Pikiran merdeka.com TANGERANG, 14 Oktober 2026 – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad, S.E., menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang diselenggarakan pada Rabu (14/10/2026). Kehadiran Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam ajang perdagangan internasional tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penguatan perdagangan, investasi, serta pengembangan potensi ekonomi daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Trade Expo Indonesia ke-41 secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, yang hadir mewakili Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kegiatan tersebut berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pameran perdagangan berskala internasional ini menjadi salah satu wadah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha, investor, eksportir, dan calon mitra bisnis dari berbagai negara. Melalui kegiatan tersebut, Indonesia diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk nasional, meningkatkan daya saing industri, serta memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi.
Dalam sambutannya pada pembukaan TEI 2026, Bahlil Lahadalia menyampaikan arah kebijakan pemerintah dalam mempercepat hilirisasi nasional. Pemerintah menargetkan pengembangan hilirisasi Indonesia hingga 2040 dengan nilai mencapai 618 miliar dolar AS.
Master plan ke depan hilirisasi Indonesia pada tahun 2040, target kita mencapai 618 miliar dolar AS. Dan hilirisasi ini sesungguhnya dilakukan dari semua sektor,” kata Bahlil dalam pembukaan Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hilirisasi menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya dan produk Indonesia. Melalui pengembangan industri pengolahan, Indonesia diharapkan tidak hanya mengandalkan penjualan bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang memiliki daya saing di pasar global.
Pengembangan hilirisasi lintas sektor juga membuka peluang bagi daerah untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, menciptakan lapangan kerja, serta menarik investasi yang dapat memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.
Gubernur Kepri Hadir, BP Karimun Tegaskan Dukungan kepada Pemerintah
Dalam kegiatan tersebut, Henry Aris Bawole, S.I.Kom., selaku Direktur Perizinan dan Pemasaran Badan Pengusahaan Karimun, Free Trade Zone and Free Port of Karimun, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung program pemerintah Republik Indonesia.
Dukungan tersebut sejalan dengan pentingnya peran kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas dalam mendorong aktivitas perdagangan, meningkatkan daya tarik investasi, serta memperkuat hubungan bisnis antara pelaku usaha dalam negeri dan mitra internasional.
Kabupaten Karimun, sebagai salah satu wilayah di Provinsi Kepulauan Riau, memiliki posisi strategis dalam pengembangan kegiatan perdagangan dan investasi, terutama karena letak geografisnya yang berada di jalur pelayaran dan perdagangan internasional di kawasan Selat Malaka.
Keberadaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Karimun menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pengembangan kegiatan ekonomi, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan daya saing daerah. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kawasan tersebut berpotensi menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat industri nasional dan memperluas pasar ekspor Indonesia.
Melalui partisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-41, kehadiran unsur pemerintah daerah dan Badan Pengusahaan Karimun diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, serta pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
TEI 2026 Menjadi Momentum Penguatan Perdagangan dan Investasi
Trade Expo Indonesia merupakan ajang yang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan, menjajaki kerja sama bisnis, dan membuka peluang pasar baru di tingkat internasional.
Di tengah persaingan ekonomi global, peningkatan nilai tambah produk melalui hilirisasi menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan dunia. Oleh karena itu, keterlibatan pemerintah daerah dan badan pengusahaan kawasan perdagangan bebas diperlukan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mendukung kelancaran aktivitas usaha.
Bagi Kepulauan Riau, momentum TEI ke-41 dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah, memperluas jaringan kemitraan, serta mendorong minat investor terhadap peluang usaha di kawasan tersebut. Sementara itu, bagi BP Karimun, dukungan terhadap agenda pemerintah menjadi bagian dari upaya memperkuat peran kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas dalam mendukung perekonomian nasional.
Kehadiran Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, bersama partisipasi unsur Badan Pengusahaan Karimun menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan ekonomi dalam menghadapi tantangan perdagangan global.
Dengan target hilirisasi nasional sebesar 618 miliar dolar AS pada 2040 yang disampaikan pemerintah, penguatan investasi, peningkatan nilai tambah produk, dan perluasan akses pasar diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Trade Expo Indonesia ke-41 pun menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan investor dalam mewujudkan perdagangan yang lebih kompetitif serta meningkatkan kontribusi daerah terhadap pembangunan ekonomi nasional.(jfr)