Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Indonesia–Malaysia Hospitality Center (INAMA) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama strategis dengan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (DPP HIPMIKINDO) di Hotel The Premier Menteng, Jakarta, pada Minggu (11/10/2026).
Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem bisnis, investasi, pengembangan UMKM, serta membuka peluang kerja sama ekonomi lintas negara, khususnya Indonesia dan Malaysia.
Penandatanganan tersebut dihadiri Presiden & CEO Global INAMA, pengusaha nasional Donny Pur, bersama jajaran pengurus INAMA Indonesia, termasuk Direktur MICE, UMKM & Industri Kreatif, Puthut Pujianto.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPP HIPMIKINDO Syahnan Phalipi beserta jajaran pengurus, serta Ketua DPC PERADI Jakarta Pusat, Dr. Andar Manik.
Kerja sama kedua lembaga ini mencakup pertukaran pengetahuan (knowledge exchange), pengembangan kompetensi pelaku usaha, penyelenggaraan pelatihan dan forum bisnis bersama, business matching, fasilitasi peluang investasi, hingga perluasan akses pasar Indonesia–Malaysia.
Donny Pur menyampaikan, bahwa INAMA ingin menjadi jembatan strategis bagi pengusaha Indonesia, khususnya UMKM, agar mampu naik kelas, membangun kemitraan internasional, dan menembus pasar ASEAN.
“Kami ingin menghadirkan peluang bisnis yang nyata menembus pasar ASEAN, bukan sekadar kerja sama di atas kertas,” ungkap Donny Pur, pengusaha nasional perhotelan alumni Unsoed Purwokerto.
Lebih lanjut kata Donny, bahwa INAMA adalah Jembatan Kolaborasi Bisnis dan Hospitality Indonesia–Malaysia
INAMA Hospitality Center merupakan wadah kolaborasi internasional yang menghubungkan kalangan akademisi, praktisi, profesional, investor, dan pelaku industri hospitality Indonesia dan Malaysia.
“Organisasi ini mengusung semangat “People, Knowledge, A Better Hospitality Future,” sebagai landasan pengembangan sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, dan penguatan ekosistem bisnis yang berkelanjutan,” urainya.
Lanjut Donny lagi, selain sektor perhotelan dan pariwisata, INAMA juga diarahkan menjadi pusat jejaring strategis bagi industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), ekonomi kreatif, UMKM, investasi, serta pengembangan bisnis lintas negara.
“Melalui jaringan profesional dan akademisi di kedua negara, INAMA berupaya mendorong transfer pengetahuan, program beasiswa, peningkatan kompetensi, kolaborasi riset terapan, serta mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis dan investor potensial,” pungkas Donny.
Ditambahkan oleh Syahnan “kami akan bergerak cepat berkolaborasi dengan mitra dan anggota kami serta relasi agar dapat bekerjasama secara taktis dengan para stakeholder INAMA yang kita kenal diisi banyak sekali ilmuwan maupun pelaku bisnis hospitality,” katanya penuh keyakinan.
Donny Pur selain dikenal dengan kiprahnya sebagai presiden direktur PHI group, ia juga merupakan Professor of Practice in Business Restructuring & Asset Management dari Universiti Geomatika Malaysia, serta memiliki jejaring profesional dan relasi bisnis yang kuat di Malaysia maupun kawasan ASEAN.
Menurut Donny, pengalaman sebagai praktisi bisnis sekaligus akademisi menjadi modal penting dalam membangun INAMA sebagai organisasi yang mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Kami ingin mempertemukan tiga kekuatan utama, yakni akademisi, pelaku usaha, dan investor. Ketiganya harus berjalan bersama agar tercipta peluang bisnis baru, peningkatan kualitas SDM, dan pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan,” jelasnya.
Melalui kerja sama dengan HIPMIKINDO, INAMA diharapkan dapat memperluas akses pelaku UMKM Indonesia terhadap jaringan pengusaha, industri hospitality, dan investor Malaysia.
Sinergi tersebut juga membuka peluang pengembangan produk UMKM untuk memasuki rantai pasok industri perhotelan, restoran, pariwisata, serta sektor ekonomi kreatif di kedua negara.
Ke depan, kedua organisasi merencanakan sejumlah agenda bersama, mulai dari forum investasi, seminar internasional, pelatihan kewirausahaan, pertukaran delegasi bisnis, promosi produk unggulan UMKM, hingga penjajakan kemitraan strategis dengan berbagai institusi di Malaysia dan kawasan ASEAN.
“Potensi UMKM Indonesia sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana membuka akses jaringan, meningkatkan standar kualitas, dan mempertemukan mereka dengan pasar yang tepat. Di sinilah INAMA ingin mengambil peran,” tambah Puthut Pudjianto selaku direktur INAMA.
Dengan dukungan jejaring akademisi, praktisi, dan pelaku industri di Indonesia maupun Malaysia, INAMA optimistis kolaborasi ini dapat berkembang menjadi platform kerja sama yang memberikan dampak ekonomi nyata.
Penandatanganan MoU ini sekaligus menegaskan komitmen INAMA untuk menjadi penghubung strategis antara dunia pendidikan, industri, dan investasi, serta mendorong terciptanya ekosistem hospitality dan kewirausahaan yang lebih kompetitif di tingkat regional.
Kolaborasi INAMA dan HIPMIKINDO diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai kemitraan bisnis konkret yang mampu membawa pengusaha Indonesia, khususnya UMKM, semakin berdaya saing di pasar internasional.
Kontributor : Amhar Batu AttoZ