Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) optimistis kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional akan terus menunjukkan tren positif di tengah dinamika perdagangan global saat ini.
Di katakan Mendag, bahwa ekosistem tekstil Indonesia yang lengkap dari hulu hingga hilir menjadi modal kuat untuk meningkatkan daya saing, baik di pasar domestik maupun internasional.
Optimisme tersebut diungkapkan Mendag Busan yang didampingi Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja saat mengunjungi pameran Indo Intertex 2026 pada Kamis, (16/4/2026) di Jakarta International Expo (JIEXPO), Jakarta.
Ketua Umum API Jemmy Kartiwa Sastraatmadja menyampaikan, antusiasme pengunjung terhadap penyelenggaraan Indo Intertex 2026 terbilang tinggi.

Jemmy juga mengungkapkan, adanya partisipasi internasional dalam pameran tersebut cukup signifikan, khususnya dari kawasan Asia Tenggara.
“Hingga siang hari ini, jumlah pengunjung sudah mencapai lebih dari 10 ribu orang, sementara pada hari sebelumnya tercatat sekitar 14 ribu pengunjung. Kemudian, delegasi dari enam negara ASEAN hadir seluruhnya dalam pameran ini,” ujarnya.
Jemmy menyebut, bahwa indo Intertex 2026 merupakan pameran industri tekstil dan garmen internasional terkemuka yang diselenggarakan secara rutin di Indonesia.
Dikatanya juga, bahwa pameran ini menjadi platform strategis bagi pelaku industri TPT dari berbagai negara untuk bertemu, menjalin kemitraan bisnis, serta memperluas jaringan pasar.
“Kegiatan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari produsen serat, benang, kain, garmen, mesin tekstil, hingga produk dan aksesori tekstil lainnya,” pungkas Ketua Umum API Jemmy Kartiwa Sastraatmadja.
Terkait optimisme, dalam kesempatan tersebut Mendag Budi Santoso (Busan) mengungkapkan, Ekosistem tekstil dan produk tekstil kita terlihat sangat bagus.
“Saya kira ekosistem (tekstil) kita paling lengkap mulai dari bahan baku; pabriknya; distribusinya; desainernya; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)-nya ada semua dan bisa berjalan dengan baik,” ujar Mendag.
Menambahkan, Mendag Busan menyampaikan, kinerja ekspor TPT Indonesia konsisten menunjukkan capaian positif. Pada 2025, nilai ekspor TPT tercatat sebesar USD 11,98 miliar diiringi surplus yang mencapai USD 2,81 miliar.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan produk tekstil Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global. Oleh karena itu, peningkatan daya saing menjadi kunci untuk memperkuat posisi industri dalam negeri sekaligus mengendalikan impor.
“Selain potensi dalam negeri, ekspor cukup bagus. Kalau kualitas bagus dan punya daya saing, kita bisa mengendalikan impor. Kita juga harus mempunyai daya saing agar bisa bersaing dengan produk-produk asing,” tutup Mendag Budi Santoso.
Kontributor : Amhar Batu AttoZ