Oleh : Akbar Husein – “Gerakan Mantap Pilih Prabowo/GMPP”
Menyaksikan tanyangan dalam film dokumenter “Pesta Babi” produksi Watchdoc Documentary yang disutradarai oleh Dandy Laksono dan Cypri Dale dimana latar belakang dalam film tersebut adalah mengenai pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate dan Cetak Sawah di daerah Merauke, Papua.
Namun sungguh disayangkan alih-alih film tersebut menyajikan fakta yang obyektif di lapangan, akan tetapi isi pesan yang dibangun dalam film “Pesta Babi” ini mengandung proganda sesat dan narasi provokatif yang sarat dengan kontroversi, dimana didalamnya berisi framing-framing negatif dengan menggunakan narasumber (lokal) yang berat sebelah alias tidak berimbang.
Opini miring dan Narasi provokatif yang muncul dalam film “Pesta Babi” tersebut justru mendiskreditkan dan memojokkan posisi Pemerintah Republik Indonesia saat ini, bahkan film dokumenter ini disinyalir dan diduga memiliki agenda politis yang terselubung dalam rangka mendukung gerakan kemerdekaan Papua dengan memanfaatkan issu-issu lingkungan hidup dan hak-hak masyarakat adat Papua.
Padahal sejatinya kondisi realitas yang terjadi di daerah Merauke, Papua tidaklah seburuk yang digambarkan dalam film kontroversial tersebut.
Yang jelas bahwa film dokumenter “Pesta Babi” ini telah gagal dalam menangkap realitas yang sebenar-benarnya terjadi di lapangan, karena dibalik sudut pandang kamera yang selektif dalam menampilkan hal-hal “negatif” terdapat banyak pula dinamika pembangunan yang justru membawa angin segar bagi perekonomian dan pemenuhan hak-hak dasar warga masyarakat yang berada persis di ujung bagian timur Indonesia tersebut.
Karena pada kenyataannya bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate dan Cetak Sawah di Merauke yang digagas dan dirancang sejak lama oleh Presiden Prabowo Soebianto dengan dilandasi oleh semangat Patriotisme dan Sosialisme yang Revolusioner ini, tidaklah hanya untuk sekedar urusan ketahanan pangan nasional semata, akan tetapi Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang pangan ini mengusung dua agenda besar didalamnya yaitu : Pertama, menjaga kedaulatan pangan Indonesia, Kedua sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal khususnya di daerah Merauke, Papua.
Kehadiran investasi negara di wilayah ini terbukti mampu membuka keterisolasian daerah dan menciptakan multiplier effect (efek berganda) yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak di Papua.
Dan salah satu bukti nyata dampak positif tersebut dirasakan langsung oleh warga masyarakat di Kampung Wanam, Merauke, Papua.
Dan pastinya bahwa kehadiran PSN Food Estate dan Cetak Sawah ini mampu membuka peluang lapangan pekerjaan baru yang sangat massif bagi warga masyarakat setempat, dimana warga lokal yang sebelumnya kesulitan mendapatkan penghasilan tetap, kini mulai sangat terbantu secara ekonomi karena terlibat langsung dalam berbagai lini operasional proyek, mulai dari penyiapan lahan hingga sektor logistik pendukung.
Melalui keterlibatan aktif ini, tuduhan bahwa PSN Food Estate dan Cetak Sawah mengabaikan masyarakat lokal setempat dengan sendirinya terbantahkan. Pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Soebianto justru sangat memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal agar kue pembangunan dapat dinikmati langsung oleh masyarakat Papua.
Hingga pada akhirnya bahwa kesejahteraan kehidupan warga lokal yang mulai meningkat adalah jawaban paling nyata atas segala keragu-raguan dan kampanye negatif yang dialamatkan pada proyek ini.
Sekali lagi bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate dan Cetak Sawah di Merauke, Papua merupakan manifestasi dari komitmen negara dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Soebianto untuk menghadirkan keadilan sosial dan kemakmuran yang merata bagi segenap warga masyarakat khususnya di Tanah Papua yang sejalan dengan Pasal 33 UUD’45.
Sekian.