Asdad, Kades Jalatrang Raih Apresiasi Kreasi Polri dalam hal Pangan Bergizi

Jul 22, 2025 #Asdad

Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Pekarangan Pangan Bergizi (P2P) yang digelar dalam rangka “Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat, Awarding Day 2025. Acara tersebut berlangsung di Auditorium STIK-PTIK, Jakarta Selatan, pada Selasa, 22 Juli 2025.

Kepala Desa Jalatrang, Asdad, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa penghargaan ini diraih berkat partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan halaman rumah mereka untuk mewujudkan ketahanan pangan keluarga.

“Polri mengadakan lomba sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang mampu memanfaatkan halaman pekarangannya dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, khususnya dalam kategori Pekarangan Pangan Bergizi. Jadi, bagaimana masyarakat bisa memenuhi kebutuhan gizinya dari halaman rumah mereka, baik dengan menanam sayur-mayur, memelihara ikan, maupun memanfaatkan barang-barang bekas seperti galon,” ujar Asdad kepada media.

Ia menjelaskan, konsep yang diterapkan di Jalatrang tidak hanya sebatas bercocok tanam, tetapi juga menciptakan integrasi antara tanaman dan kolam ikan kecil. Bahkan, barang galon bekas pun dimanfaatkan sebagai media tanam atau wadah untuk memelihara ikan seperti lele.

“Kami juga memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan pertanian lainnya. Dan kami juga memanfaatkan Galom bekas untuk memelihara ikan yang di atasnya ada sayuran, Ini juga didukung oleh program ketahanan pangan desa yang sekitar 20 persen anggarannya diarahkan untuk program ini. Dari sekitar 1.800 rumah di Jalatrang, sekitar 60 sampai 75 persen warganya sudah menerapkan konsep pekarangan pangan bergizi,” jelasnya.

Asdad mengakui belum semua warga bisa terlibat aktif, karena beberapa rumah kosong ditinggal merantau atau dihuni oleh lansia yang sudah tidak produktif. Namun demikian, menurutnya, capaian 70 persen sudah merupakan angka yang luar biasa.

Selain memenuhi kebutuhan gizi keluarga, warga juga menerapkan sistem barter dengan pedagang keliling. “Misalnya ketika ada tukang sayur lewat, warga bisa menukar hasil pekarangan mereka seperti tomat atau cabai dengan tempe atau tahu. Ini membantu menekan pengeluaran uang tunai masyarakat,” paparnya.

Asdad menambahkan, program pemanfaatan pekarangan ini sudah mulai digalakkan sejak tahun 2021 sebagai upaya ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Jalatrang.

“Alhamdulillah, dari upaya yang kami mulai sejak 2021, sekarang membuahkan hasil tidak hanya untuk kebutuhan pangan keluarga tapi juga untuk memperkuat ekonomi desa,” pungkasnya. (Amhar)