Edy Bahruddin HPDKI Pandeglang Dorong Pengembangan Domba Hasil Persilangan dan Penguatan Ekosistem Peternak

Sep 16, 2026

Pikiran merdeka.com TANGERANG  16-18 September 2026 — Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Pandeglang, Banten, terus mendorong pengembangan usaha peternakan domba, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak dari tingkat akar rumput.

Hal tersebut disampaikan Edy Bahruddin dari HPDKI Pandeglang, Banten, saat menghadiri pameran ILDEX Indonesia yang berlangsung di Tangerang pada 16–18 September 2026.

Menurut Edy Bahruddin, perkembangan peternakan domba di Indonesia saat ini semakin menunjukkan kemajuan. Salah satu perkembangan tersebut terlihat dari hasil persilangan antara domba impor dengan domba lokal, termasuk Domba Garut.

HPDKI domba di Indonesia sudah berkembang dengan hasil silang perkawinan domba impor dengan Domba Garut,” ujar Edy Bahruddin.

Ia menjelaskan, pengembangan peternakan domba tidak hanya berkaitan dengan peningkatan populasi ternak, tetapi juga bagaimana usaha tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para peternak.

Karena itu, HPDKI Pandeglang berupaya terus membangun komunikasi dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor peternakan domba. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program pengembangan peternakan dapat menyentuh langsung para peternak, terutama peternak yang berada di tingkat akar rumput.

Edy Bahruddin selalu berkolaborasi dengan pemerintah, bagaimana HPDKI dan peternak bisa meningkatkan penghasilan peternak domba, apalagi dari akar rumput,” jelasnya.

Bangun Kemitraan dengan Peternak

Edy menegaskan, HPDKI bersama para peternak memiliki peran penting dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan. Menurutnya, peternak tidak boleh berjalan sendiri, melainkan perlu memiliki jaringan usaha yang saling terhubung dari sisi produksi hingga pemasaran.

HPDKI, kata dia, terus berupaya menjalin kemitraan dengan peternak sehingga terbentuk sebuah ekosistem peternakan domba yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak.

HPDKI dengan peternak selalu bermitra. Bisa membentuk ekosistem peternakan domba, bisa menjual dan menerima domba agar saling keterkaitan,” ungkap Edy.

Menurutnya, keberadaan ekosistem tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mengembangkan usaha peternakan. Peternak dapat memperoleh akses terhadap kebutuhan ternak sekaligus memiliki saluran untuk memasarkan domba yang mereka hasilkan.

Dengan pola kemitraan dan keterkaitan antara peternak, organisasi, serta pelaku usaha lainnya, diharapkan rantai usaha peternakan domba dapat semakin kuat. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membantu peternak meningkatkan pendapatan dan menjaga keberlanjutan usaha.

Harga Pakan Menjadi Perhatian

Di sisi lain, Edy Bahruddin berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap persoalan biaya pakan yang menjadi salah satu komponen penting dalam usaha peternakan.

Ia berharap pemerintah dapat membantu menekan harga pakan domba sehingga beban biaya yang ditanggung peternak dapat lebih ringan. Menurutnya, harga pakan yang terjangkau akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan peternak dalam mengembangkan usaha.

Harapan agar pemerintah bisa menekan harga pakan domba, agar peternak bisa berkembang,” tegas Edy.

Menurut Edy, keberlangsungan usaha peternakan tidak hanya bergantung pada kemampuan peternak dalam memelihara dan mengembangkan ternak, tetapi juga dipengaruhi oleh biaya produksi. Ketika biaya pakan dapat dikendalikan, ruang bagi peternak untuk meningkatkan skala usaha dan pendapatan akan semakin terbuka.

Karena itu, perhatian terhadap persoalan pakan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sektor peternakan domba di Indonesia.

HPDKI dan Peternak Menuju Kemajuan Bersama

Edy Bahruddin menambahkan, HPDKI akan terus mendorong kemajuan peternak domba melalui kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah.

Ia berharap ke depan HPDKI semakin maju dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perkembangan peternakan domba di Indonesia. Kemajuan organisasi tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan para peternak.

Harapan index HPDKI lebih maju ke depannya bersama peternak,” pungkas Edy Bahruddin.

Kehadiran HPDKI Pandeglang dalam pameran ILDEX Indonesia juga menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan membangun jaringan di sektor peternakan. Pameran yang berlangsung di Tangerang pada 16–18 September 2026 tersebut menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pemangku kepentingan di industri peternakan.

Bagi HPDKI Pandeglang, pengembangan domba lokal melalui persilangan, penguatan kemitraan, pembentukan ekosistem usaha, serta dukungan terhadap pengendalian biaya produksi merupakan sejumlah aspek yang dinilai penting untuk memperkuat posisi peternak.

Dengan kolaborasi antara HPDKI, pemerintah dan peternak, Edy berharap usaha peternakan domba dapat terus berkembang dan memberikan peningkatan pendapatan bagi peternak, terutama mereka yang berada di tingkat akar rumput.