Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Universitas Insan Cita Indonesia (UICI menggelar Exclusive Media Gathering iftar Night bersama insan media dan influencers di Bowl Coffee Connection, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi Ramadan sekaligus ruang dialog strategis antara UICI dengan media dan influencers terkait pendidikan tinggi berbasis teknologi.
Melalui kesempatan ini, UICI menegaskan komitmennya sebagai kampus digital pertama di Indonesia yang menghadirkan sistem pembelajaran berbasis teknologi yang fleksibel, adaptif, dan inklusif.
UICI didirikan oleh organisasi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Izin pendirian UICI disahkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada akhir tahun 2020, dan secara resmi diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Januari 2021.
Memasuki tahun kelima, UICI telah menjangkau lebih dari 2.028 mahasiswa yang tersebar di 360 kabupaten/kota di seluruh Indonesia serta 18 negara.
Capaian ini menunjukkan bahwa model pendidikan digital UICI mampu menembus batas geografis dan menjawab kebutuhan masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan tinggi konvensional.
Rektor UICI, Prof. Asep Saefuddin, menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan bukan sekadar inovasi, melainkan kebutuhan nasional.
Dijelaskannya, Indonesia adalah negara besar dengan tantangan geografis yang tidak sederhana. Pendidikan tinggi tidak bisa lagi eksklusif dan terpusat.
“Karna itu, UICI hadir sebagai kampus digital untuk memastikan bahwa siapa pun, di mana pun berada, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas,” ujar Prof. Asep.
Ia menambahkan bahwa UICI membawa misi besar menghadirkan keadilan akses pendidikan. UICI mengusung spirit reaching the unreachable.
“Artinya, menghadirkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang terkendala jarak, pekerjaan, kondisi ekonomi, maupun keterbatasan lainnya,” jelasnya.
Saat ini, UICI memiliki tujuh program studi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan zaman dan tantangan industri masa depan, yakni: Bisnis Digital, Digital Neuropsikologi, Informatika, Komunikasi Digital, Sains Data, Teknik Industri dan Teknologi Industri Pertanian
Penerimaan Mahasiswa Baru UICI
Dalam kesempatan tersebut, UICI juga mengumumkan bahwa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Batch 10 dibuka hingga 28 Februari 2026.
VICt membuka kesempatan seluas-luasnyn bagi lulusan SMA/SMK/sederajat, profesional, pekerja, maupun masyarakat umum
yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi secara fleksibel dan berbasis digital.
Prof. Asep menyebut adapun Jalur PMB Batch 10 sebagai berikut:
- Jalur Reguler
- Jalur Kerja Sama
- Jalur Prestasi & Afirmasi, meliputi, yakni: Prestasi nilai rapor, Tahfidz, Ketua OSIS/MPK/Ekstrakurikuler, Influencer, Prestasi Atlet atau Seni, Rekomendasi KAHMI, Yatim Dhuafa, Keluarga Petani/Buruh/Nelayan, Penyandang Disabilitas/Kebutuhan Khusus, Rekomendasi Civitas Akademika UICI, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)
(Khusus jalur RPL ditutup pada 23 Februari 2026)
Selain jalur-jalur tersebut, UICI juga membuka kesempatan kuliah melalui jalur Nama Asep dan jalur Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di lingkup DKI Jakarta.
Kedua jalur ini menjadi bentuk komitmen UICI dalam membangun kolaborasi berbasis komunitas dan memperluas akses pendidikan di tingkat akar rumput.
“Teknologi sudah membuka ruang seluas-luasnya. Tinggal keberanian kita mengambil keputusan. Mari manfaatkan kesempatan ini. Kuliah bisa tetap fleksibel, tetapi hasilnya harus kredibel,” tegas Prof Asep.
Kontributor : Amhar Batu AttoZ