Jamnas XII Gerakan Pramuka 2026 Jadi Momentum Jemima Elisabeth Windesi Lobat Anak Pramuka Bawa Gagasan Baru untuk Kemajuan Kota Sorong

Agu 14, 2026

Pikiran merdeka.com Jakarta, 14  Agustus 2026 — Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, menjadi momentum penting bagi peserta dari berbagai daerah untuk memperkuat persatuan, membangun karakter generasi muda, sekaligus bertukar gagasan demi kemajuan daerah.

Salah satu yang hadir dalam kegiatan nasional tersebut adalah Jemima Elisabeth Windesi Lobat, S.KM., M.AP., Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Kehadiran Jemima dalam Jamnas XII tidak hanya sebagai bagian dari rombongan daerah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai kegiatan dan kreativitas anggota Pramuka dari seluruh Indonesia. Menurutnya, pertemuan besar para Pramuka dari berbagai provinsi tersebut memberikan banyak inspirasi, gagasan dan pemikiran baru yang dapat dikembangkan untuk kemajuan Kota Sorong.

Jemima Elisabeth Windesi Lobat menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Jamnas XII yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pramuka ke-65 dapat semakin memperkuat komitmen seluruh anggota Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang kreatif, mandiri, berani berinovasi dan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Dengan adanya Jambore Nasional ini dan memperingati Hari Pramuka ke-65, saya berharap semua Pramuka mempunyai komitmen. Anak-anak Pramuka harus dapat berekspresi, berinovasi dan maju, serta dapat berkontribusi kepada masyarakat,” ujar Jemima.

Ia menilai Pramuka memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui berbagai kegiatan di lingkungan Pramuka, anak-anak dan remaja tidak hanya mendapatkan pengalaman organisasi, tetapi juga belajar mengenai kepemimpinan, kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab dan kepedulian sosial.

Menurut Jemima, pertemuan ribuan anggota Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia merupakan ruang yang sangat baik untuk saling bertukar pengalaman. Setiap daerah memiliki karakter, potensi dan tantangan yang berbeda sehingga pertemuan tersebut dapat melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Kita tahu bahwa di sini anak-anak Pramuka bisa mengeluarkan gagasan-gagasan baru. Ini menjadi pengalaman dan pemikiran yang sangat baik untuk kemudian meningkatkan kegiatan Pramuka di Kota Sorong,” jelasnya.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti Jamnas XII dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi bagi pengembangan kegiatan kepemudaan dan kepramukaan di Kota Sorong. Kegiatan Pramuka, kata dia, harus terus diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan generasi muda dan perkembangan zaman.

Bagi Kota Sorong sebagai salah satu daerah di Provinsi Papua Barat Daya, penguatan karakter generasi muda menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, kreativitas dan semangat anak-anak muda harus diberikan ruang yang luas agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki kemampuan, wawasan serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Jemima juga melihat Jamnas XII sebagai momentum untuk memperluas wawasan mengenai berbagai inovasi yang dilakukan oleh anggota Pramuka dari seluruh Indonesia. Berbagai kegiatan yang mempertemukan generasi muda dari Sabang sampai Merauke tersebut menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka memiliki potensi besar sebagai wadah pembentukan karakter sekaligus pengembangan kreativitas anak bangsa.

Jamnas XII Diikuti Sekitar 25.000 Peserta

Jambore Nasional XII Gerakan Pramuka berlangsung pada 13-20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 25.000 peserta dari 35 provinsi di Indonesia.

Jamnas XII dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir pada 14 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Erick menekankan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam menyiapkan generasi muda Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Menurut Erick, untuk mewujudkan generasi emas yang memiliki karakter, kemampuan dan kemandirian, diperlukan kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Kwarnas Gerakan Pramuka dinilai membutuhkan dukungan dan sinergi dengan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Erick menyampaikan pentingnya penyusunan dan penyesuaian kurikulum kepramukaan agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda dan perkembangan zaman.

Ya, kita berharap 2045 seperti tadi harapan Pak Presiden, Generasi Emas itu bisa kita wujudkan betul-betul real, terwujud Generasi Emas itu,” ujar Erick.

Jamnas XII juga mengangkat semangat kemandirian dan dukungan terhadap berbagai program pembangunan nasional, termasuk semangat swasembada pangan. Dengan demikian, kegiatan Pramuka tidak hanya menjadi ajang perkemahan dan pertemuan peserta dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran mengenai kepemimpinan, kemandirian dan kontribusi generasi muda terhadap pembangunan bangsa.

Pramuka sebagai Wadah Pembentukan Karakter

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso menegaskan bahwa pembentukan karakter melalui Gerakan Pramuka merupakan bagian penting dalam pendidikan generasi muda.

Menurutnya, pendidikan karakter melalui Pramuka merupakan hal yang wajib diperhatikan dan tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan. Gerakan Pramuka diharapkan terus menjadi wadah pembinaan generasi muda agar memiliki karakter kuat, disiplin, bertanggung jawab dan memiliki semangat kebangsaan.

Semangat tersebut sejalan dengan harapan Jemima Elisabeth Windesi Lobat agar kegiatan Pramuka di Kota Sorong terus dikembangkan. Ia berharap anak-anak Pramuka di Kota Sorong dapat memperoleh lebih banyak ruang untuk berekspresi, berkreasi dan melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kehadiran Jemima di Jamnas XII juga menjadi momentum untuk membawa pulang berbagai pengalaman dan pemikiran baru. Sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Sorong, ia memiliki ruang strategis untuk mendorong sinergi antara pembinaan generasi muda, kesehatan masyarakat, pemberdayaan keluarga dan pengembangan kreativitas masyarakat.

Ia berharap semangat yang dibangun dalam Jamnas XII dapat diteruskan setelah para peserta kembali ke daerah masing-masing. Bagi Kota Sorong, pengalaman dan gagasan yang diperoleh dari pertemuan nasional tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat kegiatan Pramuka dan berbagai program pemberdayaan generasi muda.

Jemima menilai anak-anak Pramuka bukan hanya peserta kegiatan, tetapi merupakan bagian dari generasi penerus yang nantinya akan mengambil peran dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Karena itu, semangat kebersamaan, persatuan dan kreativitas yang diperoleh selama Jamnas XII diharapkan dapat terus dibawa ke Kota Sorong.

Harapan kami, dari kegiatan ini muncul gagasan dan pemikiran baru untuk kemajuan Kota Sorong. Anak-anak Pramuka harus terus didorong agar berani berekspresi, berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tegas Jemima.

Jamnas XII Gerakan Pramuka akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan nasional. Bagi peserta dan para pendamping dari daerah, termasuk Kota Sorong, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, memperluas wawasan serta membangun komitmen bersama dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang tangguh, mandiri, kreatif dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.