Pikiran merdeka.com TANGERANG 7-10 Oktober 2026 – Rumah Sakit Umum Charitas Hospital Palembang berhasil meraih penghargaan juara II (dua) dalam kategori Leadership and Management pada ajang PERSI-MAKERSI Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya rumah sakit dalam mengembangkan kepemimpinan, meningkatkan efektivitas manajemen, serta mendorong inovasi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan.
Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian penutupan Seminar Nasional XXII, Seminar Tahunan Patient Safety XX, dan Hospital Expo XXXVIII yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Direktur Utama RS Umum Charitas Hospital Palembang, dr. Antonius Yudianto, MARS, MH, FISQua, menjelaskan bahwa capaian juara II dalam kategori Leadership and Management tersebut berkaitan dengan upaya rumah sakit dalam menciptakan sistem pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efisien melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.
Menurut Antonius, rumah sakit menghadapi tantangan untuk memberikan pelayanan kepada pasien dalam jumlah yang besar, sementara kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya perawat, harus dikelola secara efektif agar pelayanan tetap berjalan optimal.
Penghargaan ini menjadi salah satu bentuk pengakuan atas upaya rumah sakit dalam menciptakan manajemen yang efisien, terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia. Kami berupaya melakukan inovasi agar kebutuhan tenaga perawat dapat dikelola secara lebih efektif, sejalan dengan tingginya kebutuhan pelayanan pasien,” jelas dr. Antonius Yudianto.
Ia menuturkan, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung efektivitas pengelolaan tenaga keperawatan. Melalui inovasi yang tepat, rumah sakit diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya manusia tanpa mengurangi mutu pelayanan yang diberikan kepada pasien.
Menurutnya, efisiensi bukan semata-mata berkaitan dengan pengurangan kebutuhan tenaga kerja, melainkan bagaimana rumah sakit dapat mengatur sumber daya yang tersedia secara tepat, meningkatkan produktivitas, dan memastikan pelayanan tetap memenuhi standar mutu.
Dengan pengelolaan yang lebih efektif, tenaga perawat dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pelayanan, sehingga rumah sakit mampu menghadapi tingginya jumlah pasien sekaligus menjaga kualitas layanan kesehatan.
Teknologi Menjadi Pendukung Efisiensi Pelayanan
Dr. Antonius Yudianto menegaskan bahwa perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi rumah sakit untuk memperbaiki sistem manajemen dan meningkatkan efektivitas operasional.
Penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit dapat membantu proses pengelolaan sumber daya manusia, mendukung koordinasi pelayanan, serta meningkatkan efektivitas kerja tenaga kesehatan.
Ia berharap perkembangan teknologi ke depan dapat semakin membantu rumah sakit dalam mengelola sumber daya yang dimiliki, termasuk tenaga keperawatan, sehingga pelayanan kepada pasien dapat berjalan lebih efisien dan berkualitas.
Harapan kami, dengan semakin berkembangnya teknologi, rumah sakit dapat semakin efisien dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Dengan demikian, kami bisa mempertahankan mutu pelayanan sekaligus terus memperbaiki kualitas pelayanan itu sendiri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, inovasi manajemen perlu dilakukan secara berkelanjutan agar rumah sakit mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan pelayanan kesehatan. Efisiensi yang dihasilkan dari penerapan teknologi harus tetap diarahkan pada peningkatan mutu, keselamatan pasien, serta kemudahan dalam memberikan pelayanan.
Bagi RS Umum Charitas Hospital Palembang, penghargaan PERSI-MAKERSI Award 2026 menjadi momentum untuk terus memperkuat tata kelola rumah sakit, mengembangkan inovasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan melalui pengelolaan sumber daya yang lebih baik.
PERSI-MAKERSI Award Dorong Peningkatan Mutu Rumah Sakit
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menutup rangkaian Seminar Nasional XXII, Seminar Tahunan Patient Safety XX, dan Hospital Expo XXXVIII pada 10 Oktober 2026 dengan pemberian penghargaan dan penganugerahan PERSI-MAKERSI Award 2026.
Ketua Umum Pengurus Pusat PERSI, dr. Bambang Wibowo, Sp.O.G., SubSp.K.Fm., MARS., FISQua., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pengelolaan rumah sakit, kepemimpinan, kesejahteraan tenaga kesehatan, serta keselamatan pasien.
PERSI-MAKERSI Award 2026 diberikan dalam sejumlah kategori yang mencerminkan berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, termasuk Leadership and Management. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap rumah sakit yang menunjukkan komitmen dalam memperbaiki tata kelola organisasi, mengembangkan inovasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan.
Keberhasilan RS Umum Charitas Hospital Palembang meraih juara II pada kategori tersebut memperlihatkan pentingnya peran kepemimpinan dan manajemen dalam mendukung keberlangsungan pelayanan rumah sakit. Pengelolaan yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan sumber daya manusia, sistem kerja, dan pemanfaatan teknologi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan pasien.
Melalui penghargaan ini, rumah sakit diharapkan semakin terdorong untuk melakukan evaluasi dan pembaruan dalam pengelolaan organisasi, sehingga mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Artifisial
Seminar Nasional XXII, Seminar Tahunan Patient Safety XX, dan Hospital Expo XXXVIII berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, dengan mengangkat tema “Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Artifisial”.
Tema tersebut mencerminkan tantangan sekaligus peluang yang dihadapi rumah sakit di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Kemajuan teknologi membuka kesempatan bagi institusi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, memperkuat sistem informasi, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan.
Namun, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penerapan teknologi terbaru. Rumah sakit juga dituntut memiliki tata kelola yang baik, sumber daya manusia yang kompeten, serta sistem perlindungan data dan privasi pasien yang memadai.
Pemanfaatan teknologi harus tetap memperhatikan etika profesi, prinsip kemanusiaan, dan keselamatan pasien. Teknologi diharapkan menjadi instrumen pendukung yang memperkuat pelayanan berpusat pada pasien atau patient-centered care, bukan menggantikan sentuhan kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
Dalam konteks tersebut, kepemimpinan rumah sakit memiliki peran strategis untuk memastikan bahwa setiap inovasi diterapkan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat nyata bagi pasien maupun tenaga kesehatan.
Hospital Expo XXXVIII Perkenalkan Inovasi Teknologi Kesehatan
Selain menjadi forum pertemuan dan pertukaran pengetahuan bagi para pemangku kepentingan di bidang kesehatan, Hospital Expo XXXVIII juga menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai inovasi teknologi, perangkat kesehatan, sistem informasi, dan solusi digital yang dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
Pameran ini memberikan kesempatan bagi rumah sakit, tenaga kesehatan, pelaku industri alat kesehatan, serta penyedia solusi teknologi untuk melihat perkembangan produk dan sistem yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan modern.
Bagi pengelola rumah sakit, perkembangan tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan inovasi yang tepat, baik dari sisi kebutuhan operasional, kemampuan organisasi, maupun standar keselamatan pasien.
Penerapan teknologi juga perlu disertai evaluasi secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata, terutama dalam meningkatkan efisiensi, ketepatan pelayanan, dan pengalaman pasien tanpa mengabaikan aspek keamanan serta perlindungan data pribadi.
Komitmen Mempertahankan dan Meningkatkan Mutu Pelayanan
Penganugerahan PERSI-MAKERSI Award 2026 menjadi momentum bagi rumah sakit di Indonesia untuk terus memperkuat budaya mutu, meningkatkan efektivitas manajemen, serta mengembangkan inovasi sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Bagi RS Umum Charitas Hospital Palembang, capaian juara II kategori Leadership and Management diharapkan menjadi dorongan untuk terus mengembangkan sistem pengelolaan sumber daya manusia yang efisien melalui pemanfaatan teknologi.
Sebagaimana disampaikan dr. Antonius Yudianto, tantangan pelayanan kesehatan ke depan membutuhkan kemampuan rumah sakit dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, sekaligus memastikan bahwa efisiensi tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada pasien.
Dengan pengelolaan yang semakin baik, inovasi yang berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi secara tepat, rumah sakit diharapkan mampu mempertahankan standar mutu serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kepemimpinan dan manajemen yang efektif merupakan bagian penting dalam membangun rumah sakit yang adaptif terhadap perubahan, tangguh menghadapi tantangan, serta tetap menempatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.
Ringkas bagian yang berulang
Perkuat lead dengan fakta utama
Rapikan konsistensi nama rumah sakit.(jfr)