Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Kongres V yang di gelar Partai Buruh kembali menetapkan Said Iqbal sebagai Presiden Partai Buruh periode 2026–2031.
Penetapan tersebut disampaikan dalam penutupan Kongres V Partai Buruh yang digelar di Hotel Golden Boutique, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis, 18–22 Januari 2026.
Dalam pidato penutupannya, Said Iqbal menegaskan bahwa kongres merupakan keputusan tertinggi partai yang wajib dijalankan oleh seluruh struktur organisasi, mulai dari Komite Eksekutif Pusat, Komite Eksekutif Provinsi, Komite Eksekutif Kabupaten/Kota, hingga kader di tingkat paling bawah.
Said Iqbal mengapresiasi kehadiran delegasi dari 38 provinsi serta ratusan kabupaten/kota yang hadir dalam kongres.
Ia menilai keberagaman latar belakang budaya para kader sebagai kekuatan utama Partai Buruh dalam membangun persatuan nasional.
“Atas nama Komite Eksekutif Pusat Partai Buruh, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kader. Perbedaan budaya justru menjadi kekuatan kita bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa prinsip, ideologi, dan cita-cita Partai Buruh yang dirintis para pendiri serta organisasi inisiator tidak dapat diubah secara tergesa-gesa.
Menurutnya, perubahan harus melalui diskusi panjang, pemikiran matang, dan situasi politik yang kondusif.
“Kita raih kemenangan terlebih dahulu. Setelah menang, barulah kita berdiskusi lebih jauh. Tema kita jelas, Power Party is Your. Partai Buruh adalah masa depan rakyat,” tegas Said Iqbal. (Ahr)