https://pikiranmerdeka.com

Wujudkan Demokrasi

Kenang 100 Hari Alm. Arist Merdeka Sirait, Komnas PA Hadirkan Puluhan Anak Yatim

Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menggelar acara “Mengenang 100 Hari Meninggalnya Arist Merdeka Sirait,” hari ini, Sabtu, (16/12/2023). Acara ini menghadirkan puluhan Anak yatim dari Yayasan Mizan Amanah dan pemberian santunan, di Kantor Komnas PA, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Hadir dalam mengenang 100 Hari Meninggalnya Arist Merdeka Sirait, yakni: Isteri Alm. Arist Merdeka Sirait, Rostimaline Munthe, Pjs Ketum Komnas PA Lia Latifah, Komisioner Komnas PA Dr. Imaculata Umiyati, dan Bendahara Umum Agustinus Sirait.

“Ketika engkau tak bergeming dan lepaskan genggaman tanganmu dariku, saat itulah jiwa ragaku runtuh dan hancur, namun aku kembali bangkit dan tegar karena aku yakin engkau mau aku melanjutkan langkah dan perjuanganmu.”

Ungkapan tersebut disampaikan Istri Arist Merdeka Sirait, Rostimaline Munthe pasca meninggalnya suami tercinta pada 26 Agustus 2023 lalu yang kembali diungkapkan dalam acara mengenang 100 hari wafatnya Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, Sabtu (16/12/) di kantor Komnas PA.

Dalam mengenang 100 hari meninggalnya Arist itu, sang isteri, Rostimaline, juga menyampaikan pesan yang bisa dikatakan pamungkas, agar semangat Arist untuk anak-anak selama ini jangan sampai hilang.

Pesan itu disampaikannya untuk semua, termasuk kepada pengurus Komnas PA, pemerhati anak, dan pecinta anak.

“Semangatnya harus terus dipertahankan untuk perlindungan anak-anak di Indonesia. Tidak boleh pudar,” pesannya tegas.

Menurut dia, kalau hal itu terus ada dan anak-anak terus dilindungi maka Indonesia memiliki makna sebagai banga dan negara. Sebaliknya, kalau anak-anak tidak dapat dilindungi maka Indonesia tidak ada makna bagi bangsa dan negara.

“Anak-anak terlindungi maka Indonesia maju. Maka saya, sebagai isteri, meneruskan perjuangannya (Aris Merdeka Sirait), walaupun harus diakui hati sata hancur atas kepergiannya,” tekannya.

Lalu, Komisioner Komnas Perlindungan Anak, Dr. Imaculata Umiyati, dalam mengenang 100 Hari Meninggalnya Arist Merdeka Sirait, mengenang jasa-jasa mendiang dalam membela anak-anak Indonesia selama hidupnya.

Ia pun mengatakan tidak yang dapat menggantikan sosok Arist dalam membela anak-anak Indonesia dari berbagai masalah yang ada.

“Sebab, sejak ia hidup, almarhum mati-matian membela anak-anak. Menghibahkan dirinya untuk anak-anak. Beliau, orang yang sempurna dalam membela anak-anak Indonesia,” katanya takjub.

Semangat mendiang pun kata Dr. Imaculata, harus tetap dipertahankan demi masa depan anak-anak Indonesia. Harus dipertankan spirit yang dimiliki mendiang untuk anak-anak Indonesia.

“Jangan putus asa dalam melanjutkan perjuangan Bapak Arist, karena anak-anak kita saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja. Dan tidak ada tempat aman untuk anak-anak di mana pun berada, termasuk di sekolah dan tempat ibadah,” tegasnya mengingatkan.

Sementara itu, PJS Ketua Komnas Perlindungan Anak, Latifah mengungkapkan, bahwa bertepatan dengan 100 hari meninggalnya Arist Merdeka Sirait ada kejadian pembunuhan terhadap 4 anak yang menyita perhatian publik.

“Kami terkejut dan sangat prihatin atas kejadian tersebut sehingga kita perlu mewaspadai terhadap adanya predator anak dimanapun berada,” imbuhnya.

Ia mengakui perjuangan Komnas Perlindungan Anak yang dilakukan pasca meninggalnya Arist Merdeka Sirait belum seberapa banyak.

“Dengan mengenang 100 hari almarhum Arist Merdeka Sirait, spiritnya harus tetap digaungkan dan ditanamkan karena perjalanan dalam memperjuangkan anak masih panjang,” tandasnya.

Sampai hari ini masih banyak tugas-tugas Komnas Perlindungan Anak supaya anak-anak mendapatkan keadilan. Spirit di 100 hari ini yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak dan kita semua agar anak bisa melatih diri dan waspada

“ketika anak menghadapi situasi kekerasan maka si anak harus berani bicara supaya tidak ada lagi korban dimasa yang akan datang,” pungkas Latifah menutupnya. (Amhar)