Kades Balam Amrun Zen Dorong Kolaborasi dengan Mahasiswa UI untuk Kembangkan Potensi Desa

Jul 2, 2026

Pikiran merdeka.com Depok 2/Juli 2026 Jawa Barat — Kepala Desa (Kades) Balam, Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Amrun Zen, menyampaikan harapannya agar program Kepala Desa Masuk Kampus dapat menjadi pintu masuk terjalinnya kolaborasi antara pemerintah desa dengan dunia akademik, khususnya mahasiswa Universitas Indonesia (UI), dalam upaya memajukan desa.

Amrun Zen menjadi salah satu kepala desa yang mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi kepala desa dalam mengelola pemerintahan desa serta mengembangkan potensi lokal.

Kami berharap ke depan Desa Balam dapat berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Indonesia, baik dalam pendampingan, pengembangan potensi desa, maupun memberikan ruang bagi mahasiswa untuk ikut berkontribusi dalam memajukan desa,” ujar Amrun Zen.

Ia menilai, kerja sama antara desa dan perguruan tinggi sangat penting karena mahasiswa memiliki pengetahuan dan inovasi yang dapat membantu pemerintah desa dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Menurut Amrun, setiap desa memiliki potensi yang berbeda-beda dan harus mampu dikembangkan berdasarkan karakter serta kebutuhan masyarakat setempat. Karena itu, dukungan ilmu pengetahuan, riset, dan pendampingan dari perguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat kemajuan desa.

Dengan adanya kolaborasi, desa bisa mendapatkan masukan, pendampingan, serta inovasi baru untuk mengembangkan potensi yang ada sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya saat membuka kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kepala desa memiliki peran strategis dalam menggali dan mengembangkan potensi daerah masing-masing.

Kepala desa harus mampu mengungkap potensi daerahnya, harus memiliki data yang kuat. Kegiatan ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas kepala desa,” ujar Bima Arya.

Ia menjelaskan, program Kepala Desa Masuk Kampus merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dengan perguruan tinggi. Melalui kegiatan tersebut, kepala desa diharapkan mendapatkan inspirasi serta mampu menghasilkan praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing.

Diharapkan para kepala desa mendapatkan inspirasi untuk memaksimalkan potensi yang ada di wilayahnya,” tambahnya.

Program Kepala Desa Masuk Kampus dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 420 kepala desa mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa.

Amrun Zen menilai pengalaman mengikuti kegiatan di Universitas Indonesia menjadi langkah awal untuk membawa pengetahuan, wawasan, serta jaringan baru ke Desa Balam. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembangunan desa, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal.

Pengalaman dari kegiatan ini menjadi bekal bagi kami untuk membawa perubahan positif di desa. Kami ingin mengembangkan desa dengan memanfaatkan potensi yang ada dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” ungkapnya.

Melalui program ini, pemerintah berharap para kepala desa semakin mampu menyusun strategi pembangunan berbasis potensi lokal, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta menghadirkan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Desa Balam, kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi langkah penting untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan serta menjadikan desa semakin mandiri dan berkembang.