Ketua Gugus Muda Kreatif Nusantara (GMKN) Respon Kajian IMW Dugaan Fraud dan Korupsi dari Yayasan Jabal Qur’an Indonesia

Mei 24, 2026

PIKIRANMERDEKA.COM, Bogor, 24 Mei 2026. Ketua Gugus Muda Kreatif Nusantara (GMKN), Edwin Sena Andiana Gatot S., S.Sos., CPSM, memberikan tanggapan atas kajian yang dilakukan oleh Indonesia Morality Watch (IMW) terkait dugaan konflik kepentingan dalam struktur kepemilikan Yayasan Jabal Qur’an Indonesia. Menurut Edwin, kajian tersebut membuka ruang diskusi publik yang penting mengenai transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana negara.

“Kami memandang apa yang disampaikan IMW bukan sekadar kritik, melainkan sebuah peringatan agar tata kelola lembaga yang menerima dana publik benar-benar memenuhi prinsip akuntabilitas. Jika satu orang menguasai yayasan, koperasi, dan dapur produksi sekaligus, maka potensi konflik kepentingan sangat besar. Hal ini harus segera diaudit agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” ujar Edwin.

Edwin menekankan bahwa GMKN mendukung penuh langkah investigasi yang dilakukan secara prosedural dan beretika. Ia menilai tuduhan yang diarahkan kepada IMW terkait kematian seorang pengemudi tidak seharusnya dijadikan alat untuk membungkam kritik. “Tragedi kemanusiaan tidak boleh dipolitisasi. Fokus utama tetap pada transparansi aliran dana dan struktur kepemilikan yang sehat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari masyarakat sipil, GMKN mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) dan Inspektorat Daerah Kabupaten Bogor untuk menindaklanjuti temuan IMW dengan audit menyeluruh, evaluasi struktur kepemilikan, serta penjelasan teknis terkait pemusatan dapur. “Kami percaya bahwa keterbukaan informasi adalah kunci untuk mencegah praktik monopoli dan memastikan uang rakyat digunakan secara tepat,” tegas Edwin.

Dengan pernyataan ini, GMKN menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu strategis yang menyangkut kepentingan publik, serta mendukung setiap upaya yang bertujuan memperkuat integritas tata kelola lembaga penerima dana negara.