PIKIRANMERDEKA.COM, Bogor, 5 Desember 2025 — Menjelang pelaksanaan Reuni Akbar 212 yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, berbagai imbauan menyejukkan disampaikan oleh alim ulama, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan di Kota Bogor. Seruan ini bertujuan memastikan kegiatan berjalan damai, tertib, dan mencerminkan akhlak mulia umat Islam sebagai penjaga persatuan bangsa.
Masjid Al Mi’raj Kota Bogor melalui khutbah Jumat yang disampaikan oleh Fathurrohman, M.I.Kom, pada 28 November 2025, menekankan pentingnya menjaga keteduhan dan menjauhi provokasi menjelang momentum Reuni 212. Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa ajaran Islam mengedepankan kedamaian serta menghadirkan rasa nyaman bagi sesama.
“Setiap muslim semestinya membuat orang di sekitarnya merasa aman. Islam membawa rahmat, bukan kegaduhan,” ujar Fathurrohman di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa Reuni Akbar 212 sepatutnya dipahami sebagai ruang untuk bersilaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghidupkan nilai kebersamaan. Oleh karena itu, kegiatan tersebut jangan sampai dimanfaatkan untuk tindakan provokatif atau perilaku yang merusak ketertiban umum.
“Jika kegiatan ini diisi dengan doa, zikir, dan kebersamaan, maka Reuni Akbar 212 akan membawa kebaikan. Tindakan anarkis bukan cermin ajaran Islam,” tambahnya.
Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada aparat keamanan yang akan bertugas menjaga kelancaran kegiatan. Menurutnya, penghormatan kepada aparat merupakan bagian dari akhlak yang diajarkan agama.
“Mereka menjaga agar kegiatan berjalan dengan aman. Menghormati mereka adalah bagian dari akhlak yang diajarkan Islam,” tuturnya.
FPI Kota Bogor Imbau Jemaah yang Berangkat ke Monas untuk Tertib dan Menjaga Persatuan
Dukungan terhadap terciptanya suasana damai juga datang dari Front Persaudaraan Islam (FPI) Kota Bogor. Melalui Ketua FPI Kota Bogor, Asep Abdul Kodir, organisasi tersebut menghimbau umat Muslim di Bogor yang akan menghadiri Reuni 212 di Monas untuk menaati tata tertib, menjaga persatuan, serta tidak melakukan tindakan provokatif.
Asep menekankan bahwa momentum Reuni 212 harus dijadikan sarana memperkuat semangat persatuan nasional sekaligus mendukung agenda besar Indonesia Emas 2045.
“Kami mengimbau seluruh umat Islam di Kota Bogor yang akan mengikuti Reuni 212 di Monas agar mengikuti tata tertib, tidak memprovokasi situasi, serta menjaga persatuan dan kesatuan agar pelaksanaan Reuni 212 dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kegiatan tersebut harus mencerminkan kedewasaan umat Islam dalam beribadah, berkumpul, dan menyampaikan aspirasi secara damai demi mewujudkan perdamaian dunia.
Seruan Bersama untuk Perdamaian dan Ketertiban
Baik alim ulama maupun tokoh ormas Islam di Bogor menegaskan bahwa menjaga perdamaian dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Umat Islam, sebagai mayoritas di Indonesia, memiliki peran besar dalam memastikan setiap kegiatan berlangsung tertib dan memberikan contoh yang menyejukkan bagi seluruh masyarakat.
Khutbah di Masjid Al Mi’raj juga ditutup dengan doa agar bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan serta diberi keamanan, ketenteraman, dan keberkahan dalam setiap langkah menuju masa depan yang lebih baik.
Dengan adanya seruan bersama dari berbagai pihak, masyarakat diharapkan dapat mengikuti Reuni Akbar 212 dengan penuh kedewasaan, menjunjung tinggi nilai persaudaraan, serta tetap menjaga persatuan bangsa demi Indonesia yang damai dan maju.