.

Perpaduan antara tradisi, keterampilan para perajin, serta inovasi desain menjadi salah satu pendekatan yang penting agar produk wastra daerah dapat terus bertahan di tengah perubahan zaman.

Wastra tradisional pada dasarnya memiliki nilai yang tidak hanya terletak pada bentuk dan motif, tetapi juga pada proses pembuatannya, keterampilan perajin, serta cerita budaya yang terkandung di dalamnya. Karena itu, pengembangan produk wastra membutuhkan keseimbangan antara pelestarian nilai budaya dan inovasi agar dapat diterima oleh pasar modern.

Bagi Elfira Collection, keikutsertaan dalam INACRAFT bukan sekadar kesempatan untuk memamerkan produk. Ajang tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya Lampung Selatan sekaligus membuka peluang kerja sama dan pasar yang lebih luas.

Kehadiran produk wastra Lampung Selatan dalam pameran seperti INACRAFT diharapkan dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap potensi kerajinan daerah. Selama ini, berbagai daerah di Indonesia memiliki kekayaan wastra dengan karakter masing-masing. Namun, kekayaan tersebut membutuhkan promosi dan inovasi secara berkelanjutan agar semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui inovasi, produk tradisional dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen tanpa harus kehilangan identitas budaya yang melekat di dalamnya.

Upaya tersebut juga menjadi penting bagi keberlangsungan para perajin di daerah. Ketika produk wastra memiliki pasar yang semakin luas, maka peluang ekonomi bagi perajin dan pelaku UMKM juga ikut terbuka.

Dalam pengembangan industri kreatif, keberadaan perajin memiliki posisi yang sangat penting. Mereka bukan hanya menghasilkan sebuah produk, tetapi juga menjadi pihak yang menjaga keterampilan dan pengetahuan tradisional agar tidak hilang.

Karena itu, pengembangan wastra perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan perajin, pelaku UMKM, pelaku usaha, desainer, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan ekonomi kreatif.

Tema “Youthpreneurs: Hadirkan Techno Craft, Merangkai Tradisi, Teknologi, dan Inovasi” juga memberikan gambaran bahwa dunia kerajinan saat ini semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi. Teknologi dapat digunakan untuk mendukung desain, produksi, promosi, pemasaran, hingga memperluas jangkauan konsumen.

Bagi pelaku UMKM, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya saing produk. Produk tradisional yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan tertentu dapat dipromosikan melalui berbagai saluran digital sehingga berpotensi menjangkau konsumen dari berbagai daerah.

Dalam kondisi tersebut, inovasi tidak berarti meninggalkan tradisi. Sebaliknya, inovasi dapat menjadi sarana untuk membuat tradisi tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

Hal inilah yang menjadi salah satu semangat Elfira Collection dalam mengikuti INACRAFT October 2026. Wastra Lampung Selatan diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

H. Muhamad Yusuf Masroh, S.H., berharap keberadaan wastra Lampung dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas. Selain menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya, pengembangan wastra juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya para perajin dan pelaku UMKM di daerah.

Menurutnya, keberadaan industri kerajinan tidak dapat dilepaskan dari upaya pemberdayaan masyarakat. Semakin berkembang pasar sebuah produk, semakin besar pula peluang bagi pelaku usaha dan perajin untuk meningkatkan kegiatan produksi dan mengembangkan usahanya.

Karena itu, pameran seperti INACRAFT memiliki arti penting bagi UMKM. Selain menjadi tempat memperkenalkan produk, pameran juga dapat menjadi sarana bertemu dengan konsumen, pelaku usaha lain, calon mitra, hingga berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan industri kreatif.

Keikutsertaan Elfira Collection sekaligus memperlihatkan bahwa produk daerah memiliki kesempatan untuk bersaing apabila dikembangkan dengan memperhatikan kualitas dan kebutuhan pasar.

Di tengah perkembangan industri fashion dan kerajinan yang semakin dinamis, wastra tradisional memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari produk kreatif modern. Motif, teknik pengerjaan, dan nilai budaya yang terkandung dalam wastra dapat menjadi keunggulan tersendiri apabila dikemas melalui desain yang inovatif.

Pengembangan tersebut pada akhirnya tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Wastra Lampung Selatan yang diperkenalkan melalui Elfira Collection menjadi salah satu contoh bagaimana kekayaan budaya daerah dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif. Tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi dapat tetap dipertahankan, sekaligus diberikan ruang untuk berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat modern.

Dengan demikian, pelestarian wastra tradisional tidak semata-mata menjadi upaya menjaga peninggalan budaya. Lebih dari itu, wastra dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, peningkatan kesejahteraan perajin, serta pengembangan industri kerajinan Indonesia.

Melalui momentum INACRAFT October Vol. 5 2026, Elfira Collection berharap wastra Lampung Selatan semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Perpaduan antara tradisi, keterampilan perajin, teknologi, dan inovasi diharapkan mampu menjadikan produk wastra daerah semakin kompetitif dan memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

Ke depan, pengembangan wastra daerah membutuhkan konsistensi, kreativitas, dan dukungan berbagai pihak. Dengan kolaborasi antara pelaku UMKM, perajin, pemerintah, desainer, serta masyarakat, kekayaan wastra Indonesia diharapkan tidak hanya mampu bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Keikutsertaan PT Busana Etnik Indonesia – Elfira Collection dalam INACRAFT October 2026 menjadi salah satu langkah untuk membawa nama wastra Lampung Selatan ke ruang yang lebih luas. Dari tangan para perajin dan sentuhan inovasi, tradisi diharapkan dapat terus hidup, berkembang, dan memiliki nilai ekonomi bagi generasi mendatang.