Dokter Menyapa Lewat Nada, Menyentuh Lewat Karya

Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Cabang Jakarta Raya (PAPDI JAYA) kembali menunjukkan komitmen nyata bagi kesehatan dan kepedulian sosial masyarakat melalui karya seni yang berlangsung di Umar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta pada Minggu, 1 November 2026.

PAPDI JAYA tahun ini menyelenggarakan Resital Musik dan Pameran Fotografi Amal bertajuk “Harmoni untuk Nusantara – Untaian Karya dalam Nada dan Lensa”. Tradisi tahunan ini menjadi wujud kepedulian para praktisi medis. Pada gelaran tahun ini menampilkan 20 lebih judul lagu klasik dengan iringan musik dominan saksofon.

Ketua PAPDI JAYA, dr. Muhadi, Sp.PD, menegaskan bahwa perhelatan seni ini tak sekadar hiburan, melainkan wadah menjaga keseimbangan hidup dokter di tengah padatnya jadwal pelayanan sekaligus wujud nyata dedikasi sosial.

Dikatan bahwa, konser seni ini adalah penyeimbang kehidupan dokter di sela rutinitas melayani pasien. Selain bekerja sebagai dokter, kami juga butuh suasana lain sebagai ruang hobi, karna banyak juga dokter mahir berkesenian baik musik maupun bernyanyi.

dr. Muhadi mengungkapkan, tahun ini, perhelatan dibuat semakin megah dengan menyatukan dua cabang seni sekaligus: alunan nada dan seni fotografi.

“Di tengah kesibukan melayani pasien, puluhan dokter kembali bersatu padu menyumbangkan karya lagu serta hasil karya lensa terbaik mereka demi misi kemanusiaan,” terangnya.

dr. Muhadi menyebut, untuk perhelatan seni dalam bentuk konser amal kali ini panitia menyiapkan kapasitas 400 kursi lebih dengan keterisian hampir 90 persen.

“Acara konser amal berbasis seni ini di isi oleh lintas para dokter lintas profesi seperti: dokter bedah, dokter anak, dokter gigi, dokter jantung, dokter THT, dokter umum dan lain-lain. Sementara penonton terbuka untuk umum,” urainya.

dr. Muhadi juga mengatakan, bahwa seluruh hasil penjualan tiket, lelang karya fotografi, hingga donasi yang terkumpul sepanjang perhelatan akan dialokasikan penuh untuk mendanai aksi sosial berkelanjutan bertajuk “PAPDI Jaya Peduli Panti.”

“Salah satunya adalah penyaluran dana dan pelatihan di Panti Sosial Tresna Werdha 3 Cilandak, Jakarta,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, ketua Panitia Resital Musik dan Pameran Fotografi Amal PAPDI JAYA, dr. Anastasia Asylia Dinakrisma, SpPD, K-Ger, FINASIM mengatakan, bahwa Harmoni Untuk Nusantara adalah Wadah Aktualisasi Diri Dokter untuk Negeri

Ia katakan, PAPDI Jaya secara rutin menyelenggarakan acara karya seni musik karena ternyata dokter-dokter itu mempunyai talenta terpendam di bidang musik.

“Kita dari PAPDI Jaya melihat itu dan menjadikan suatu wadah untuk aktualisasi diri. Tetapi kita kemas, bagaimana kalau aktualisasi diri itu kita buat dalam sesuatu karya yang bermakna. Jadi kita buat dalam satu resital dan hasilnya untuk amal,” katanya.

Ia menegaskan, dokter tidak hanya berkutat pada kegiatan mengobati orang, belajar, penelitian, dan pelayanan, tetapi juga ingin berbuat sesuatu yang berbeda.

“Harmoni karena dari berbagai macam dokter, bukan sama sekali profesional musik tapi kita bersatu dalam harmoni untuk membuat suasana yang berbeda,” tutupnya.

Kontributor: Amhar Batu AttoZ