Kepala Desa  Anawang Donisius A.Md.: Program Kepala Desa Masuk Kampus Hadirkan Banyak Inovasi untuk Kemajuan Desa

Jul 2, 2026

Pikiran merdeka.com, Depok, 2 Juli 2026 –Donisius,A.Md. Kepala Desa Amawang  Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Donisius, A.Md., mengaku memperoleh banyak wawasan dan inspirasi baru setelah mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), Depok.

Menurut Donisius, kegiatan yang berlangsung sejak 29 Juni hingga 2 Juli 2026 tersebut menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi para kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia. Selain mendapatkan materi dari para akademisi, peserta juga saling bertukar pengalaman mengenai inovasi pembangunan desa.

Kami menerima banyak inovasi dari kepala-kepala desa, khususnya dari wilayah Pulau Jawa. Banyak gagasan yang bisa diterapkan di desa kami di Kalimantan Barat sesuai dengan potensi yang dimiliki,” ujar Donisius.

Ia menilai program tersebut mampu membuka wawasan para kepala desa dalam mengelola pemerintahan, menggali potensi daerah, serta merancang berbagai program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.

Donisius berharap program Kepala Desa Masuk Kampus dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak kepala desa yang memperoleh kesempatan untuk belajar dan mengembangkan inovasi.

Harapan kami kegiatan seperti ini terus dilakukan. Masih banyak kepala desa , kepala desa Anawang  yang ingin mengikuti program ini agar dapat merencanakan berbagai inovasi untuk mengembangkan desanya masing-masing,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para dosen Universitas Indonesia yang menjadi pembimbing selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, para dosen mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik peserta yang sebagian besar telah berusia tidak muda lagi dan memiliki latar belakang sumber daya manusia yang beragam.

Para dosen sangat profesional dan mampu menyesuaikan pola pikir kepala desa yang sebagian sudah tidak muda lagi dengan kemampuan SDM yang berbeda-beda. Ini seperti menjadi mahasiswa kilat bagi para kepala desa,” jelas Donisius.

Melalui pembelajaran intensif tersebut, para peserta memperoleh materi mengenai tata kelola pemerintahan desa, kepemimpinan, pengembangan potensi desa, hingga strategi membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mempercepat pembangunan desa.

Sementara itu, saat membuka kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kepala desa memiliki peran strategis dalam menggali serta mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki wilayahnya.

Kepala desa harus mampu mengungkap potensi daerahnya dan harus memiliki data yang kuat. Kegiatan ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas kepala desa,” ujar Bima Arya.

Menurutnya, program Kepala Desa Masuk Kampus merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan kepala desa di seluruh Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, para kepala desa diharapkan memperoleh inspirasi, memperluas jaringan, serta menghasilkan berbagai praktik terbaik yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik desa masing-masing.

Diharapkan para kepala desa mendapatkan inspirasi untuk memaksimalkan potensi yang ada di wilayahnya,” tambahnya.

Program Kepala Desa Masuk Kampus dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 420 kepala desa dari berbagai provinsi mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa.

Bagi Donisius, pengalaman belajar di Universitas Indonesia menjadi bekal penting untuk diterapkan di Desa Sadaniang. Pengetahuan, wawasan, serta jejaring yang diperoleh selama mengikuti kegiatan akan dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan desa yang lebih inovatif, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan mengoptimalkan potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, pemerintah pusat, serta masyarakat diyakini menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan desa yang berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing.