Pikiranmerdeka.com, Jakarta – PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (“ISSP”), salah satu perusahaan manufaktur pipa baja terbesar dan terdepan di Indonesia, telah menyelenggarakan Paparan Publik 2025 pada Rabu (3/12/2025) di Gedung Baja, Jakarta Pusat.
Kegiatan ini merupakan pemenuhan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, Butir V mengenai Public Expose.
Pada kesempatan tersebut, ISSP menyampaikan perkembangan operasional dan kinerja keuangan Perseroan selama sepuluh bulan pertama tahun 2025.
Perseroan membukukan pendapatan Rp 4,84 triliun pada 10M2025, sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama akibat tekanan harga baja global.
Kendati demikian, penurunan penjualan tidak mencerminkan pelemahan pangsa pasar, karena volume penjualan tetap solid dan selaras dengan ekspektasi internal.
Dari sisi profitabilitas, margin kotor meningkat dari 17,7996 menjadi 19,43”6, ditopang oleh komposisi penjualan yang lebih baik serta efisiensi pengadaan bahan baku.
Laba bersih naik 896 menjadi Rp 444,9 miliar dengan margin stabil di 9,296, menunjukkan ketahanan kinerja meskipun terjadi kenaikan biaya distribusi.
ISSP menutup periode dengan struktur keuangan yang kuat. Current ratio tercatat 30396, guick ratio 9496, dan saldo kas mencapai Rp 771 miliar.
Selain itu, Perseroan berhasil menurunkan debt-to-eguity ratio menjadi 5896 melalui pengalihan pinjaman jangka pendek menjadi jangka panjang, sehingga mengurangi risiko refinancing dan lebih selaras dengan kebutuhan pembiayaan proyek jangka panjang.
Arus kas dari aktivitas operasi per September 2025 tercatat sebesar Rp 905 miliar, cukup untuk mendukung belanja modal dan menjaga likuiditas hingga akhir tahun. (Ahr)