Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Akses terhadap pendidikan berkualitas kini semakin dekat bagi anak-anak dari kelompok rentan. Melalui ORION MOBILE LEARNING (OML) by HIHI (Hand In Hand for Impact), sebuah inovasi layanan pendidikan bergerak terus dikembangkan untuk menjangkau anak-anak yang menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas belajar.
Inisiatif ini dipelopori oleh Elsa Inganta Bangun, S.Pd., melalui Yayasan Pendidikan ORION PRIME. OML merupakan bentuk transformasi dan pengembangan dari gerakan MOPIN (Mobil Pintar) yang telah berjalan sejak tahun 2021.
Berawal dari langkah mendekatkan kegiatan belajar kepada anak, gerakan ini bertumbuh secara konsisten selama lebih dari lima tahun dengan memperkuat keterlibatan keluarga, komunitas, satuan pendidikan, pemerintah, dan berbagai mitra.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Kota Medan
Inisiatif mulia ini mendapat dukungan serta apresiasi hangat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan. Dalam keterangannya pada 25 September 2026, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution, S.STP., M.AP., menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan dan komitmen OML dalam memperluas akses pendidikan bermutu melalui kolaborasi.
“Saya sangat mengapresiasi kepemimpinan Ibu Elsa Bangun yang terus berupaya membuka dan memperluas akses pendidikan bermutu yang bergerak untuk semua anak melalui prinsip Hand in Hand for Impact,” ujar Ahmad Barli dalam keteranfan tertulisnya (25/9/2026).
“Dinas Pendidikan Kota Medan juga mendukung komitmen Ibu Elsa Bangun yang menempatkan hak dan kebutuhan anak sebagai pusat inovasi pendidikan melalui ORION MOBILE LEARNING yang beliau inisiasi dan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak. Karena dengan bergandengan tangan, kita dapat menciptakan dampak yang benar-benar sampai kepada anak,” tambahnya.

Menghadirkan PAUD Berkualitas, Holistik, dan Inklusif
Apresiasi senada disampaikan oleh Ismail Marzuki Siregar, S.Pd., M.A.P., Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kota Medan (25/9/2026). Ia menilai OML sebagai wujud nyata gerakan pendidikan bergerak yang selaras dengan semangat PAUD Berkualitas yang holistik dan inklusif.
“ORION Mobile Learning merupakan transformasi dari MOPIN yang diinisiasi Ibu Elsa Bangun dan telah bertumbuh secara konsisten selama lebih dari lima tahun sebagai layanan pendidikan bergerak yang hadir dan mendekat kepada anak,” ungkap Ismail Marzuki.
“Gerakan ini tidak hanya menjangkau anak, tetapi terus memperluas dampak dengan menggerakkan guru, keluarga, komunitas, serta membangun kolaborasi multipihak. Praktik baiknya pun tidak berhenti di satu tempat, tetapi mulai diterapkan dan dikembangkan kembali di lingkungan belajar lainnya. Inisiatif Ibu Elsa Bangun ini sejalan dengan semangat PAUD BERKUALITAS yang holistik dan inklusif, dengan menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna di mana pun anak tumbuh.”
Replikasi dan Perluasan Praktik Baik di Satuan Pendidikan
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bermutu, ORION MOBILE LEARNING (OML) by HIHI terus mendorong penyebarluasan dan penerapan praktik baik melalui kolaborasi dengan satuan pendidikan dan lembaga mitra.
Pada Oktober 2026, kegiatan replikasi ORION MOBILE LEARNING sukses dilaksanakan bersama dua lembaga pendidikan di Kota Medan, yaitu:
• PKBM YABES Medan pada 6 Oktober 2026
• TK Negeri Pembina 1 Medan pada 8 Oktober 2026
Pelaksanaan replikasi ini didukung secara resmi oleh Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta surat replikasi sebagai landasan kokoh kolaborasi, yang juga diperkuat dengan dokumentasi foto dan video kegiatan di lapangan.
Langkah ini menjadi bukti nyata dalam memperluas penerapan praktik baik OML ke lingkungan belajar yang berbeda. Melalui kolaborasi ini, pendekatan OML diharapkan dapat dipelajari, diterapkan, dan dikembangkan secara adaptif sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta kondisi masing-masing lembaga.
Mendorong Ekosistem Pendidikan Inklusif
Perluasan praktik baik ini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif.
Dengan sinergi yang terus diperkuat antara penggerak masyarakat, satuan pendidikan, dan pemerintah, semakin banyak anak—terutama dari kelompok rentan—yang memperoleh kesempatan untuk mengakses pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan berdampak nyata.
Kontributor : Amhar Batu AttoZ