Foto: Menko Luhut Binsar Pandjaitan saat pimpin rapat dengan Kadin tahun 2021
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), untuk menyampaikan berbagai aspirasi pelaku usaha di tengah tekanan ekonomi global yang kian terasa.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (30/4/2026), Anindya menggambarkan kondisi dunia usaha saat ini dengan analogi sederhana namun kuat. Ia menyebut para pengusaha layaknya “ayam petelur” yang tengah mengalami stres akibat ketidakpastian global, termasuk dampak konflik internasional yang memengaruhi stabilitas ekonomi.
Menurutnya, DEN memiliki peran penting sebagai jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha. Sebagai lembaga yang berfungsi memberikan rekomendasi kebijakan ekonomi kepada Presiden, DEN dinilai mampu menampung dan menerjemahkan aspirasi dunia usaha menjadi bahan pertimbangan strategis bagi pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Kadin menyampaikan sejumlah usulan konkret untuk membantu pelaku usaha bertahan. Fokus utama yang diajukan adalah pemberian ruang bernapas melalui berbagai relaksasi kebijakan. Di antaranya, usulan keringanan kredit seperti pembayaran bunga terlebih dahulu dengan pokok utang dicicil bertahap, penangguhan pajak bahan bakar minyak (BBM), serta penundaan pajak ekspor.
Langkah-langkah tersebut, kata Anindya, diharapkan dapat memberikan kelonggaran bagi pelaku usaha agar tetap bisa menjalankan operasional di tengah tekanan yang ada.
Selain itu, Kadin juga menyoroti berbagai hambatan struktural yang masih mengganjal sektor perdagangan dan industri. Beberapa isu yang disampaikan meliputi kemudahan ekspor, kepastian perizinan seperti Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), serta perlunya penyesuaian aturan larangan dan pembatasan (lartas). Penyelesaian hambatan ini dinilai penting agar dunia usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga mulai bergerak lebih agresif dalam memanfaatkan peluang.
Anindya juga menekankan pentingnya sinyal kebijakan yang jelas dari pemerintah. Kepastian arah investasi dan perdagangan dianggap krusial untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha, terutama dalam mengambil keputusan ekspansi di tengah situasi global yang belum stabil.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Kadin tidak menuntut seluruh usulan harus langsung diakomodasi. Yang lebih penting adalah adanya pemahaman dari pemerintah terhadap kondisi riil yang dihadapi dunia usaha saat ini.
Dengan komunikasi yang terbuka dan respons kebijakan yang tepat, Kadin berharap pelaku usaha dapat memperoleh ruang untuk menyusun strategi, bertahan, dan perlahan kembali tumbuh di tengah tantangan ekonomi global.
Editor: Agusto Sulistio