PT Swadesi Candrasentosa Tampilkan Vaksin untuk Dukung Kesehatan dan Pertumbuhan Ayam di ILDEX Indonesia 2026

Sep 16, 2026

Pikiran merdeka.com  TANGERANG — PT Swadesi Candrasentosa, distributor produk vaksin dan kesehatan hewan, turut ambil bagian dalam ajang pameran ILDEX Indonesia 2026 yang berlangsung pada 16–18 September 2026 di Tangerang.

Keikutsertaan PT Swadesi Gandrasentosa dalam pameran tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan berbagai produk kesehatan hewan kepada para pelaku industri peternakan, khususnya peternak ayam dan perusahaan yang bergerak di sektor perunggasan.

Sales Manager PT Swadesi Candrasentosa, Makmur, menjelaskan bahwa dalam keikutsertaannya di ILDEX Indonesia 2026, perusahaan menampilkan sejumlah produk vaksin yang ditujukan untuk mendukung kesehatan dan produktivitas ayam.

Dalam pameran ini PT Swadesi Candrasentosa menampilkan produk vaksin untuk ayam. Produk ini banyak digunakan oleh para peternak, khususnya pelaku industri perunggasan,” ujar Makmur saat ditemui di sela-sela pameran ILDEX Indonesia 2026, Tangerang, Rabu (16/9/2026).

Menurut Makmur, salah satu produk yang diperkenalkan adalah vaksin Koksi yang digunakan dalam program kesehatan ayam. Penggunaannya berkaitan dengan upaya pencegahan terjadinya gangguan kesehatan pada saluran pencernaan ayam, termasuk kasus berak darah atau yang dikenal oleh peternak sebagai berak merah.

Ia menjelaskan, penggunaan vaksin tersebut telah dikenal di kalangan pelaku usaha perunggasan, baik pada sektor breeding maupun ayam komersial. Dalam penerapannya, terdapat peternak yang menggunakan vaksin toksin maupun vaksin antitoksin sesuai dengan program kesehatan dan kebutuhan masing-masing peternakan.

Untuk vaksin koksi ini kegunaannya untuk mencegah terjadinya berak darah atau berak merah pada ayam. Penggunaannya juga sudah banyak dilakukan oleh para peternak,” jelas Makmur.

Makmur mengatakan, vaksinasi merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan ayam sejak usia dini. Dengan program vaksinasi yang tepat, peternak dapat melakukan langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan yang dapat menghambat pertumbuhan ayam.

Ia menyebutkan, vaksin tersebut dapat diberikan pada ayam sejak usia satu hari hingga sekitar 10 hari. Pemberian pada usia awal tersebut diharapkan dapat membantu membentuk perlindungan pada sistem pencernaan ayam sehingga kesehatan ayam dapat lebih terjaga selama masa pertumbuhan.

Vaksin dapat diberikan pada umur ayam satu sampai 10 hari. Tujuannya agar vaksin dapat memenuhi sistem pencernaan dan membantu mencegah terjadinya kasus yang dapat mengganggu pertumbuhan ayam,” katanya.

Lebih lanjut, Makmur menjelaskan bahwa penggunaan vaksin toksin juga dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan peternak terhadap penggunaan antibiotik.

Menurutnya, saat ini pemerintah tengah mendorong pelaku usaha peternakan untuk mengurangi penggunaan antibiotik secara tidak tepat. Dalam konteks tersebut, penerapan program vaksinasi dan biosekuriti yang baik dapat menjadi bagian dari pendekatan preventif dalam menjaga kesehatan ternak.

Pemerintah sekarang sedang gencar mendorong pencegahan dan pengurangan penggunaan antibiotik. Dengan penggunaan vaksin ini, tentunya sejalan dengan upaya pelaku usaha ternak untuk mengurangi penggunaan antibiotik,” ungkap Makmur.

Ia menambahkan, kesehatan ayam menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan usaha peternakan. Apabila ayam mengalami gangguan kesehatan sejak usia dini, kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan, konsumsi pakan, tingkat kematian, hingga pencapaian bobot badan saat panen.

Karena itu, menurut Makmur, pencegahan melalui vaksinasi menjadi salah satu langkah yang perlu diperhatikan oleh peternak. Vaksinasi tidak hanya berkaitan dengan pencegahan penyakit, tetapi juga menjadi bagian dari manajemen pemeliharaan ayam secara keseluruhan.

Dorong Pertumbuhan Maksimal

Makmur mengatakan, salah satu keuntungan yang diharapkan dari penggunaan vaksin adalah membantu menjaga ayam tetap sehat sehingga pertumbuhannya dapat berlangsung secara optimal.

PT Swadesi Candrasentosa, lanjut dia, berkomitmen menyediakan produk kesehatan hewan yang dapat mendukung kebutuhan para pelaku industri perunggasan.

Keuntungan dari vaksin ini tentunya untuk membantu menjaga kesehatan ayam, sehingga pertumbuhan dapat maksimal dan berat badan ayam bisa tercapai sesuai target,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan peternakan ayam tidak hanya ditentukan oleh kualitas pakan, tetapi juga harus didukung dengan manajemen kesehatan, vaksinasi, kebersihan kandang, biosekuriti serta pengelolaan peternakan yang baik.

Dengan demikian, penerapan vaksin secara tepat diharapkan dapat membantu peternak menjaga performa ayam sejak masa awal pemeliharaan hingga mencapai umur panen.

Pameran ILDEX Indonesia 2026 sendiri menjadi kesempatan bagi PT Swadesi Candrasentosa untuk berinteraksi langsung dengan para peternak, perusahaan integrator, pelaku breeding, serta berbagai pemangku kepentingan industri perunggasan.

Melalui ajang tersebut, perusahaan juga dapat memberikan informasi mengenai pentingnya manajemen kesehatan ayam sekaligus memperkenalkan produk-produk vaksin yang tersedia kepada pasar peternakan Indonesia.

Makmur berharap, kehadiran PT Swadesi Candrasentosa dalam ILDEX Indonesia 2026 dapat semakin memperluas edukasi kepada pelaku usaha perunggasan mengenai pentingnya tindakan pencegahan dalam menjaga kesehatan ayam.

Yang paling penting adalah bagaimana peternak dapat menjaga kesehatan ayam sejak awal. Dengan vaksinasi yang tepat dan manajemen pemeliharaan yang baik, diharapkan pertumbuhan ayam dapat maksimal dan produktivitas peternak juga meningkat,” pungkasnya.