Hari ini, Jumat, 1 Mei 2026, adalah hari istimewa, hari ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala memperkenankan Bang Hariman menapaki satu lagi tangga kehidupan. Secara umum menyebutnya “Happy Birthday”. Namun bagi seorang pejuang, maknanya jauh lebih dalam dari perayaan bertambahnya usia.
“Happy Birthday” sesungguhnya pengingat akan “Happy Dead Day”. Setiap tahun yang bertambah sesungguhnya mendekatkan kepada perjumpaan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Usia adalah akumulasi amal, jejak perjuangan, dan warisan nilai yang ditinggalkan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
“Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, pada hari ia meninggal, dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.”
(QS. Maryam: 15) Al-Qur’an
Dan dalam Al-Qur’an, Nabi Isa Alaihissalam berkata:
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari aku dilahirkan, pada hari aku wafat, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
(QS. Maryam: 33) Al-Qur’an
Dua ayat agung ini mengajarkan tiga fase utama keberkahan hidup: saat kelahiran, saat wafat, dan saat dibangkitkan kelak. Maka, ulang tahun adalah momentum untuk mensyukuri nikmat kehidupan sekaligus merenungi tujuan akhir perjalanan.
Meski diusia purna, Bang Hariman Siregar, tetap melekat sosok pejuang tangguh, lurus dalam pendirian, kokoh dalam prinsip, dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, serta keberpihakan kepada rakyat.
Dalam perjalanan panjang bangsa ini, nama Bang Hariman terukir sebagai simbol keberanian moral yang tak lekang oleh waktu.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan. Semoga Bang Hariman semakin istiqamah dalam menegakkan kebenaran, dan terus menjadi lentera bagi generasi penerus bangsa.
Selamat ulang tahun, Bang Hariman. Semoga hari kelahiran ini menjadi wasilah bertambahnya keimanan, keluasan hikmah, dan kemuliaan di sisi Allah. Hingga kelak, pada saat kembali kepada-Nya, Bang Hariman dipanggil dalam keadaan husnul khatimah.
Barakallahu fii umrik, Bang Hariman Siregar.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. Salam Ta’ziem, Eggi Sudjana, salah seorang ikut jadi Pendiri INDEMO di Bandung, 15 Januari 2000.