Pikiran merdeka.com, Jakarta 7-8 Juni 2026– Anggota DPRD Kabupaten Nias Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Sokhinaso Giawa, SH, menegaskan bahwa perubahan karakter dan pola pikir masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah penting untuk mengatasi persoalan sampah di daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Sokhinaso Giawa saat menghadiri hari kedua Workshop PAN 2026 yang berlangsung di Jakarta, Senin (8/6). Menurutnya, tema yang diusung dalam kegiatan tersebut tidak hanya berbicara mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga tentang membangun kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
“Gerakan membantu rakyat melalui pemilahan sampah merupakan program yang sangat baik karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan kebijakan semata, tetapi harus dimulai dari kesadaran setiap individu,” ujar Sokhinaso.
Ia menjelaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Oleh karena itu, edukasi tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah perlu terus digalakkan agar menjadi kebiasaan sehari-hari.
Menurutnya, membangun budaya hidup bersih akan memberikan dampak positif yang luas, mulai dari kesehatan masyarakat, keindahan lingkungan, hingga peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.
“Ketika masyarakat memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai jenisnya, maka persoalan lingkungan akan jauh lebih mudah ditangani. Inilah yang perlu terus kita dorong bersama,” katanya.
Sokhinaso menilai Workshop PAN 2026 memberikan banyak wawasan baru bagi para kader dan legislator PAN dari seluruh Indonesia. Berbagai pengalaman dan praktik baik yang dibagikan dalam forum tersebut diharapkan dapat diterapkan di daerah masing-masing untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program PAN yang berorientasi pada kepentingan rakyat, termasuk program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Selain membahas isu lingkungan, Sokhinaso Giawa mengungkapkan keyakinannya bahwa PAN memiliki peluang besar untuk meningkatkan perolehan kursi di Kabupaten Nias Selatan pada Pemilu 2029. Menurutnya, kepercayaan masyarakat akan terus meningkat apabila kader PAN mampu menunjukkan kerja nyata dan hadir di tengah-tengah masyarakat.
“Kami optimistis PAN dapat meraih hasil yang lebih baik pada Pemilu 2029. Dengan konsolidasi yang kuat, kerja keras kader, dan kedekatan dengan masyarakat, peluang untuk menambah kursi DPRD sangat terbuka,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh kader PAN dapat menjadikan Workshop PAN 2026 sebagai momentum untuk memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperluas program-program yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat.
Workshop PAN 2026 yang digelar pada 7–9 Juni 2026 di Jakarta diikuti oleh anggota legislatif, kepala daerah, serta pengurus PAN dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi sarana konsolidasi dan peningkatan kapasitas kader dalam mendukung pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan gerakan peduli lingkungan yang berkelanjutan.(Jfr)