BES: Fathan Mubina dan Logika Al-Qur’an tentang Kemenangan

Okt 24, 2026

Pikiranmerdeka – AKARTA, Sabtu 24 Oktober 2026 — Prof. Eggi Sudjana atau yang dikenal sebagai Brother Eggi Sudjana (BES) mengangkat tema Fathan Mubina atau kemenangan yang nyata dalam Mutiara Hikmah Sabtu, 24 Oktober 2026.

Dalam renungannya, BES mengajak umat Islam memahami hubungan antara kemenangan, ketenangan hati (Sakinah) dan keimanan melalui QS. Al-Fath ayat 1 dan ayat 4.

📖 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًا

“Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”

(QS. Al-Fath 48: Ayat 1)

Menurut BES, pertanyaan pentingnya adalah mengapa Allah memberikan kemenangan. Jawabannya, menurut renungan tersebut, terdapat dalam QS. Al-Fath ayat 4:

هُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوْۤا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ ۗ وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا

“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”

(QS. Al-Fath 48: Ayat 4)

🕊️ Ketenangan sebelum kemenangan

BES menekankan bahwa logika Al-Qur’an berbeda dengan logika manusia. Menurutnya, manusia sering berpikir bahwa kemenangan akan menghadirkan ketenangan. Namun, QS. Al-Fath ayat 4 justru menunjukkan bahwa Sakinah atau ketenangan diturunkan kepada hati orang-orang Mukmin sebagai bagian dari proses menuju Fathan Mubina.

Ia merangkumnya dengan kalimat:

“Sakinah dulu, baru Fath. Bukan Fath dulu, baru Sakinah.”

Menurut BES, Fathan Mubina bukan sekadar kemenangan yang datang dengan cepat, tetapi kemenangan yang diberikan Allah sesuai ilmu dan kebijaksanaan-Nya.


🌿 Generasi Emas dan Generasi Taqwa

Dalam konteks Mutiara Hikmah yang telah disampaikan BES sejak Senin hingga Sabtu, ia kembali membandingkan istilah Generasi Emas dan Generasi Taqwa.

BES menyebut Generasi Emas dalam konteks Zhahiran Minal Hayatid Dunya Ghafilun ‘Anil Akhirah, yakni perhatian yang lebih dominan kepada kehidupan dunia sementara dimensi akhirat dapat terabaikan.

Ia menyebut hilirisasi, IKN dan PDB sebagai contoh orientasi pembangunan yang menurutnya perlu disertai ketenangan batin dan ketakwaan.

Sebaliknya, Generasi Taqwa Qarn Akharin, menurut BES, harus mencari Sakinah terlebih dahulu melalui prinsip Tahu Diri, Tahu Batas, serta Fahkum Bil Haqqi, sebelum mengharapkan Fathan Mubina.


🌌 Dua Kunci Kemenangan

BES kemudian menyoroti dua bagian penting pada akhir QS. Al-Fath ayat 4.

Pertama, Wa Lillahi Junudus Samawati Wal Ard.

Artinya, menurut BES, bala tentara langit dan bumi merupakan milik Allah. Ia mengaitkannya dengan berbagai peristiwa dalam sejarah Islam, seperti kehadiran malaikat dalam Perang Badar, angin dalam Perang Ahzab, hujan dan ketenangan yang Allah berikan kepada orang-orang beriman.

Dalam konteks kehidupan sekarang, BES juga menggunakan istilah Junudul Ard untuk menggambarkan berbagai jalan yang dapat digunakan Allah dalam membuka kebenaran, termasuk melalui fakta, dokumen, kesaksian dan proses hukum.

BES mengaitkan pemikiran itu dengan tuduhan mengenai Rp100 miliar dan/atau proyek Rp1 triliun yang menurutnya ditujukan kepadanya tanpa fakta, data dan saksi yang memadai.

Ia juga menyebut Ahmad Khozinudin dan Roy Suryo dalam konteks proses laporan hukum yang menurut BES telah berjalan.

BES menegaskan keyakinannya bahwa kebenaran tidak harus diperjuangkan melalui pengerahan massa, karena Allah memiliki cara-Nya sendiri untuk membuka suatu perkara.

Kedua, Wa Kanallahu Aliman Hakima.

Menurut BES, Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana dalam menentukan kapan Sakinah diberikan, kapan kemenangan datang dan kapan sebuah perkara perlu ditunda.

Karena itu, ia mengingatkan umat agar tidak Isti’jal atau tergesa-gesa, sebagaimana pesan Fala Tasta’jiluh dalam QS. An-Nahl ayat 1.


🕊️ Lima Syarat Menuju Sakinah dan Fathan Mubina

BES kemudian menyampaikan lima syarat yang menurutnya penting bagi umat Muhammad SAW untuk memperoleh Sakinah dan mengharapkan Fathan Mubina.

1️⃣ Menjadi Mukminin

Mengacu pada QS. Al-Fath ayat 4, BES menekankan frasa Fi Qulubil Mukminin atau di dalam hati orang-orang Mukmin.

Menurutnya, langkah pertama umat Muhammad SAW adalah meninggalkan keadaan Ghafilun ‘Anil Akhirah menuju kehidupan yang lebih bertakwa, melalui prinsip Tahu Diri, Tahu Batas, Inna Ila Rabbikar Ruj’a dan Wudi’al Kitab.

Ia juga mengaitkannya dengan pesan untuk bertobat seperti Adam dan tidak mengikuti kesombongan seperti Iblis.

2️⃣ Liyazdadu Imanan Ma’a Imanihim

BES menekankan pentingnya menambah keimanan atas keimanan yang sudah ada.

Ia menghubungkannya dengan rangkaian Mutiara Hikmah sebelumnya, yakni:

🔹 Senin: Qarn Akharin menggantikan Qarn Ihlak dan Wa’dullah La Yukhlif.

🔹 Selasa: Rum Ghulibat Sayaghlibun dalam Bid’i Sinin.

🔹 Rabu: Ata Amrullah dan Fala Tasta’jiluh.

🔹 Kamis: Ruj’a dan Wudi’al Kitab, termasuk catatan sebesar zarrah.

🔹 Jumat: Khalifah Fahkum Bil Haqqi, bukan mengikuti hawa nafsu.

Menurut BES, iman yang terus bertambah menjadi salah satu jalan menuju Sakinah.

3️⃣ Meyakini Wa Lillahi Junudus Samawati Wal Ard

BES mengingatkan umat agar tidak menjadikan kekuatan manusia, uang, kekuasaan, jaringan maupun teknologi sebagai sandaran mutlak.

Ia mengambil contoh Palestina dan Israel. Israel memiliki teknologi pertahanan seperti Iron Dome dan pesawat F-35, tetapi menurut BES, seluruh kekuatan manusia tetap berada di bawah kekuasaan Allah.

Dalam konteks persoalan yang dihadapinya, BES kembali menyebut tuduhan Rp100 miliar dan meyakini bahwa kebenaran dapat dibuka melalui saksi, dokumen, bukti transaksi maupun proses hukum.

Ia juga menyebut Gibran Jokowi serta harapan agar masyarakat memiliki keberanian memperjuangkan keadilan.

4️⃣ Memahami Aliman Hakima

BES meminta umat bersabar dan tidak tergesa-gesa menuntut kemenangan.

Ia mengaitkannya dengan peristiwa Hudaibiyah, yang secara lahiriah pada saat itu tampak sebagai keadaan yang berat bagi umat Islam, tetapi kemudian menjadi bagian dari jalan menuju kemenangan.

BES juga membandingkannya dengan kekalahan Rum sekitar 615 M sebelum kemudian memperoleh kemenangan pada sekitar 624 M, dalam rentang Bid’i Sinin sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an.

Menurutnya, sebuah keadaan yang tampak seperti kekalahan tidak selalu berarti kegagalan, karena Allah memiliki hikmah dalam setiap proses.

5️⃣ Mengikuti Jejak Muhammad SAW

BES menekankan kata Laka dalam Inna Fatahna Laka Fathan Mubina.

Menurutnya, umat Muhammad SAW yang mengharapkan Fathan Mubina harus mengikuti keteladanan Rasulullah SAW.

Di antaranya:

🌿 Tahu Diri dan Tahu Batas.

⚖️ Fahkum Bil Haqqi, memutuskan dengan kebenaran.

📖 Meyakini Wa Ma Khalaqna Batila, bahwa Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia.

🕊️ Bersabar dan tidak Isti’jal dalam menunggu Ata Amrullah.


🕌 Praktik pada Sabtu, 24 Oktober 2026

BES kemudian mengajak umat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, datang kepada Allah melalui shalat dan dzikrullah. Ia mengajak umat melaksanakan Shalat Subuh berjamaah dan memohon agar Allah menurunkan Sakinah ke dalam hati.

Kedua, menerapkan Fahkum Bil Haqqi. Prinsip keadilan, menurut BES, harus diterapkan mulai dari keluarga hingga lingkungan organisasi seperti TPUA/KORLABI, FOSI, PPMI dan HMI MPO.

Ia mengingatkan agar tidak menyebarkan tuduhan tanpa fakta, data dan saksi.

Ketiga, yakin kepada Junudus Samawati Wal Ard. BES mengajak umat berdoa agar Allah memberikan pertolongan dalam menghadapi fitnah, kezaliman dan berbagai bentuk ketidakadilan.

Dalam doa tersebut kembali disebut persoalan tuduhan Rp100 miliar maupun proyek Rp1 triliun yang menurut BES belum disertai fakta, data dan saksi yang memadai.

Keempat, menunggu Fathan Mubina dengan sabar. BES mengaitkannya dengan Hudaibiyah serta sejumlah perjuangan yang disebutnya, antara lain persoalan yang menyangkut dirinya, proses hukum yang disebut melibatkan Ahmad Khozinudin dan Roy Suryo, perjuangan Gibran Jokowi makzul adili, harapan Palestina merdeka, serta upaya membongkar kasus-kasus besar korupsi di NKRI.

Menurut BES, seluruh perjuangan tersebut membutuhkan kesabaran dan proses, bukan sikap tergesa-gesa.


🌟 Penutup: Fathan Mubina dan Sakinah

Dalam bagian penutup, BES kembali menegaskan bahwa mudah bagi Allah memberikan kemenangan dan ketenangan hati karena Junudus Samawati Wal Ard adalah milik-Nya dan Allah Aliman Hakima.

Menurut BES, umat Muhammad SAW sangat mungkin mendapatkan Fathan Mubina dan Sakinah apabila:

  1. 🕊️ Menjadi Mukminin, Tahu Diri, Tahu Batas dan mengingat Ruj’a.
  2. 📖 Terus menambah iman, sebagaimana pesan Liyazdadu Imanan.
  3. 🌌 Meyakini Junudus Samawati Wal Ard milik Allah.
  4. ⏳ Bersabar dengan prinsip Aliman Hakima dan tidak Isti’jal.
  5. ❤️ Mengikuti keteladanan Muhammad SAW, bukan kesombongan, hawa nafsu maupun jalan kebatilan.

BES berharap Inna Fatahna Laka Fathan Mubina dapat menjadi inspirasi bagi umat Muhammad SAW untuk menuju kemenangan yang diridai Allah.

Ia kemudian mengutip:

يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ بِنَصْرِ اللّٰهِ

“Dan orang-orang mukmin bergembira dengan pertolongan Allah.”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 4–5)

🕌 Wallahu A’lam.

Salam Jihad dan Sabar
BES – Brother Eggi Sudjana

(Agt/PM)