Syahganda: Masuknya Jumhur ke Kabinet Perkuat Konsolidasi Pemerintahan Prabowo

Apr 30, 2026

Foto: Dr. Syahganda Nainggolan – Ketua Dewan Direktur Great Institute.

Ketua Dewan Direktur Great Institute, Dr. Syahganda Nainggolan, menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup merupakan langkah strategis dalam memperkuat kabinet.

Aktivis senior alumnus ITB era tahun 80-an menuturkan bahwa, kehadiran Jumhur membawa nilai politik, pengalaman aktivisme, serta basis dukungan buruh yang sangat besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Syahganda dalam Diskusi Media BUKA FAKTA yang diselenggarakan Forum Jurnalis Merdeka bekerja sama dengan MediaTrust.ID di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

“Reshuffle kabinet yang dilakukan pada Senin 27 April lalu merupakan langkah konsolidasi kekuasaan Prabowo. Tujuannya sekaligus untuk mengoptimalkan kinerja kabinet,” ujar Syahganda.

Menurutnya, sejak awal masa pemerintahannya, Prabowo telah memahami besarnya tantangan yang harus dihadapi.

Tidak hanya persoalan domestik, tetapi juga dinamika politik dan ekonomi global yang terus bergerak cepat. Dalam situasi seperti itu, presiden membutuhkan figur yang memiliki integritas, keberanian, dan basis massa yang kuat.

Syahganda yang juga tercatat aktif dan konsisten sebagai salah satu tokoh intelektual pergerakan nasional menilai, bahwa Jumhur memenuhi seluruh kriteria tersebut. Sebagai tokoh buruh nasional dengan jaringan organisasi yang luas, ia diyakini mampu memperkuat soliditas pemerintahan sekaligus menjadi penyeimbang berbagai kepentingan di dalam kabinet.

“Bagi saya, value seorang Jumhur setara dengan sepuluh menteri,” kata Syahganda, menggambarkan besarnya kontribusi yang dapat diberikan mantan Kepala BNP2TKI tersebut.

Lebih jauh, Syahganda menekankan bahwa Jumhur dikenal sebagai sosok independen yang tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan kelompok tertentu. Ia menyebut proses komunikasi terkait masuknya Jumhur ke kabinet sebenarnya telah berlangsung cukup lama, sejak 2024, dan kembali dimatangkan pada Maret 2026 sebelum pelantikan resmi dilakukan.

Masuknya Jumhur juga dinilai menjadi bagian dari upaya Prabowo untuk membangun kabinet yang semakin solid dan selaras dengan visi pemerintahannya. Syahganda melihat para menteri yang sebelumnya berasal dari era pemerintahan Joko Widodo kini mulai beradaptasi dengan arah kebijakan baru.

Dalam pandangannya, reshuffle ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan bagian dari strategi besar Prabowo untuk memperkuat efektivitas pemerintahan di tengah tantangan nasional maupun internasional yang semakin kompleks.

Dengan rekam jejak sebagai aktivis, pemimpin buruh, dan pejabat publik, Jumhur diharapkan mampu membawa energi baru dalam kabinet, khususnya dalam menghadapi berbagai isu strategis di bidang lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Editor: Agusto Sulistio