Oleh: Sulaiman Haikal – Ketua PIJAR 98.
Indonesia sangat luas dengan persoalan yang kompleks. Ada keberhasilan, kekurangan, persoalan lama yang belum selesai, sekaligus tantangan baru akibat kondisi global. Karena itu, turunnya angka kepuasan yang diklaim lembaga survei tidak otomatis berarti kinerja pemerintah secara keseluruhan gagal atau tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan 1–10 Oktober 2026 terhadap 1.213 responden menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto sebesar 44,5 persen, sementara 53,4 persen menyatakan kurang atau tidak puas.
Angka ini patut diperhatikan. Namun, hasil tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi Indonesia secara utuh. Penilaian terhadap pemerintahan tidak cukup hanya dilihat dari tingkat kepuasan responden pada satu periode survei.
Survei merupakan potret persepsi masyarakat pada waktu dan pertanyaan tertntu, bukan keseluruhan wajah Indonesia. Karena itu, angka 44,5 persen tidak bisa sepenuhnya dijadikan pendapat semua masyarakat, tetapi harus dibaca bersama fakta dilapangan yang terkait dengan ekonomi, stabilitas politik dan keamanan, investasi, pembangunan, pelayanan publik serta respons pemerintah terhadap berbagai persoalan.
Hasil survei yang dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan fakta di lapangan tentu dapat menimbulkan persoalan kredibilitas kesimpulannya. Kondisi ini juga dapat memunculkan anggapan bahwa hasil survei berpotensi menyudutkan pemerintah.
Beban Masa Lalu dan Tekanan Global
Pemerintahan Prabowo tidak bekerja dalam ruang kosong. Pemerintah mewarisi persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun, mulai dari ketimpangan, tata kelola, korupsi, ketergantungan impor, lemahnya daya saing industri hingga persoalan lingkungan.
Pada saat yang sama, Indonesia menghadapi tekanan global berupa konflik geopolitik, ketidakpastian perdagangan, harga energi, gejolak pasar keuangan dan perubahan kebijakan negara-negara besar.
Karena itu, menilai pemerintahan Prabowo juga harus melihat medan yang sedang dihadapi, bukan hanya satu angka survei.
Meskipun kondisi tersebut tidak menjadi alasan pemerintah untuk mengabaikan kritik. Justru situasi berat sekalipun dijadikan pemerintah untuk tetap terbuka terhadap evaluasi.
Stabilitas dan Respon Pemerintah
Di tengah berbagai persoalan tersebut, Indonesia tetap menjalankan pemerintahan, aktivitas ekonomi dan kehidupan politik tanpa gejolak nasional yang sampai melumpuhkan negara.
Bukan berarti semuanya sempurna. Pasar keuangan masih menghadapi tekanan serius dan harus terus dijaga. Tetapi secara umum, stabilitas nasional tetap menjadi modal penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan.
Respons pemerintah terhadap masalah publik terus diperhatikan. Karhutla 2026, misalnya, mendapat perhatian langsung Presiden Prabowo. Pemerintah menambah sumber daya penanganan dan membuka kemungkinan menerima bantuan internasional untuk memperkuat penanggulangan kebakaran.
Presiden sebelumnya juga memerintahkan pengusutan dugaan pembakaran hutan secara sengaja, termasuk menelusuri pihak korporasi yang diduga terkait.
Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa ketika persoalan berkembang serius, pemerintah tidak diam, tetapi turun tangan dan melakukan penyesuaian.
Karena itu, hasil survei ditempatkan secara proporsional oleh pemerintah.
Survei adalah alarm, bukan vonis. Jika hasilnya menunjukkan keresahan masyarakat, pemerintah terbukti mendengar dan memeriksa penyebabnya. Jika datanya benar dan kritiknya konstruktif, terlihat Presiden menjadikannya sebagai bahan evaluasi dan perbaikan. Jika ada kesimpulan yang tidak sesuai fakta, nampak Pemerintah memberikan menjelaskannya dengan data.
Saya melihat Pemerintahan Prabowo tidak alergi terhadap survei, tetapi juga tidak harus menerima setiap angka sebagai kebenaran mutlak.
Ukuran keberhasilan Pemerintahan bukan hanya pada angka survei, melainkan apakah rakyat merasakan pekerjaan, harga kebutuhan yang terjangkau, pelayanan publik yang baik, keamanan, keadilan dan masa depan yang lebih baik.
Rakyat membutuhkan pemerintah yang mau mendengar, berani memperbaiki kekurangan dan mampu membuktikan hasil kerjanya. Inilah yang kita lihat dan rasakan dari pemerintah Prabowo Subianto.