https://pikiranmerdeka.com

Wujudkan Demokrasi

IPB University Gandeng BPDPKS & (PT INL) Gelar Workshop Hilirisasi Minyak Sawit Menjadi Oleokimia: Potensi & Tantangan

Okt 24, 2023

Pikiranmerdeka.com, Bogor – Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC IPB University) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan PT. Industri Nabati Lestari (PT. INL) mengadakan kegiatan Workshop Hilirisasi Minyak Sawit Menjadi Oleokimia: Potensi dan Tantangan

Ini merupakan rangkaian dari kegiatan Workshop yang dilaksanakan di 3 kota yaitu Bogor (hari ini Selasa, 23 Oktober 2023 di Ballroom IPB Internasional Convention Center, lalu akan berlanjut Workshop di Medan akan dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2023 dan Workshop di Balikpapan akan
dilaksanakan pada tanggal 7 November 2023.

Adapun Narasumber hadir, dari kiri ke kanan : Dr. Ir. Meika Syahbana Rusli, MSc., Kepala Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi IPB University, Aida Fitria, Kepala Divisi Lembaga Kemasyarakatan dan Civil Society, Direktorat Kemitraan, BPDPKS, lalu Prof. Dr. Erliza Hambali Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Workshop Oleokimia dari Minyak Sawit dan Kepala Divisi Teknologi Proses TIN Fateta IPB, dan Rapolo Hutabarat, Sekretaris Jenderal APOLIN

Pendukung utama kegiatan workshop ini adalah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), yang juga disupport oleh beberapa industri sawit diantaranya PT. Perkebunan Nusantara (PTPN 4), PT. Industri Nabati Lestari (PT INL), PT Bumitama Gunajaya Agro (PT BGA) dan PT. Petrokimia Gresik (PT PKG)

Dalam paparannya, Prof. Dr. Erliza Hambali, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Workshop Oleokimia dari Minyak Sawit mengungkapkan, bahwa Minyak kelapa sawit hingga saat ini masih menjadi salah satu komoditas andalan Indonesia dalam menambah devisa negara.

“Berdasarkan data Ditjenbun (2022), luas areal kelapa sawit pada tahun 2022 mencapai 15,38 juta Ha dengan total produksi CPO Indonesia mencapai 48,24 juta ton dan produksi PKO sebesar 9,65 juta ton,” sebutnya.

Prof. Dr. Erliza Hambali yang juga adalah Kepala Divisi Teknologi Proses TIN Fateta IPB mengatakan, CPO dan PKO adalah merupakan bahan baku potensial untuk diolah menjadi beragam produk Oleokimia.

“Selain penyumbang devisa, industri kelapa sawit juga menyediakan lapangan pekerjaan yang besar, yang mampu menyerap 4,53 juta tenaga kerja petani,” ujarnya.

Erliza lalu mengurai, bahwa Komoditas kelapa sawit termasuk dalam 10 kelompok komoditas unggulan Indonesia yang didorong oleh pemerintah untuk digiatkan proses hilirisasi dan peningkatan daya saingnya.

Hilirisasi industri kelapa sawit terutama untuk industri berorientasi ekspor diperlukan, mengingat pertumbuhan impor tahun 2019 sebesar 7,1% yang masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor
yang sebesar 6,3%.

Oleh karenanya, melalui upaya hilirisasi industri kelapa sawit, diharapkan dapat meningkatkan perolehan devisa dari kelapa sawit dan nilai tambah produk kelapa sawit dapat dinikmati oleh semua stakeholder di Indonesia.

Hilirisasi minyak sawit dalam negeri dilakukan dengan mengolah CPO dan PKO menjadi produk-produk bernilai tambah lebih tinggi baik untuk tujuan ekspor maupun untuk substitusi produk impor.

“Secara umum, hilirisasi CPO dan PKO yang dapat dilakukan di Indonesia dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu Oleo Pangan, Oleo Kimia dan Biofuel,” jelasnya.

Dia jelaskan juga, bahwa Hilirisasi oleokimia yaitu industri-industri yang mengolah produk industri refinery menjadi produk antara oleokimia/oleokimia dasar hingga produk jadi seperti surfaktan dan emulsifier yang contoh aplikasinya pada produk cleaning, personal care, kosmetika, farmasi, agrochemical, lingkungan, industri oil dan gas

“serta termasuk untuk peningkatan produksi minyak bumi di lapangan tua dan masih banyak aplikasi lainnya,” pungkas Dr. Erliza Hambali, menutupnya.

Tentang kegiatan Workshop

Kegiatan Workshop ini bertujuan untuk mendapatkan informasi produk oleokimia berbasis minyak sawit yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia, mendapatkan informasi provider teknologi berbasis minyak sawit

Selsin itu, kegiatan Workshop ini juga untuk mendapatkan gambaran pasar produk oleokimia berbasis sawit di dalam dan di luar negeri dan mendapatkan informasi peluang dan tantangan pengembangan industri oleokimia sawit di Indonesia.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan bagi masyarakat dan industri minyak sawit terkait pengembangan produk turunan minyak sawit khususnya oleokimia. (Amhar)