Pikiranmerdeka.com, Bogor – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengemukakan bahwa perkembangan teknologi membuka peluang lebih luas bagi seniman dalam mengeksplorasi beragam medium dan menciptakan bahasa artistik baru.
Hal tersebut disampaikan oleh Menbud saat
memberikan sambutan dan meresmikan Pekan Seni Media (PSM) Rupakala 2026 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Dalam sambutannya Menbud menyampaikan bahwa perkembangan teknologi telah membuka kemungkinan yang makin luas bagi para seniman.
Menurutnya praktik seni dapat berkembang melalui berbagai medium, mulai dari lukisan, patung, gambar, seni tradisi, fotografi, dan film hingga video art, seni bunyi, animasi, arsip digital, instalasi multimedia, serta karya-karya interaktif.
“Kita perlu memahami bahwa seni media tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana seniman menciptakan bahasa artistik baru, menafsirkan pengalaman manusia,
mengolah pengetahuan, serta membangun interaksi dengan publik,” ungkap Menbud.
Lebih lanjut, Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa tradisi dan inovasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling berkaitan dan berkesinambungan.
Menurutnya, kekayaan warisan budaya, pengetahuan lokal, dan ekspresi masyarakat dapat menjadi sumber inspirasi bagi penciptaan karya seni kontemporer.
Menbud juga menyampaikan tentang konsep kuratorial ‘Bogor Sebagai Mandala’ yang digagas oleh Hafiz Rancajale, telah menempatkan Bogor sebagai titik temu sejarah, budaya, pengetahuan manusia, dan lingkungan, dengan cakupan yang terhubung dari konteks lokal hingga kawasan Asia Tenggara.
“Melalui perspektif seni, gagasan tersebut mengajak masyarakat merenungkan hubungan antara ruang, alam, dan memori kolektif dalam membentuk pemikiran serta kebudayaan,” sambungnya.
Sejalan dengan gagasan tersebut, Manajer Festival Pekan Seni Media, Vicky Rosalina, menyampaikan bahwa penyelenggaraan PSM Rupakala melibatkan berbagai pelaku seni dan komunitas untuk menghadirkan pengalaman seni rupa kontemporer yang lebih beragam bagi masyarakat.
“Melalui pameran ini, pengunjung dapat mengenal berbagai medium artistik sekaligus berinteraksi dengan praktik seni rupa kontemporer dalam konteks ruang publik,” jelasnya.
PSM Rupakala diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan melalui skema Dana IndonesiaRaya bersama LPDP, dan dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Kegiatan tersebut diinisiasi dari
kegelisahan para pelaku seni dan budaya atas terbatasnya ruang untuk berekspresi dan berkarya.
Kehadiran festival ini diharapkan dapat membuka ruang presentasi karya, memperluas jangkauan seniman kepada publik, serta menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati seni rupa kontemporer.
Pemilihan Bogor sebagai lokasi penyelenggaraan juga menjadi upaya memperluas ruang perkembangan seni di luar kota-kota besar.
Pada penyelenggaraannya kali ini, PSM Rupakala melibatkan sekitar 80 seniman, 10 komunitas, kolektif, dan institusi, serta menghadirkan 45 aktivasi yang merefleksikan dinamika ekosistem seni di Bogor.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi publik sekaligus memperkuat kolaborasi antar pelaku seni di wilayah Bogor.
Turut hadir pada kesempatan ini antara lain, Bupati Bogor, Rudy Susmanto; Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi; Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra WInara; Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ricky Kurniawan; dan Kurator Festival Pekan Seni Media, Hafiz Rancajale.
Turut mendampingi Menbud, antara lain Direktur Jendral Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Pengembangan Budaya Digital, Insan Abdirrohman; Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti; serta Direktur Sarana Dan Prasarana Kebudayaan,
Feri Arlius.
Penyelenggaraan di Bogor menjadi bagian pertama dari rangkaian kegiatan PSM Rupakala 2026. Ke depannya PSM juga direncanakan akan hadir di Indarung Heritage Society, Sumatra Barat, dan Kota
Pontianak, Kalimantan Barat.
Melalui rangkaian ini, PSM Rupakala diharapkan dapat memperluas jangkauan apresiasi seni media serta membuka ruang pertemuan bagi seniman dan masyarakat di
berbagai daerah.
Melalui penyelenggaraan PSM Rupakala 2026, Kementerian Kebudayaan berharap agar terus menjadi ruang yang mendorong lahirnya gagasan, membuka peluang kolaborasi, dan menghadirkan kreativitas baru dalam perkembangan seni dan kebudayaan Indonesia.
Kontributor : Amhar Batu AttoZ