Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Sarasehan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran digelar oleh Ki Ridwan Hisjam pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Al Jazeerah Restaurant, Jalan Cipinang Cempedak I-29, Jakarta Timur.
Sarasehan yang diprakarsai oleh Ki Ridwan Hisjam, selaku Ketua Dewan Pembina PP Padepokan KOSGORO 57, menjadi momentum memperkuat dialog mengenai arah pembangunan dan keberlanjutan program-program Pemerintahan Prabowo.
Sarasehan tersebut juga menjadi forum untuk membahas perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, termasuk evaluasi kebijakan, capaian pembangunan, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program nasional
Ketua Dewan Pembina PP Padepokan Kosgoro 57, Ki Ridwan Hisjam mengatakan kegiatan Saresehan ini sebagai sarana bertukar pendapat dalam menyikapi situsai bangsa dan negara saat ini dan memikirkan solusi yang terbaik.
Ia mengaku ironis menyikapi situasi saat ini yang kerap terjadi hujatan-hujatan ditengah kehidupan masyarakat sehingga mengganggu kinerja pemerintahan.
“Saya mengajak masyarakat terutama generasi muda, marilah kita merubah situasi saat ini hindari saling menghujat supaya presiden kita bisa bekerja,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota Nahdlatul Ulama, Kyai Marsudi melihat bahwa perilaku yang sering dilakukan oleh masyarakat seperti budaya kumpul-kumpul sudah ada sejak lama tertanam di dalam kehidupan bangsa Indonesia dinilai sebagai culture atau budaya Indonesia yang cukup unik.
Menurutnya, budaya ini dipandang oleh dunia sebagai alat pemersatu bangsa yang tidak pernah disadari oleh pemerintah dan tidak ada anggarannya.
“Merawat budaya ini sangat penting karena dapat mempersatukan bangsa. Saya sangat mengapresiasi pemerintahan Prabowo Subianto merawat dan membangun budaya ini sehingga terwujud keamanan,” pungkasnya. (Ahr)