Pikiran merdeka.com.Jakarta – Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) transmigran di 154 kawasan transmigrasi melalui tiga program utama dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) tahun 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Mentrans Iftitah dalam kegiatan Diseminasi Hasil Riset dan Rekomendasi Kebijakan Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2025 yang digelar di Hotel Grand Melia, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
“Hasil riset dari Tim Ekspedisi Patriot ini akan menjadi dasar program kerja transmigrasi satu tahun ke depan, bahkan hingga lima tahun mendatang. Kita sudah melakukan perhitungan jika lahan dan kawasan ini diberdayakan secara optimal,” ujar Iftitah.
Ia menjelaskan, Tim Ekspedisi Patriot Bakti Nusantara merupakan implementasi langsung dari temuan riset di lapangan sepanjang 2025. Riset tersebut mengungkap sejumlah tantangan di kawasan transmigrasi, seperti keterbatasan akses air bersih, infrastruktur dasar, pendidikan, serta kebutuhan sosial ekonomi lainnya.
Melalui program tersebut, Kementerian Transmigrasi melibatkan civitas akademika untuk mendampingi masyarakat dan memperkuat pelaksanaan program transmigrasi berbasis data dan sains. Selain itu, Tim Ekspedisi Patriot Investasi Nusantara juga difokuskan pada pemilihan lokasi-lokasi utama yang memiliki potensi investasi tinggi.
“Jika infrastrukturnya dilengkapi, kita bisa menghitung seberapa besar peningkatan produktivitas, seberapa banyak lapangan kerja yang tercipta, serta seberapa besar dunia usaha masuk dan berinvestasi,” katanya.
Selain penguatan infrastruktur dan investasi, Kementrans juga meluncurkan program Beasiswa Patriot bagi mahasiswa jenjang magister (S2). Program ini memiliki tiga lokus utama, yakni Rempang untuk wilayah Indonesia Barat, Mamuju untuk Indonesia Tengah, dan Salor untuk Indonesia Timur.
“Penerima beasiswa direncanakan sebanyak 200 orang di wilayah Barat, 200 orang di Tengah, dan 600 orang di Timur. Seluruh peserta akan terdaftar di tujuh perguruan tinggi yang tergabung dalam TEP 2025,” ungkap Iftitah.
Ia menambahkan, penerima beasiswa diharapkan terlibat langsung dengan masyarakat di kawasan transmigrasi. Skema pendidikan dirancang selama 10 bulan perkuliahan, dilanjutkan dengan 20 bulan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pembangunan kawasan transmigrasi berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kawasan ekonomi transmigrasi berbasis riset dan data. Menurutnya, pemetaan potensi di 154 kawasan transmigrasi dapat mempercepat lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
“Transmigrasi adalah harapan baru bagi ekonomi daerah, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun investasi. Ini mendorong berbagai kalangan untuk mengembangkan ekonomi lokal melalui inovasi produk yang menjadi keunggulan daerah,” ujar Arif.
Ia menilai, konsep transmigrasi saat ini telah bergeser dari sekadar pemindahan penduduk menjadi pengembangan kawasan ekonomi berbasis potensi lokal. Program Tim Ekspedisi Patriot 2025 yang merupakan bagian dari Program Trans Patriot Kementerian Transmigrasi dinilai mampu mendorong kualitas SDM transmigran sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Mentrans Iftitah Komitmen Tingkatkan Kualitas SDM di 154 Kawasan Transmigrasi lewat TEP 2026