Pikiran merdeka.com TANGERANG 7-10 Oktober 2026 – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menutup rangkaian Seminar Nasional XXII, Seminar Tahunan Patient Safety XX, dan Hospital Expo XXXVIII dengan pemberian penghargaan serta penganugerahan PERSI-MAKERSI Award 2026 pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Ketua Umum Pengurus Pusat PERSI, dr. Bambang Wibowo, Sp.O.G., SubSp.K.Fm., MARS., FISQua., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pengelolaan rumah sakit, kepemimpinan, kesejahteraan tenaga kesehatan, serta keselamatan pasien.
PERSI-MAKERSI Award 2026 diberikan dalam sejumlah kategori yang mencerminkan berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Di antaranya kategori Leadership and Management, Healthcare Workers Wellbeing, Clinical Quality and Patient Safety, serta Poster Favorite. Selain itu, terdapat sejumlah kategori penghargaan lainnya yang menjadi bagian dari apresiasi terhadap upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
Penganugerahan tersebut menjadi momentum untuk memberikan pengakuan kepada rumah sakit maupun insan pelayanan kesehatan yang menunjukkan komitmen dalam mengembangkan tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan, memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan, dan mengutamakan keselamatan pasien.
Melalui penghargaan ini, diharapkan semakin banyak rumah sakit di Indonesia yang terdorong untuk menghadirkan inovasi, memperkuat budaya mutu, serta membangun sistem pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Artifisial
Seminar Nasional XXII, Seminar Tahunan Patient Safety XX, dan Hospital Expo XXXVIII berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Artifisial”.
Tema ini merefleksikan dinamika transformasi pelayanan kesehatan yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun global. Kemajuan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) membuka peluang bagi rumah sakit untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, memperkuat sistem informasi, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Namun, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penerapan teknologi. Rumah sakit juga dituntut membangun tata kelola yang baik, menjaga keamanan data dan privasi pasien, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Penerapan inovasi digital harus tetap memperhatikan etika profesi, prinsip kemanusiaan, dan keselamatan pasien. Teknologi seharusnya menjadi instrumen yang memperkuat pelayanan berpusat pada pasien atau patient-centered care, bukan menggantikan sentuhan kemanusiaan yang menjadi inti pelayanan kesehatan.
Dalam konteks tersebut, kepemimpinan rumah sakit memiliki peran penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan inovasi teknologi diterapkan secara bertanggung jawab, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi pasien maupun tenaga kesehatan.
Hospital Expo XXXVIII Hadirkan Inovasi Teknologi Kesehatan
Selain menjadi forum pertemuan dan pertukaran pengetahuan bagi para pemangku kepentingan di bidang kesehatan, Hospital Expo XXXVIII juga menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai inovasi teknologi, perangkat kesehatan, sistem informasi, dan solusi digital yang mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia.
Pameran ini memberikan kesempatan bagi rumah sakit, tenaga kesehatan, pelaku industri alat kesehatan, serta penyedia solusi teknologi untuk melihat perkembangan produk dan sistem yang dapat mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan modern.
Kehadiran berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan pengelola rumah sakit dalam menentukan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan, kemampuan organisasi, serta standar keselamatan pasien.
Pemanfaatan teknologi juga perlu disertai evaluasi yang berkelanjutan agar penerapannya benar-benar meningkatkan efisiensi, ketepatan pelayanan, dan pengalaman pasien tanpa mengabaikan aspek keamanan maupun perlindungan data pribadi.
Mendorong Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien
Penyelenggaraan Seminar Nasional XXII, Seminar Tahunan Patient Safety XX, dan Hospital Expo XXXVIII menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Sementara itu, PERSI-MAKERSI Award 2026 memberikan penekanan pada pentingnya penghargaan terhadap praktik kepemimpinan, manajemen, kesejahteraan tenaga kesehatan, serta peningkatan mutu klinis dan keselamatan pasien.
Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi rumah sakit untuk terus melakukan evaluasi, memperbaiki sistem pelayanan, dan mengembangkan inovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial, rumah sakit tidak cukup hanya mengadopsi teknologi terbaru. Institusi pelayanan kesehatan juga harus memastikan bahwa setiap inovasi didukung sumber daya manusia yang kompeten, tata kelola yang kuat, perlindungan data yang memadai, dan budaya keselamatan pasien yang konsisten.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada 10 Oktober 2026, PERSI-MAKERSI Award 2026 menjadi salah satu penanda penting dalam mendorong rumah sakit Indonesia agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap menjadikan keselamatan pasien, kualitas pelayanan, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai prioritas utama.
Melalui sinergi antara kepemimpinan, tenaga kesehatan, pengelola rumah sakit, dan industri teknologi kesehatan, rumah sakit di Indonesia diharapkan mampu tumbuh dan tangguh menghadapi era kecerdasan artifisial serta memberikan pelayanan yang semakin bermutu, aman, dan berorientasi pada pasien.(jfr)