GHON Perkuat Infrastruktur Telekomunikasi untukDukung Pertumbuhan 2026

Jun 5, 2026

Pikiranmerdeka.com, Jakarta – PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) menargetkan total tenansi mencapai 1.820 tenant pada 2026 atau meningkat sekitar 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, perseroan memproyeksikan pendapatan tahun ini turun tipis sebesar 1,4 persen seiring dampak konsolidasi industri telekomunikasi pasca-merger PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk yang kini beroperasi sebagai XLSMART.

Target tersebut disampaikan dalam Public Expose Perseroan yang digelar di Office 18 Park, Pasar Minggu, Jakarta pada Jumat (5/6/2026). Dalam agenda tersebut, manajemen memaparkan kinerja operasional dan keuangan kuartal I 2026, target usaha tahun buku 2026, serta proyeksi pengembangan infrastruktur menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik.

Direktur Operasional GHON Jonni Pangaribuan memaparkan bahwa jumlah menara telekomunikasi milik perseroan meningkat dari 1.021 unit pada akhir 2025 menjadi 1.072 unit pada kuartal I 2026 setelah adanya penambahan 51 menara baru.

Namun, jumlah kolokasi mengalami penurunan dari 684 tenant menjadi 604 tenant. Kondisi tersebut menyebabkan total tenansi turun dari 1.705 tenant menjadi 1.676 tenant, sehingga rasio kolokasi menurun dari 1,67 kali menjadi 1,56 kali.

Pada segmen fiber optik, panjang jaringan billable berkurang 143 kilometer menjadi 1.378 kilometer dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar 1.521 kilometer. Sementara itu, panjang jaringan fisik tetap berada pada level 1.636 kilometer. Penurunan jaringan billable tersebut mencerminkan adanya penyesuaian kebutuhan penggunaan jaringan oleh pelanggan seiring berlangsungnya konsolidasi industri telekomunikasi.

Menurut Jonni, perubahan struktur industri pasca-merger operator turut memengaruhi tingkat utilisasi sejumlah aset infrastruktur telekomunikasi yang dimiliki perseroan pada awal tahun ini.

Dari sisi sebaran aset, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar terhadap portofolio menara GHON. Hingga kuartal I 2026, jumlah tower di wilayah Jawa mencapai 674 unit atau sekitar 63 persen dari total menara perseroan. Sementara itu, Sumatera memiliki 198 tower, Kalimantan 111 tower, Sulawesi 77 tower, dan Nusa Tenggara 12 tower.

Pada bisnis fiber optik, Jawa juga menjadi kontributor terbesar dengan panjang jaringan billable mencapai 1.052 kilometer atau sekitar 77 persen dari total jaringan yang disewakan. Sisanya tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Sementara itu, Direktur Keuangan GHON Yoyong memaparkan bahwa perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp51,22 miliar pada kuartal I 2026, turun sekitar 3,9 persen dibandingkan Rp53,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan turut memengaruhi kinerja profitabilitas perseroan. Laba kotor tercatat sebesar Rp35,56 miliar, turun dari Rp39,77 miliar pada kuartal I 2025. Margin laba kotor menurun menjadi 59,82 persen dibandingkan 64,66 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, perseroan berhasil menjaga efisiensi operasional. Hal ini tercermin dari beban usaha yang turun menjadi Rp4,92 miliar dari Rp5,30 miliar pada kuartal I 2025. Dengan demikian, laba usaha tercatat sebesar Rp30,64 miliar dibandingkan Rp34,47 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Setelah memperhitungkan beban lain-lain dan pajak final sebesar Rp14,30 miliar, laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp19,43 miliar. Adapun laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp16,77 miliar, turun sekitar 22,1 persen dibandingkan Rp21,52 miliar pada kuartal I 2025.

Strategi tersebut meliputi penguatan hubungan dengan para pemangku kepentingan, menjaga kesehatan keuangan perusahaan, meningkatkan portofolio aset, serta melanjutkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Menurut Rudolf, perseroan akan terus mengoptimalkan tingkat hunian menara dan pemanfaatan jaringan fiber optik, memperluas portofolio infrastruktur telekomunikasi, serta menjalankan pengelolaan bisnis yang prudent guna menjaga profitabilitas dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

Dengan strategi tersebut, GHON berupaya mempertahankan kinerja operasional yang solid sekaligus menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia di tengah proses konsolidasi industri telekomunikasi nasional.

Kontributor : Amhar Batu AttoZ