Ket gambar: Menteri LH Jumhur Hidayat, didampingi Istri, Putra-Putri dan Dr. Syahganda Nainggolan, jelang pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta (27/4/2026).
Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan komitmennya untuk tetap bersama kaum buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 mendatang. Meski baru saja dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup (27/4), Jumhur memastikan dirinya akan memimpin langsung konvoi puluhan ribu buruh di Jakarta dengan mengendarai sepeda motor.
Menurut Jumhur, rencananya sekitar 40 ribu buruh akan mengikuti konvoi tersebut menuju pusat perayaan May Day di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Baginya, jabatan baru sebagai menteri tidak mengubah kedekatannya dengan perjuangan para pekerja.
“Hari itu libur, jadi kalau saya benar dilantik, saya tetap akan naik motor memimpin konvoi dari Jakarta bersama sekitar 40 ribu buruh,” ujar Jumhur, Selasa (28/4/2026).
Sebagai aktivis buruh yang kini dipercaya masuk ke dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Jumhur menegaskan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan aspirasi pekerja, baik dari dalam pemerintahan maupun di tengah masyarakat.
Perayaan May Day tahun ini, menurut Jumhur, tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga momentum untuk merayakan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin berpihak kepada kaum buruh. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melalui Keputusan Presiden.
Selain itu, Jumhur juga menaruh perhatian serius pada upaya penataan ulang sistem tenaga alih daya atau outsourcing. Ia berharap regulasi ketenagakerjaan ke depan dapat semakin adil, manusiawi, dan memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi para pekerja di seluruh Indonesia.
Di tengah amanah barunya sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur menyadari tantangan besar yang menanti. Ia menyebut persoalan sampah sebagai salah satu prioritas utama yang harus segera ditangani secara serius dan berkelanjutan.
“Persoalan sampah menjadi tantangan yang paling nyata di depan mata. Selain itu, kita juga harus terus mengikuti perkembangan berbagai isu lingkungan dan komitmen internasional secara bertahap,” jelasnya.
Dukungan dari berbagai serikat buruh terhadap pengangkatan Jumhur sebagai menteri menjadi bukti kuat bahwa sosoknya tetap dipercaya sebagai representasi kepentingan pekerja di tingkat nasional. Dengan latar belakang aktivisme yang panjang, Jumhur diharapkan mampu menjembatani kepentingan lingkungan hidup, dunia usaha, dan kesejahteraan kaum buruh secara seimbang.
May Day 2026 pun diperkirakan akan menjadi momen bersejarah, ketika seorang menteri aktif turun langsung ke jalan, memimpin konvoi bersama puluhan ribu buruh, sekaligus menegaskan bahwa pengabdian kepada rakyat tidak mengenal batas jabatan.
(Agt/PM)