Ahmad Rifa’i: Program Kepala Desa Masuk Kampus UI Bekali Kades Bangun Inovasi dan Tata Kelola Desa

Jul 2, 2026

Pikiran merdeka.com, Depok, 2 Juli 2026 – Kepala Desa Maja, Ahmad Rifa’i, menilai program Kepala Desa Masuk Kampus yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) menjadi wadah yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas kepala desa. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, sejak 29 Juni hingga 2 Juli 2026 di Kampus Universitas Indonesia, Depok, memberikan bekal penting bagi para kepala desa untuk membangun inovasi serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa.

Pada penutupan kegiatan, Ahmad Rifa’i menyampaikan kesan positif terhadap seluruh rangkaian pembelajaran yang diberikan oleh para dosen Universitas Indonesia. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi pemerintah desa saat ini, terutama dalam mengembangkan inovasi, meningkatkan pelayanan publik, serta mengelola pemerintahan desa secara profesional dan akuntabel.

Selama mengikuti kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus ini, kami mendapatkan banyak ilmu dan wawasan baru. Para dosen memberikan bimbingan yang sangat baik mengenai bagaimana membangun inovasi desa, mengembangkan potensi yang dimiliki desa, hingga memperkuat tata kelola pemerintahan desa agar semakin efektif,” ujar Ahmad Rifa’i.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para dosen Universitas Indonesia yang dinilai mampu menyampaikan materi dengan metode yang komunikatif dan mudah dipahami oleh seluruh peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Para dosen sangat memahami karakter peserta, termasuk banyak kepala desa yang usianya sudah tidak muda lagi. Cara penyampaian materi dilakukan dengan sabar, komunikatif, dan mudah dipahami sehingga seluruh peserta dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik,” tambahnya.

Ahmad Rifa’i berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti program tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata di Desa Maja. Menurutnya, inovasi yang diperoleh dari kampus harus mampu diterjemahkan menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia optimistis pengalaman belajar di lingkungan akademik Universitas Indonesia menjadi bekal berharga dalam menyusun berbagai program pembangunan desa yang lebih terarah, berbasis potensi lokal, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, saat membuka kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus, Wakil Menteri Dalam Negeri, , menegaskan bahwa kepala desa memiliki peran strategis dalam menggali sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki daerahnya masing-masing.

Menurut Bima Arya, setiap kepala desa harus mampu memetakan potensi wilayah dengan didukung data yang kuat sebagai dasar penyusunan program pembangunan desa.

Kepala desa harus mampu mengungkap potensi daerahnya dan harus memiliki data yang kuat. Kegiatan ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas kepala desa,” ujar Bima Arya.

Ia menjelaskan bahwa program Kepala Desa Masuk Kampus merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur desa. Melalui kolaborasi tersebut, para kepala desa diharapkan memperoleh inspirasi, pengalaman baru, serta berbagai praktik terbaik yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Diharapkan para kepala desa mendapatkan inspirasi untuk memaksimalkan potensi yang ada di wilayahnya,” katanya.

Program Kepala Desa Masuk Kampus dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 420 kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa.

Bagi Ahmad Rifa’i, pengalaman belajar selama empat hari di Universitas Indonesia menjadi langkah awal untuk membawa perubahan positif di Desa Maja. Pengetahuan, wawasan, serta jaringan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan mampu memperkuat pembangunan desa berbasis potensi lokal, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia berharap sinergi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, pemerintah pusat, dan masyarakat terus berlanjut sehingga mampu melahirkan berbagai inovasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi desa, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.(jfr)