Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 PPNK Lemhannas Angkatan 219 berlangsung penuh semangat kebersamaan dengan mengusung tema “Kolaborasi Ekonomi dan Energi untuk Ketahanan Indonesia” di salah satu kafe di Jakarta Timur, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaralumni, tetapi juga menjadi ruang diskusi strategis mengenai tantangan ketahanan energi nasional dan kontribusi alumni PPNK Lemhannas dalam pembangunan bangsa.
Prof Dr. Ir Johni Jonatan Numberi, M. Eng,. IPM,. ASEAN Eng( Anggota Dewan Energi Nasional / DEN ) yang menjadi Pembicara, menyampaikan apresiasi kepada Angkatan 219 yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan materi mengenai ketahanan energi nasional.
Menurutnya, penyebarluasan pemahaman mengenai ketahanan, kemandirian, kedaulatan, dan swasembada energi merupakan amanat negara yang dijalankan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi.
“Dewan Energi Nasional memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya ketahanan dan kemandirian energi nasional. DEN dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Ketua Dewan Energi Nasional,” ujarnya.
Johni menjelaskan, berdasarkan hasil pengukuran terbaru, ketahanan energi nasional Indonesia saat ini berada pada kategori tahan dengan indeks mencapai angka 57. Kondisi tersebut didukung oleh ketersediaan energi domestik dari sektor minyak, gas, dan batu bara yang masih mampu menopang kebutuhan nasional.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat ketahanan energi melalui pengembangan energi domestik, peningkatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor energi.
“Salah satu langkah strategis yang dilakukan pemerintah adalah peningkatan program biodiesel dari B40 menuju B50 dengan memanfaatkan bahan baku kelapa sawit dalam negeri. Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai kemandirian energi apabila seluruh sumber daya yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan energi alternatif seperti gas alam terkompresi (CNG) dan LNG guna mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang saat ini masih mencapai sekitar 70 hingga 80 persen kebutuhan nasional.
Sebagai alumni Lemhannas, Johni menilai kegiatan yang dilakukan PPNK Angkatan 219 merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai kebangsaan yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di Lemhannas.
“Kita harus terus membangun narasi positif dan memberikan kontribusi nyata kepada negara. Yang harus kita tanyakan bukan apa yang negara berikan kepada kita, tetapi apa yang dapat kita berikan kepada negara,” tegasnya.
Prof John Numberi Juga Menjelaskan, Pemerintah Sedang bekerja & Fokus untuk melakukan Penguatan Transisi Energi , Aktivasi Sumber Energi Terbarukan, Swasembada Energi dan Sistem Energi Berkelanjutan menuju Net Zero Emmision 2035.
Ia menilai tema kolaborasi ekonomi dan energi yang diangkat sangat relevan dengan tantangan geopolitik global yang dihadapi Indonesia saat ini.
“Kolaborasi adalah kuncinya. Tidak ada yang hebat karena saya atau kamu, tetapi karena kita. Sinergi antara sektor ekonomi dan energi merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia,” ucapnya. (Ahr)