📖 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَبِمَا رَ حْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَا نْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَا عْفُ عَنْهُمْ وَا سْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَ مْرِ ۚ فَاِ ذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”
📚 (QS. Ali ‘Imran 3:159)
🌿 Hikmah & Renungan:
Betapa jelas adab dan akhlaq Nabi Muhammad ﷺ dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial bermasyarakat, bahkan kepada orang-orang kafir sekalipun yakni dengan lemah lembut dalam tutur kata, tidak kasar, dan tidak berhati keras. 🤍
⚖️ Bandingkan dengan kita hari ini…
Mengaku beriman, namun dengan mudahnya:
🔥 Menghujat
🗣️ Memfitnah
💢 Menghina
Dengan sebutan seperti pengkhianat, pecundang, tuyul, tanpa fakta, tanpa data, tanpa saksi. Semua lahir dari prasangka buruk, kebencian, dan kedengkian yang memuncak.
❗
Pertanyaannya:
Bagaimana pertanggungjawaban di dunia dan akhirat bagi orang-orang yang tak beradab seperti ini?
🌍 Di dunia: mungkin sedang berproses hukum (LP).
🔥 Di akhirat: jika tidak diselesaikan, dan tidak ada maaf dari yang dizalimi, maka azab Allah tidak akan terhindarkan.
⚠️ Termasuk mereka yang membantu dalam penghujatan, fitnah, dan hinaan semua akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu adalah kezaliman, dosa, dan tanda tidak bertakwa kepada Allah.
🚫 Bahkan terhadap sikap merendahkan orang lain secara langsung termasuk peristiwa seorang perempuan berkerudung motif bunga yang melontarkan ucapan tidak pantas itu mencerminkan akhlaq yang telah “mati”.
📖 Allah kembali mengingatkan dalam Al-Qur’an:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ وَلَا تَلْمِزُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَا بَزُوْا بِا لْاَ لْقَا بِ ۗ بِئْسَ الِا سْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِ يْمَا نِ ۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain… Jangan saling mencela dan memanggil dengan gelar buruk… Barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
📚 (QS. Al-Hujurat 49:11)
📖
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّا بٌ رَّحِيْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka… jangan mencari-cari kesalahan… jangan menggunjing…”
📚 (QS. Al-Hujurat 49:12)
💡 Penutup Hikmah:
Seharusnya setiap persoalan bisa diselesaikan dengan cara yang Allah ajarkan:
🤝 Tabayun (klarifikasi)
🗣️ Musyawarah
🕊️ Saling memaafkan
Sebagaimana perintah dalam QS. Ali ‘Imran ayat 159.
✨ Mari jaga lisan, bersihkan hati, dan perbaiki akhlaq.
Karena iman bukan hanya diucapkan, tapi dibuktikan dalam sikap.
🔥 Salam Jihad BES – Brother Eggi Sudjana.