Kadispora NTT Alfonsus Theodorus Dorong Indonesia Youth Summit Digelar hingga Tingkat Desa

Okt 29, 2026

Pikiran merdeka.com JAKARTA  29 Oktober 2026– Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Alfonsus Theodorus, S.T., M.T., menghadiri acara Indonesia Youth Summit yang diselenggarakan di Gedung Teater, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, bertukar pikiran, serta mengembangkan berbagai potensi dan talenta demi kemajuan bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Alfonsus Theodorus menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Indonesia Youth Summit. Menurutnya, kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan melahirkan ide-ide kreatif seperti ini sangat penting untuk mendukung perkembangan generasi muda Indonesia.

Alfonsus menilai, kegiatan kepemudaan tidak seharusnya hanya diselenggarakan oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, hingga desa, juga perlu mengambil peran aktif dalam menghadirkan kegiatan serupa agar semakin banyak anak muda memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas mereka.

Acara ini bagus. Kegiatan seperti ini tidak hanya diadakan oleh pemerintah pusat saja, tetapi seharusnya juga dilaksanakan oleh pemerintah provinsi, kabupaten, kota, bahkan sampai tingkat kecamatan dan desa. Perkembangan anak-anak muda merupakan cikal bakal perkembangan suatu bangsa,” jelas Dr. Alfonsus Theodorus kepada awak media.

Menurutnya, generasi muda merupakan salah satu kekuatan penting dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah serta berbagai pihak untuk memberikan ruang bagi anak muda dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Ia menegaskan bahwa anak muda perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, mengutarakan pemikiran, serta menawarkan berbagai solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui forum seperti Indonesia Youth Summit, generasi muda dapat bertemu dengan sesama anak muda dari berbagai latar belakang, bertukar pengalaman, dan membangun jaringan untuk mengembangkan gagasan yang bermanfaat.

Alfonsus juga menilai bahwa perkembangan teknologi saat ini memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk berinovasi. Dengan akses terhadap teknologi dan informasi, anak-anak muda memiliki kesempatan untuk mempelajari berbagai hal baru, mengembangkan keterampilan, serta menciptakan cara-cara praktis dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Menurutnya, potensi tersebut perlu diarahkan melalui kegiatan-kegiatan positif yang mendorong kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk menyampaikan ide.

Anak-anak muda sekarang memiliki banyak gagasan yang bagus. Mereka juga bisa menyampaikan pendapat dan pemikirannya, kemudian mengajak anak-anak muda lainnya untuk ikut berpartisipasi. Dengan perkembangan teknologi, mereka mempunyai kesempatan untuk mengetahui lebih banyak hal dan menemukan cara-cara praktis dalam melakukan berbagai kegiatan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan kepemudaan seperti Indonesia Youth Summit memiliki arti penting karena dapat menjadi sarana untuk mempertemukan berbagai pemikiran dan pengalaman dari kalangan generasi muda. Dengan adanya ruang diskusi dan pertukaran gagasan, anak muda diharapkan mampu mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan pembangunan di daerah masing-masing.

Dorong Kemajuan UMKM melalui Kreativitas Anak Muda

Lebih lanjut, Dr. Alfonsus Theodorus menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi dapat menjadi modal penting bagi anak muda untuk mengembangkan usaha serta menciptakan peluang ekonomi baru.

Generasi muda dinilai memiliki potensi untuk menghadirkan berbagai terobosan dalam pengembangan produk, pemasaran, dan pengelolaan usaha. Dengan memanfaatkan teknologi digital secara tepat, pelaku UMKM muda dapat memperluas jangkauan pasar, memperkenalkan produk daerah kepada masyarakat yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing usaha.

Karena itu, dukungan terhadap kegiatan kepemudaan perlu berjalan seiring dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Anak muda tidak hanya diharapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka kesempatan kerja bagi orang lain.

Alfonsus menekankan bahwa pengembangan potensi generasi muda harus dilakukan secara nyata di daerah. Pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota perlu memberikan perhatian terhadap berbagai kegiatan yang mampu meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta kemampuan kewirausahaan anak muda.

Hal-hal seperti ini penting bagi anak-anak muda. UMKM juga harus bisa maju dan bergerak. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu berjalan di daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Ini menjadi penting untuk mengembangkan talenta anak-anak muda Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan UMKM yang melibatkan generasi muda dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat perekonomian daerah. Apabila anak muda mendapatkan kesempatan, pendampingan, dan dukungan yang memadai, mereka dapat mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pengembangan Talenta Pemuda Harus Menjangkau Daerah

Sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur, Alfonsus memandang bahwa pengembangan talenta generasi muda harus dilakukan secara merata. Tidak semua anak muda memiliki akses yang sama terhadap kegiatan, pelatihan, maupun forum diskusi yang dapat membantu meningkatkan kemampuan mereka.

Oleh sebab itu, penyelenggaraan kegiatan kepemudaan di tingkat daerah hingga desa menjadi penting agar kesempatan untuk berkembang tidak hanya dinikmati oleh anak muda yang tinggal di kota-kota besar.

Pemerintah daerah diharapkan dapat menghadirkan berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi pemuda di wilayah masing-masing. Program tersebut dapat menjadi sarana untuk menggali bakat, mengembangkan keterampilan, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu, kegiatan kepemudaan juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan anak muda dengan berbagai pemangku kepentingan, sehingga gagasan yang muncul tidak berhenti pada diskusi, tetapi berpeluang dikembangkan menjadi kegiatan nyata.

Dalam pandangan Alfonsus, generasi muda Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa. Namun, potensi tersebut perlu didukung melalui kesempatan yang terbuka, pembinaan yang berkelanjutan, dan program yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Ia berharap semangat yang dibangun melalui Indonesia Youth Summit dapat mendorong pemerintah daerah untuk semakin aktif menyelenggarakan kegiatan serupa. Dengan demikian, semakin banyak anak muda dapat terlibat dalam proses pembangunan, baik melalui kegiatan sosial, kewirausahaan, pengembangan teknologi, maupun berbagai bidang lain sesuai dengan kemampuan dan minat mereka.

Indonesia Youth Summit sebagai Ruang Bertukar Gagasan

Kehadiran Dr. Alfonsus Theodorus dalam Indonesia Youth Summit di Gedung Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta, menjadi kesempatan untuk menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya memperluas ruang partisipasi generasi muda.

Melalui forum semacam ini, anak muda diharapkan semakin berani mengemukakan pendapat, mengembangkan ide, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghasilkan gagasan yang bermanfaat.

Menurut Alfonsus, kemajuan bangsa tidak dapat dilepaskan dari kualitas dan peran generasi mudanya. Karena itu, investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya anak muda, perlu menjadi perhatian bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Ia menilai bahwa kegiatan yang membuka ruang dialog bagi generasi muda harus terus didorong dan dikembangkan. Tidak hanya sebagai agenda seremonial, kegiatan kepemudaan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata melalui pengembangan keterampilan, kreativitas, kewirausahaan, serta peningkatan partisipasi anak muda dalam pembangunan.

Dengan dukungan yang tepat, generasi muda dapat menjadi penggerak perubahan sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.

Dr. Alfonsus Theodorus berharap pengembangan talenta anak muda Indonesia dapat terus diperkuat melalui berbagai program yang berkelanjutan, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, kesempatan untuk berkembang harus terbuka bagi seluruh generasi muda, baik yang berada di perkotaan maupun di wilayah kecamatan dan desa.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah daerah sangat diperlukan agar berbagai gagasan dan semangat yang tumbuh dalam forum nasional seperti Indonesia Youth Summit dapat diteruskan menjadi kegiatan nyata di daerah.

Dengan semakin luasnya kesempatan bagi anak muda untuk belajar, berkarya, berinovasi, dan mengembangkan usaha, diharapkan lahir generasi yang kreatif, mandiri, produktif, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa Indonesia.

Bagi Alfonsus, pengembangan talenta generasi muda merupakan bagian penting dari upaya mempersiapkan masa depan Indonesia. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar potensi anak muda dapat berkembang secara maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.(jfr)