Pikiran merdeka.com Jakarta 14/8/2026— Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Ribuan anggota Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, dalam kegiatan yang berlangsung pada 13–20 Agustus 2026.
Salah satu pejabat daerah yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, S.H., M.Si. Ia hadir bersama rombongan dari Provinsi Papua Barat Daya untuk memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
Menurut Adolof Kambuaya, Jambore Nasional bukan sekadar kegiatan perkemahan atau pertemuan anggota Pramuka dari berbagai daerah. Lebih dari itu, Jamnas merupakan wadah yang mempertemukan anak-anak bangsa dari berbagai latar belakang, daerah, budaya dan karakter dalam satu semangat kebangsaan.
Jambore ini merupakan wujud menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Ini merupakan perekat bangsa. Hikmahnya, anak-anak dari seluruh nusantara bisa berada di Jambore ini dan bertemu dalam satu kebersamaan,” jelas Adolof Kambuaya.
Ia menilai pertemuan generasi muda dari seluruh Indonesia di dalam satu kegiatan memberikan pengalaman berharga. Para peserta dapat mengenal keberagaman Indonesia secara langsung, sekaligus belajar menghargai perbedaan dan membangun persahabatan tanpa melihat latar belakang daerah.
Bagi Provinsi Papua Barat Daya, keikutsertaan dalam Jamnas XII juga menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda.
Adolof menjelaskan, Provinsi Papua Barat Daya memiliki enam kabupaten/kota, sehingga keberagaman masyarakat di wilayah tersebut juga menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter generasi muda.
Dari Papua Barat Daya ada enam kabupaten/kota dan provinsi. Harapan kita, kita terus menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Pramuka harus mampu mempererat dan menyatukan perbedaan,” ujarnya.
Pramuka Menjadi Perekat Keberagaman
Adolof Kambuaya menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai disiplin, gotong royong, kepemimpinan, kemandirian dan kepedulian terhadap sesama yang diajarkan dalam kegiatan Pramuka dinilai sangat relevan untuk menghadapi tantangan generasi muda saat ini.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara besar dengan keberagaman suku, budaya, bahasa dan kondisi geografis. Karena itu, diperlukan ruang yang dapat mempertemukan generasi muda dari berbagai daerah agar mereka memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah.
Pramuka yang bisa mampu mempererat dan menyatukan perbedaan. Anak-anak kita harus diberikan ruang untuk saling mengenal, saling menghargai dan membangun persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” katanya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh para peserta selama mengikuti Jamnas dapat dibawa kembali ke daerah masing-masing dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengapresiasi Buperta Cibubur
Dalam kesempatan tersebut, Adolof juga menyinggung keberadaan kawasan Buperta Cibubur yang selama ini menjadi salah satu pusat kegiatan kepanduan dan pembinaan generasi muda.
Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap pemikiran jangka panjang Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, yang menurutnya telah memikirkan pentingnya menyediakan kawasan khusus untuk kegiatan Pramuka dan pembinaan generasi muda.
Bagaimana Presiden ke-2 kita, Soeharto, bisa memikirkan hal yang panjang dengan membuka kawasan Pramuka ini di Buperta Cibubur. Ini sesuatu yang sangat baik karena tempat seperti ini menjadi ruang bagi anak-anak bangsa untuk bertemu, belajar dan membangun persaudaraan,” ujar Adolof.
Menurutnya, keberadaan Buperta Cibubur memberikan manfaat besar karena dapat menjadi tempat berkumpulnya generasi muda dari berbagai daerah. Kegiatan seperti Jamnas, lanjut dia, tidak hanya membangun kemampuan peserta secara pribadi, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan negara.
Jamnas XII Diikuti Sekitar 25.000 Peserta
Jambore Nasional XII Gerakan Pramuka 2026 berlangsung di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 25.000 peserta dari 35 provinsi di seluruh Indonesia.
Pembukaan Jamnas XII dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 dan dihadiri sejumlah pejabat serta jajaran Gerakan Pramuka.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan pentingnya dukungan lintas kementerian dan lembaga terhadap pengembangan Gerakan Pramuka. Menurut Erick, Kwartir Nasional membutuhkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kerja sama tersebut diperlukan untuk menyusun dan menyesuaikan kurikulum Pramuka agar semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda dan tantangan masa depan.
Erick juga menekankan pentingnya pembinaan generasi muda dalam mewujudkan target Indonesia menuju 2045.
Ya kita berharap 2045 seperti tadi harapan Pak Presiden, Generasi Emas itu bisa kita wujudkan betul-betul real, terwujud Generasi Emas itu,” kata Erick.
Pendidikan Karakter Tidak Terpisahkan dari Pramuka
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso juga menegaskan bahwa pembentukan karakter melalui Gerakan Pramuka merupakan bagian penting dalam pendidikan generasi muda.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam ruang kelas. Generasi muda juga membutuhkan pengalaman langsung melalui kegiatan sosial, kerja sama kelompok, kepemimpinan, kedisiplinan dan kegiatan yang membangun kemandirian.
Dalam konteks tersebut, Jamnas menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Bagi Adolof Kambuaya, semangat tersebut sejalan dengan tugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Ia berharap generasi muda Papua Barat Daya dapat terus mengambil bagian dalam kegiatan nasional, termasuk kegiatan Gerakan Pramuka, sehingga memiliki wawasan kebangsaan yang semakin kuat.
Harapan kita sederhana, anak-anak kita terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka harus memahami bahwa kita berbeda-beda tetapi tetap satu sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.
Papua Barat Daya Dukung Generasi Emas 2045
Adolof menambahkan bahwa pembinaan generasi muda harus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah, sekolah, keluarga dan organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab bersama dalam membentuk generasi yang memiliki karakter kuat.
Ia menilai Gerakan Pramuka dapat menjadi salah satu sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia sekolah.
Kegiatan Jamnas XII, menurutnya, juga memberikan pesan bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman yang harus dirawat bersama.
Anak-anak dari Papua Barat Daya datang ke sini bukan hanya untuk mengikuti kegiatan Jambore, tetapi juga membawa semangat daerah dan belajar dari saudara-saudara kita dari seluruh Indonesia. Dari sinilah persatuan itu semakin kuat,” ungkapnya.
Ia berharap semangat persaudaraan yang terbangun selama Jamnas tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Para peserta diharapkan kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pengalaman, pengetahuan dan nilai-nilai persatuan untuk diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Jamnas XII Gerakan Pramuka 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda nasional kepanduan, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang membangun sumber daya manusia Indonesia yang mandiri, berkarakter, berwawasan kebangsaan dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Bagi Provinsi Papua Barat Daya, kehadiran dalam Jambore Nasional menjadi bukti bahwa semangat persatuan dan kesatuan harus terus dijaga dari generasi ke generasi. Pramuka diharapkan tetap menjadi salah satu perekat bangsa yang mampu menyatukan perbedaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(jfr)