Minta maaf sudah. Sowan ke Solo sudah. Dihinakan Gibran dengan parsel sudah. Janji mau bikin penelitian ulang dan menarik buku yang kadung beredar sudah. Bahkan membabi-buta menyerang bekas teman seperjuangan juga sudah. Tapi RJ dan SP3 belum juga terbit.
Sebaliknya, Eggi dan DHL cuma perlu waktu sekitar sepekan SP3 keluar dan cekal dicabut. Knon, dia dapat Rp100 miliar serta bisnis senilai Rp1 triliun. Padahal, Eggi mengklaim tidak minta maaf.
Kenapa mereka diperlakukan berbeda? Karena beda kelas? Atau, jangan² Rismon cuma dianggap babu yang harus menuruti semua keinginan Jokowi dan para Termulnya?