Pikiran merdeka.com JAKARTA 5 /9/2026 — Gerakan Muda Nurani Rakyat (GEMURA) menggelar Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan mengusung semangat “Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045.” Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung pembangunan nasional.
Pelantikan jajaran kepengurusan GEMURA periode 2025–2030 tersebut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, bersama jajaran pengurus dan kader GEMURA dari berbagai daerah.
Kehadiran Erick Thohir menjadi perhatian dalam agenda tersebut. Sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick menempatkan pembangunan sumber daya manusia muda sebagai salah satu bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa menghadapi tantangan Indonesia menuju 2045.
Dalam kesempatan tersebut, Erick menyampaikan pentingnya organisasi kepemudaan mengambil bagian nyata dalam menjalankan visi pembangunan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Erick, kompleksitas persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini membutuhkan organisasi kepemudaan yang mampu bergerak secara konkret, membangun kolaborasi, serta menerjemahkan visi pemerintah ke dalam program yang dapat dirasakan masyarakat.
Erick menekankan bahwa pemuda tidak cukup hanya menjadi objek pembangunan. Generasi muda harus ditempatkan sebagai bagian penting dari proses pembangunan dan menjadi kekuatan yang ikut menentukan arah masa depan Indonesia.
Karena kompleksitas tantangan yang kita hadapi, bagaimana visi Bapak Presiden dapat dijalankan dengan baik, maka setiap bertemu dengan kelompok kepemudaan saya selalu menekankan pentingnya peran pemuda,” demikian pesan Erick dalam agenda tersebut, sebagaimana disampaikan dalam konteks kegiatan.
Pemuda Harus Menjadi Kekuatan Pembangunan
Menurut Erick, bonus demografi Indonesia harus dipersiapkan dengan serius. Jumlah penduduk usia produktif yang besar harus diikuti peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, karakter, kesehatan, kepemimpinan, serta kesempatan ekonomi.
Organisasi kepemudaan, kata dia, memiliki posisi strategis untuk menjadi ruang pembelajaran sekaligus tempat lahirnya pemimpin-pemimpin baru.
Karena itu, organisasi seperti GEMURA diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi mampu menyusun program kerja yang menjawab persoalan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kepemudaan, pendidikan, kewirausahaan, ekonomi kreatif, olahraga, teknologi dan penguatan karakter bangsa.
Arah tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pembangunan generasi muda. Kementerian Pemuda dan Olahraga juga mendorong pembentukan pemuda yang berkarakter dan memiliki kemampuan menjadi agen perubahan.
Erick menegaskan bahwa pembangunan pemuda harus dilakukan melalui kerja bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendirian tanpa dukungan organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai elemen bangsa.
Rakernas Menjadi Forum Konsolidasi
Pelantikan kemudian dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional GEMURA. Rakernas menjadi forum untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan agenda kerja kepengurusan ke depan.
Forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan program yang lebih terukur dan memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
GEMURA juga dituntut memperkuat jaringan organisasi dari tingkat pusat hingga daerah. Konsolidasi tersebut penting agar gerakan kepemudaan tidak berhenti pada tingkat pusat, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata di tengah masyarakat.
Agenda kerja kepemudaan diharapkan menyentuh berbagai sektor strategis, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi pemuda, kewirausahaan, pendidikan politik kebangsaan, sosial kemasyarakatan, olahraga, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Dengan demikian, Rakernas bukan sekadar forum organisasi, melainkan menjadi ruang untuk menyusun langkah strategis dalam menjawab tantangan generasi muda.
Asta Cita dan Indonesia Emas 2045
Tema Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045 memberikan penekanan bahwa generasi muda mempunyai tanggung jawab besar dalam perjalanan pembangunan nasional.
Indonesia Emas 2045 bukan hanya mengenai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana Indonesia memiliki sumber daya manusia unggul, berdaya saing, berkarakter, serta mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju.
Dalam konteks tersebut, GEMURA diharapkan menjadi salah satu wadah yang dapat mendorong anak muda untuk mengambil peran lebih besar.
Pemuda perlu diberikan ruang untuk berinovasi dan menyampaikan gagasan. Mereka juga harus memiliki keberanian untuk masuk ke berbagai sektor pembangunan, termasuk politik, pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, olahraga, sosial dan kewirausahaan.
Pembangunan nasional yang berkelanjutan membutuhkan regenerasi kepemimpinan. Karena itu, organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan kader yang memiliki integritas, kompetensi dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.
Erick: Jangan Hanya Menjadi Penonton
Kehadiran Erick Thohir dalam kegiatan GEMURA sekaligus menjadi pesan bahwa pemuda harus mengambil posisi sebagai pelaku pembangunan.
Erick dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan kepemudaan dan olahraga. Sejak dilantik sebagai Menpora oleh Presiden Prabowo Subianto pada September 2025, Erick membawa pengalaman panjang di bidang olahraga, pemerintahan dan organisasi nasional.
Dalam berbagai kesempatan, Erick juga menekankan pentingnya pembangunan karakter dan profesionalisme pemuda. Pemerintah memandang generasi muda sebagai bagian penting dari persiapan Indonesia menuju 2045.
Karena itu, organisasi kepemudaan diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus tetap kritis dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.
Bagi GEMURA, momentum pelantikan dan Rakernas menjadi awal untuk memperkuat kembali konsolidasi organisasi dan menyusun langkah nyata lima tahun ke depan.
Kepengurusan baru diharapkan mampu membawa organisasi menjadi lebih terbuka, profesional dan dekat dengan persoalan masyarakat.
Membangun Kolaborasi
Dalam menghadapi tantangan masa depan, kolaborasi menjadi salah satu kunci. Pemuda tidak bisa berjalan sendiri-sendiri berdasarkan kelompok maupun kepentingan sektoral.
Kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dunia usaha, akademisi dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kreativitas serta produktivitas generasi muda.
GEMURA dapat mengambil bagian melalui program-program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan nyata pemuda di daerah.
Dengan jaringan organisasi yang tersebar di berbagai wilayah, GEMURA memiliki peluang untuk menjadi jembatan antara aspirasi anak muda di daerah dengan kebijakan pembangunan nasional.
Pelantikan kepengurusan baru sekaligus menjadi titik awal bagi organisasi untuk meningkatkan kualitas kader dan memperluas kontribusi sosial.
Menuju 2045
Indonesia memiliki waktu kurang dari dua dekade menuju 2045. Generasi muda yang saat ini berada di usia produktif akan menjadi kelompok yang menentukan wajah Indonesia pada saat satu abad kemerdekaan.
Karena itu, pembangunan pemuda tidak dapat ditunda.
Pemuda harus dipersiapkan agar memiliki kompetensi, karakter, kreativitas, daya juang dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Pelantikan dan Rakernas GEMURA menjadi salah satu momentum untuk mengingatkan kembali bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 membutuhkan kerja bersama seluruh elemen bangsa.
GEMURA diharapkan tidak hanya menjadi organisasi yang hadir dalam momentum politik dan sosial, tetapi mampu menghasilkan karya serta program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan semangat Asta Cita, konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi dan kolaborasi lintas sektor, gerakan kepemudaan diharapkan semakin kuat dalam mengawal perjalanan Indonesia menuju negara maju pada 2045.
Pelantikan bukanlah akhir dari sebuah proses organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab baru. Rakernas menjadi ruang untuk merumuskan langkah, sementara kerja nyata di tengah masyarakat menjadi ukuran keberhasilan organisasi dalam menjalankan amanah kepengurusan.