Pikiranmerdeka.com, Jakarta – PT MRT Jakarta (Perseroda) menyelenggarakan Forum Jurnalis sebagai wadah diskusi, pertukaran informasi, dan penguatan sinergi antara perusahaan dengan insan media terkait perkembangan transportasi publik dan pembangunan perkotaan di Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung di Breakout Room Lantai 22 Wisma Nusantara, Jalan Pasar Blora No. 24 Blok F1, Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026), menghadirkan jajaran direksi MRT Jakarta serta Kepala Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta.
Forum Jurnalis MRT Jakarta menjadi sarana bagi perusahaan untuk menyampaikan perkembangan berbagai proyek strategis transportasi publik, sekaligus memberikan gambaran mengenai peran dan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah dalam mendukung pembangunan Jakarta menuju kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Setelah sesi diskusi dan pemaparan materi, para jurnalis juga diajak melakukan kunjungan lapangan ke area pembangunan Extended Concourse Stasiun Bundaran HI untuk melihat secara langsung progres pembangunan fasilitas pendukung layanan MRT Jakarta.
Dalam paparannya, Syaefulloh Hidayat menjelaskan bahwa BUMD memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017, BUMD didirikan untuk turut melaksanakan pembangunan dan perekonomian daerah guna memenuhi kebutuhan masyarakat menuju kesejahteraan yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan utama pendirian BUMD mencakup tiga aspek penting, yaitu memberikan manfaat bagi perekonomian daerah, menyediakan barang dan jasa yang berkualitas bagi masyarakat, serta menghasilkan laba atau keuntungan yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah daerah.
“Oleh karena itu, keberadaan BUMD tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga menjalankan fungsi pelayanan publik dan pembangunan ekonomi, ” jelasnya.
Syaefulloh Hidayat juga memaparkan visi pembangunan Jakarta periode 2025-2029 yaitu mewujudkan Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menyejahterakan seluruh warganya.
“Untuk mendukung visi tersebut, terdapat lima misi utama yang menjadi arah pembangunan daerah, yakni mewujudkan masyarakat maju dan sejahtera, membangun pusat ekonomi inovatif dan berdaya saing, mewujudkan manajemen kota yang akuntabel dan responsif, menghadirkan ruang kota yang layak huni dan berkelanjutan, serta memperkuat konektivitas dan sinergi kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut dipaparkan pula berbagai capaian BUMD yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di sektor transportasi, MRT Jakarta telah melayani sekitar 46 juta pelanggan hingga akhir 2025.
Sementara itu, Transjakarta mencatat lebih dari 413 juta pelanggan dan LRT Jakarta melayani sekitar 13 juta pelanggan. Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik sebagai pilihan utama mobilitas perkotaan.
Pada sektor pariwisata, kawasan Ancol berhasil mencatat sekitar 13,4 juta pengunjung. Di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, terdapat sekitar 5,2 juta UMKM yang mendapatkan dukungan penjaminan melalui Jamkrida Jakarta. Selain itu, terdapat 142 pasar aktif yang terus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat serta cakupan layanan air bersih yang telah menjangkau sekitar 80 persen wilayah pelayanan.
Lebih lanjut, BP BUMD Provinsi DKI Jakarta terus mendorong penguatan tata kelola perusahaan melalui berbagai program transformasi pembinaan BUMD.
Fokus utama transformasi tersebut meliputi pencegahan korupsi, penguatan manajemen risiko, implementasi Good Corporate Governance (GCG), monitoring tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat dan BPKP, pengawasan tindak lanjut rapat pimpinan, evaluasi pelaksanaan rekomendasi, monitoring realisasi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), pengukuran kinerja berbasis Key Performance Indicator (KPI), hingga sistem remunerasi yang lebih profesional.
Dalam arah kebijakan BUMD ke depan, BP BUMD menetapkan sejumlah prioritas strategis, yaitu meningkatkan kesehatan dan tata kelola perusahaan, menciptakan pengurusan yang unggul dan profesional, memperkuat sinergi antarperusahaan, meningkatkan produktivitas melalui kemitraan strategis
Selain itu, BP BUMD juga mendorong inovasi dan diferensiasi bisnis, memperkuat struktur permodalan melalui berbagai skema pembiayaan, serta membuka peluang penawaran saham perdana atau IPO bagi BUMD yang telah memenuhi persyaratan.
Khusus pada sektor transportasi, BP BUMD terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan jaringan MRT Jakarta sebagai salah satu proyek transportasi massal paling strategis di Indonesia.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui sinergi antar-BUMD dalam penyediaan lahan untuk pembangunan depo MRT Fase 2A, dukungan pembiayaan melalui Bank Jakarta, serta berbagai fasilitasi yang diperlukan guna mempercepat pelaksanaan proyek.
Syaefulloh Hidayat menjelaskan bahwa pengembangan MRT Jakarta tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sarana transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi kawasan perkotaan berbasis Transit Oriented Development (TOD).
“Salah satu contoh sinergi tersebut adalah pengembangan kawasan TOD Dukuh Atas yang melibatkan kerja sama berbagai BUMD dalam aspek pembiayaan, pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan, dan penyediaan layanan publik,” imbuhnya
Selain mendukung proyek MRT Jakarta, BP BUMD juga terus memfasilitasi kebutuhan pembiayaan perbankan, investasi, pengembangan bisnis, serta promosi aset strategis BUMD agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menyampaikan bahwa keterbukaan informasi kepada publik menjadi bagian penting dalam pembangunan transportasi modern. Melalui Forum Jurnalis, MRT Jakarta berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat mengenai perkembangan proyek, layanan, serta berbagai program strategis yang sedang dijalankan perusahaan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan transportasi publik tidak hanya bergantung pada aspek teknis dan infrastruktur, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat, media, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, hubungan yang baik dengan insan media menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman publik terhadap manfaat transportasi massal bagi masa depan Jakarta.
Kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungan ke lokasi pembangunan Extended Concourse Stasiun Bundaran HI. Dalam kunjungan tersebut, para jurnalis memperoleh penjelasan mengenai progres pembangunan, fungsi fasilitas yang sedang dibangun, serta manfaat yang akan dirasakan pengguna MRT Jakarta setelah proyek tersebut selesai.
Extended Concourse Stasiun Bundaran HI dirancang untuk meningkatkan kapasitas penumpang, memperlancar sirkulasi pengguna, memperkuat konektivitas kawasan transit, serta meningkatkan kenyamanan masyarakat yang menggunakan layanan MRT Jakarta setiap hari.
Melalui forum ini, MRT Jakarta dan BP BUMD Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi massal, serta mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang modern, terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
Kontributor : Amhar Batu AttoZ