Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Memasuki pertengahan tahun 2026, Pelangi Hotel Internasional (PHI Group) Gebrak Pasar Perkantoran Jakarta, Luncurkan CoreSpace dan UrbanCore Building. Hal ini sebagai langkah ekspansi baru di sektor properti dan perkantoran.
Di tengah kondisi pasar sewa kantor Jakarta yang masih menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi dan tingginya tingkat kekosongan gedung, perusahaan justru melihat peluang besar untuk melakukan penetrasi pasar melalui pembentukan lini bisnis baru di bawah divisi Pelangi Executive Office.
Dengan adanya Dua brand anyar tersebut kini telah resmi diperkenalkan, yakni CoreSpace sebagai brand bisnis penyewaan ruang kantor modern dan fleksibel, serta UrbanCore Building yang difokuskan sebagai perusahaan pengelola gedung perkantoran profesional.
Kedua brand tersebut akan menjadi ujung tombak PHI Group dalam memperkuat bisnis properti komersial di Jakarta.
Peluncuran dan kick off pengembangan bisnis itu dilakukan dalam sebuah acara internal bertajuk Kick Off Meeting PHI Executive Office yang digelar di salah satu hotel kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu 6 Mei 2025.
Acara tersebut dihadiri jajaran manajemen, tim pengembangan bisnis, mitra strategis, hingga sejumlah pelaku industri properti.
Presiden Direktur PHI Group, Donny Pur, mengatakan bahwa ekspansi ke sektor perkantoran dilakukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
“ Saat ini kami sedang melakukan rebrand dan juga renovasi fasilitas agar ruang kantor yang nantinya disewakan memiliki nilai jual tinggi dan tampil lebih segar kembali,” ujar Donny Pur, sosok yang merupakan pengusaha alumnus Unsoed Purwokerto ini.
Menurutnya, PHI Group saat ini tengah mengelola gedung perkantoran di Jakarta yang akan menjadi proyek awal pengembangan CoreSpace dan UrbanCore Building. Perusahaan menargetkan konsep kantor modern dengan sentuhan premium namun tetap kompetitif dari sisi harga.
Ia tambahkan, untuk menarik pasar di tengah kompetisi yang cukup ketat, PHI Group menyiapkan strategi agresif berupa potongan harga sewa hingga 50 persen bagi tenant baru yang masuk pada tahap awal peluncuran.
“Strategi tersebut diyakini mampu menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi perusahaan rintisan, perusahaan skala menengah, hingga bisnis yang sedang melakukan efisiensi operasional namun tetap membutuhkan lokasi kantor representatif di Jakarta,” pungkas Donny.
Sementara itu, Manager Pengembangan Bisnis Pelangi Executive Office, Irwan Djoko dalam penyampaiannya menilai kondisi pasar yang sedang lesu justru menjadi momentum tepat untuk melakukan reposisi bisnis.
“Lesunya bisnis sewa perkantoran tidak membuat kami patah semangat. Malah sebaliknya, kami sangat optimistis ruang space yang disewakan akan terisi paling tidak 70 persen sampai dengan akhir tahun ini,” ujarnya optimistis.
Irwan menjelaskan, konsep yang diusung CoreSpace tidak sekadar menawarkan ruang kantor biasa, melainkan menghadirkan pengalaman kerja yang lebih modern, efisien, dan nyaman.
“Renovasi fasilitas dilakukan secara menyeluruh mulai dari lobby, sistem keamanan, area meeting, hingga desain interior yang lebih mengikuti tren perkantoran masa kini,” ujar Irwan Djoko.
Selain fokus pada penyewaan ruang kantor, UrbanCore Building juga dipersiapkan sebagai unit pengelola gedung yang memiliki standar manajemen modern dan profesional.
Perusahaan saat ini tengah membangun sistem operasional baru serta menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis di bidang maintenance, teknologi bangunan, keamanan, hingga hospitality service.
“Bisnis perkantoran walaupun sedang slow, tetapi tetap bisa menambah pemasukan dan memperluas core business PHI Group secara keseluruhan dan kami sangat optimis perusahaan bisa menggebrak di 2026 ini,” tambah Made Hariyantha, Presiden Komisaris PHI Group yang turut hadir membuka acara secara online dari Malaysia.
Langkah PHI Group cukup menarik di tengah tren pasar saat ini. Banyak perusahaan properti justru memilih menahan ekspansi akibat tingginya tingkat kekosongan gedung perkantoran di Jakarta pasca pandemi dan perubahan pola kerja hybrid.
Namun sebagian pelaku usaha melihat kondisi tersebut sebagai momentum untuk mengambil pasar melalui strategi harga kompetitif dan pengelolaan gedung yang lebih adaptif.
Dengan kombinasi rebranding, renovasi fasilitas, serta strategi harga agresif, PHI Group tampaknya ingin memposisikan diri sebagai pemain baru yang serius di sektor perkantoran Jakarta.
Apalagi perusahaan tidak hanya bermain di sisi penyewaan ruang, tetapi juga masuk ke bisnis building management yang dinilai memiliki potensi pendapatan jangka panjang.
Ke depan, PHI Group disebut akan terus memperluas jaringan pengelolaan gedung serta membuka peluang kerja sama dengan pemilik properti lain di kawasan Jabodetabek.
Langkah tersebut menjadi bagian dari visi perusahaan untuk membangun ekosistem properti komersial yang terintegrasi melalui Pelangi Executive Office, CoreSpace, dan UrbanCore Building.
Kontributor : Amhar Batu AttoZ