Bukan Sekadar Hunian Padat,Ini Aksi Nyata PPPSRS Kalibata City yang Banjir Pujian!

Jul 5, 2026

Pikiran merdeka.com, JAKARTA 5/Juli/2026- Suasana pagi di kawasan Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/7/2026) terasa berbeda dari biasanya. Ratusan warga tampak berkumpul dengan antusiasme tinggi. Bukan untuk sekadar berolahraga, melainkan untuk menjadi bagian dari aksi kemanusiaan yang besar.

Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS), bersama Badan Pengelola Kalibata City sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosial kemasyarakatan. Mulai dari aksi Donor Darah, Khitanan Massal perdana, hingga Penyuluhan Kanker Serviks dan Pemeriksaan Pap Smear bagi kaum perempuan.

Aksi kolaboratif ini terselenggara berkat kerja sama apik dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia. Acara mulia ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ketua Pengurus PPPSRS Kalibata City Hj. Musdalifah Pangka, General Manager (GM) Kalibata City Martiza Melati, Camat Pancoran Iqbal Idham Ramid, Ketua PMI Jakarta Selatan H. Mundari, serta Ketua DMI DKI Jakarta KH. Ma’mun Al Ayyubi.

Membuka jalannya acara, Ketua PPPSRS Kalibata City, Hj. Musdalifah Pangka memberikan sambutan hangat yang menyejukkan hati para warga. Dengan nada penuh ketulusan, ia menekankan pentingnya merawat kebersamaan di lingkungan hunian vertikal.

Menurutnya, hunian Kalibata City bukan hanya sekadar bangunan fisik tempat berteduh dari hujan dan panas. Lebih dari itu, Kalibata City adalah rumah di mana rasa saling peduli, saling menjaga, dan kasih sayang antar sesama tumbuh.

”Hari ini, melalui tetesan darah yang kita donorkan, senyum anak-anak yang berani berkhitan, serta kepedulian kita terhadap kesehatan kaum ibu melalui Pap Smear, kita sedang merajut pondasi kekeluargaan yang lebih kuat di Kalibata City. Mari kita jadikan perbedaan sebagai warna, dan kepedulian sebagai pengikat hati kita semua,” ujar Hj. Musdalifah dengan teduh.

Senada dengan hal tersebut, GM Kalibata City, Martiza Melati, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya kepada jajaran pengurus PPPSRS yang dinilai luar biasa dalam menjalankan fungsi kepengelolaan dan kepenghunian.

Menurutnya, tugas P3SRS bukan hanya terkait pengelolaan operasional, merawat gedung, utilitas serta fasilitas bersama. Namun lebih dari itu, ada aspek kepenghunian, yaitu bagaimana menciptakan hubungan yang harmonis dan bersosialisasi yang positif antar warga seperti hari ini.

Semua kegiatan sosial kemasyarakat (salah satunya Donor Darah) di Kalibata City sudah diagendakan secara rutin dan berkesinambungan serta dinamika komunitas positif semakin tumbuh subur di hunian yang kini telah beroperasi lebih dari 10 tahun ini.

”Warga Kalibata City boleh berbangga, karena di sini ada lebih dari 15 komunitas hobi, olahraga, dan kesenian yang aktif. Ini adalah komitmen rutin kami; contohnya donor darah hari ini adalah yang ke-15 kalinya. Sedangkan untuk khitanan massal, ini adalah kali pertama hasil kerja sama PPPSRS dengan DMI DKI Jakarta,” jelas Martiza.

Tantangan Hunian Padat dan Kebutuhan Kemanusiaan

Camat Pancoran, Iqbal Idham Ramid, yang hadir memantau jalannya acara, memberikan catatan penting mengenai profil Kalibata City. Sebagai salah satu superblok terpadat di Jakarta, Kalibata City memiliki 18 tower dengan total 13.500 unit yang dihuni oleh sekitar 50 ribu jiwa.

“Dengan populasi sebesar ini, perhatian khusus dari pemerintah daerah mutlak diperlukan. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi PPPSRS. Program-program berdampak langsung seperti ini harus terus digalakkan untuk menjaga kesejahteraan warga,” tutur Iqbal.

Dari sisi kebutuhan medis nasional, Ketua PMI Jakarta Selatan, H. Mundari, menjabarkan betapa krusialnya pasokan darah di ibu kota. Jakarta membutuhkan sedikitnya 1.000 kantong darah setiap harinya. Keterlibatan aktif komunitas seperti warga Kalibata City menjadi angin segar bagi kemanusiaan.

Mundari mengatakan, darah yang terkumpul hari ini langsung kami serahkan ke PMI DKI Jakarta untuk diolah di Unit Donor Darah (UDD) sebelum disalurkan ke fasilitas medis yang membutuhkan. Tindakan para pendonor hari ini adalah amalan luar biasa yang pahalanya mengalir tiada putus.

”Kami melihat antusiasme di berbagai tempat di Jakarta Selatan belakangan ini sangat melonjak tinggi, bahkan seringkali melampaui target awal logistik kami. Semangat gotong royong ini harus terus kita pelihara,” kata Mundari.

Merawat Rumah Allah dan Keutuhan Bangsa

Acara semakin khidmat saat Ketua DMI DKI Jakarta, KH. Ma’mun Al Ayyubi, memberikan tausiyah sekaligus menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada tiga perwakilan anak peserta khitanan massal. Ia menitipkan pesan mendalam kepada umat Islam di Kalibata City agar senantiasa merawat persatuan dan memakmurkan tempat ibadah.

“Marilah bersama-sama kita menjaga dan merawat rumah Allah yang ada di wilayah Kalibata City. Barang siapa yang menjaga dan merawat rumah Allah di muka bumi, maka dia termasuk dalam golongan tamu-tamu Allah,” ajak KH. Ma’mun hangat.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi yang kondusif di tengah pluralisme masyarakat.

“Kita harus bangga ketika bangsa dan negara kita maju. Sebaliknya, kita harus merasa terganggu apabila bangsa dan negara mengalami gangguan. Mari kita jaga keutuhan, kedamaian, dan kondusivitas bersama dari lingkungan terkecil kita di sini,” pungkasnya.

Rangkaian acara ditutup dengan senyuman lega dari para ibu yang selesai mengikuti pemeriksaan Pap Smear, tawa berani 60-an anak-anak peserta khitanan, serta sekitar 200 kantong darah yang terisi penuh oleh ketulusan warga Kalibata City.

Kegiatan ini membuktikan bahwa di tengah padatnya kehidupan kota, nadi kemanusiaan dan kepedulian sosial di Kalibata City tetap berdenyut kencang.(jfr)