Pergantian MenKeu Memunculkan Optimisme Baru, Adidaya Institute: Tetapi Kepercayaan Harus Dibuktikan dengan Kebijakan

Sep 18, 2026

Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Adidaya Institute menilai terdapat dinamika menarik dalam percakapan publik terkait pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

Hasil media listening Adidaya Institute selama 14-16 September 2026 menunjukkan isu ini memperoleh perhatian luas sekaligus menghadirkan pola sentimen yang tidak sepenuhnya lazim.

Pemantauan mencatat 1.580 mention dengan potensi jangkauan sekitar 4,1 juta dan tersebar pada 361 media.

Dari keseluruhan percakapan, 605 mention atau 38,3 persen bernada positif, 599 mention atau 37,9 persen negatif, serta 376 mention atau 23,8 persen netral.

Direktur Eksekutif Adidaya Institute; Rahman Toha mengatakan komposisi tersebut menarik karena pergantian pejabat strategis di tengah tingginya kompetisi narasi politik justru masih menghasilkan sentimen positif sedikit lebih besar dibandingkan negatif.

Dia tambahkan, ini menarik untuk dibaca lebih jauh. Respons positif terhadap pergantian Menteri Keuangan tidak selalu berjalan mengikuti garis dukungan atau kritik terhadap pemerintahan.

“Dalam pengamatan kami, terdapat pihak-pihak yang selama ini kritis terhadap pemerintah tetapi memberikan respons positif terhadap pergantian ini. Artinya, publik dapat membedakan penilaian terhadap suatu keputusan dengan sikap politik yang lebih luas,” ujar Rahman, pada jum’at (18/9/2026), di Jakarta.

Menurut Rahman, sambutan awal dari sebagian pelaku pasar dan ekonom juga membuat temuan tersebut semakin penting untuk dicermati. Pergantian ini dapat dipersepsikan sebagai sinyal baru mengenai arah pengelolaan fiskal, profesionalisme teknokrasi, dan kepastian kebijakan. Namun respons awal tidak boleh langsung diterjemahkan sebagai kepercayaan jangka panjang.

“Pertanyaan pentingnya sekarang adalah: apakah kita sedang melihat lahirnya optimisme baru terhadap pengelolaan ekonomi, atau ini baru Cuma fenomena sesaat karena perubahan figur? Pasar dapat merespons dalam hitungan menit, tetapi kepercayaan terhadap kebijakan dibangun melalui konsistensi dalam waktu yang jauh lebih panjang,” katanya.

Suahasil sendiri seusai dilantik menegaskan arahan Presiden untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara serta memastikan APBN mendukung program prioritas pemerintah.

Adidaya Institute mencatat aktivitas media mencapai titik tertinggi pada 14 September, kemudian menurun pada 15 September. Data 16 September masih bersifat parsial. Percakapan berlangsung lintas kanal.

Pada saat yang sama, kata Rahman, percakapan masih cukup kuat berpusat pada figur, jabatan, pelantikan, APBN, pergantian dan dinamika kelembagaan.

Lanjutnya, karena itu, fase berikutnya perlu menguji apakah perhatian publik akan bergeser menuju substansi: kredibilitas APBN, disiplin fiskal, kualitas belanja, kepastian kebijakan, pertumbuhan ekonomi, dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Sentimen positif adalah kesempatan, bukan cek kosong. Optimisme akan menjadi bermakna apabila kemudian bertemu dengan kebijakan yang kredibel, komunikasi yang konsisten, dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat,” ujar Rahman.

Adidaya Institute menegaskan media listening bukan survei opini publik dan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan pandangan seluruh masyarakat Indonesia. Data ini menggambarkan dinamika percakapan yang tertangkap selama periode pemantauan.

“Karena itu, temuan ini menjadi pintu masuk untuk kajian berikutnya: siapa yang menyambut positif, apa alasan mereka, dan apakah optimisme tersebut bertahan setelah publik mulai melihat arah kebijakan Menteri Keuangan yang baru. Momentum sudah terbentuk; tantangannya adalah mengubah ekspektasi menjadi kepercayaan,” tutup Rahman.

Kontributor : Amhar Batu AttoZ