Hadirnya dr. Teguh Tanuwidjaja dan Wamenkes Perkuat Posisi Indonesia di ISWAM 2025

Des 12, 2025

Pikiranmerdeka.com, Tangerang – Indonesia kembali menegaskan pengaruhnya di panggung estetika internasional melalui penyelenggaraan 3rd ISAM Annual Meeting 2025 dan 16th International Symposium & Workshop in Aesthetic Medicine (ISWAM) di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Ajang tahunan yang dihimpun International Society of Aesthetic Medicine (ISAM) ini mendapat sorotan publik setelah Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K) hadir langsung
meninjau rangkaian kegiatan.

Wamenkes Turun Langsung: Sinyal Dukungan Pemerintah

Kehadiran Wamenkes menjadi penanda kuat dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan industri estetika medis nasional.

Ia meninjau seminar ilmiah hingga booth industri estetika, termasuk teknologi perangkat medis, skincare, dan produk anti-aging. Perhatian pemerintah dinilai memberi energi baru bagi pelaku industri.

“Ini memberi dorongan tersendiri karena kami merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Andreas Takarianto, Manager PT. Pharmindo Rimpang Kokoh.

ISWAM 2025 sendiri diikuti lebih dari 200 pakar internasional dan delegasi dari 44 negara, menjadikannya salah satu forum estetika medis terbesar di Asia.

Agenda Strategis di Bawah Kepemimpinan dr. Teguh Tanuwidjaja

Sebagai Presiden ISAM, dr. Teguh Tanuwidjaja menegaskan bahwa 2025 merupakan tahun paling progresif bagi ISAM, seiring bertambahnya negara Presidency menjadi 44. Di bawah
kepemimpinannya, ISAM menetapkan empat agenda strategis:

  1. Implementasi ISWAM di seluruh negara Presidency
  2. Penyetaraan Credit Units yang mengikuti standar CME/CPD
  3. Program pertukaran profesor internasional
  4. Ekspansi National Chapters ISAM hingga tingkat regional

“Rangkaian agenda ini memperkuat posisi Indonesia sebagai penggerak standar global estetika dan anti-aging,” pungkas dr. Teguh Tanuwidjaja.

ISWAM 2025 juga mencatat tingginya minat peserta pada program edukasi seperti Cadaver Dissection, Anatomy Lab, Live Injection Demo, serta sesi teknologi estetika terkini.

Duta Besar dari Berbagai Negara Hadir: Penguatan Soft Diplomacy

Tahun ini ISWAM menjadi ruang penting bagi diplomasi ilmu pengetahuan. Sejumlah duta besar negara sahabat turut hadir, antara lain Dubes Malaysia, Dubes Serbia, Dubes Ekuador, dan Dubes Uruguay.

Kehadiran mereka membuka peluang kolaborasi baru di bidang pendidikan
medis, riset, hingga industri estetika.

Perhatian para diplomat tersebut menunjukkan bahwa standar kompetensi estetika yang dikembangkan ISAM—dipimpin Indonesia—mulai menjadi acuan global.

Indonesia Menuju Hub Estetika dan Health–Aesthetic Tourism Asia

PERDESTI memperkuat ekosistem melalui kurikulum berbasis evidence-based medicine dan pelatihan kompetensi nasional.

Ketua Umum PERDESTI, Hendry Hartono, menegaskan pentingnya peningkatan keterampilan dokter untuk menghadapi persaingan internasional.

Dalam sesi ilmiah, dr. Teguh menilai Indonesia memiliki peluang besar memimpin sektor health–aesthetic tourism di Asia.

“Indonesia siap bersaing dengan Korea, Thailand, dan Vietnam karena kita punya keunggulan medis, budaya, dan kekuatan riset,” ujarnya.

Perkembangan Aesthetic Genitalia Jadi Sorotan

ISWAM 2025 turut menyoroti tren global aesthetic genitalia, termasuk:

  • Teknologi kombinasi benang dan hyaluronic acid untuk perempuan, hasil kolaborasi
    Indonesia–Argentina
  • Teknik non-bedah berbasis injeksi temporary untuk pria, yang dinilai lebih aman dan sesuai riset mutakhir

Sesi Digital bersama Atta Halilintar

Forum ini juga menghadirkan sesi digital bersama Atta Halilintar dan dr. Teguh mengenai citra profesional di era media sosial.

Sesi tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta, termasuk dr. Ajay Irawan, Dipl.AAAM., AIFMO-P dari Teta Aesthetic Clinic.

Menegaskan Poros Estetika Dunia

ISAM dan PERDESTI menetapkan tiga langkah besar ke depan:

  1. Penyelenggaraan ISWAM nasional di seluruh negara Presidency
  2. Implementasi International Credit Point System
  3. Pembentukan lembaga pengampu Aesthetic Anti-Aging Medicine dengan standar kurikulum global

Dengan dukungan pemerintah, kepemimpinan ilmiah dr. Teguh Tanuwidjaja, dan keterlibatan para duta besar, Indonesia semakin mantap memosisikan diri sebagai salah satu poros estetika dan anti-aging paling berpengaruh di Asia Pasifik.

Kontributor : Amhar