Pikiranmerdeka.com, MELAKA – Salah seorang birokrat pemerintahan Indonesia, sekaligus akademisi dan aktivis, Dr. Tasdiyanto, S.P., M.Si. dikukuhkan sebagai Professor of Practice in Environmental Economics Universiti Geomatika Malaysia dalam prosesi di Melaka, Malaysia pada Sabtu (3/10/2026).
Pengukuhan berlangsung di hadapan pimpinan universitas dan Majelis Syarahan Profesor Universiti Geomatika Malaysia.
Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian 7th ICOSTELM 2026, yang memadukan konferensi internasional, seminar serta diskusi lintas sektoral dengan kehadiran delegasi anggota ASEAN Academic Association (ASEANACA) dari 18 universitas Indonesia.
Presiden ASEANACA Prof. Dr. Tulus Suryanto menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pengukuhan tersebut.
“Kami bangga salah satu putra terbaik Indonesia dengan pengalaman panjang di pemerintahan di bidang lingkungan mendapat kepercayaan akademik ini, ungkapnya.
“Terima kasih kepada Universiti Geomatika Malaysia yang terus membuka ruang kolaborasi akademik Indonesia–Malaysia. Semoga pengalaman Dr. Tasdiyanto memberi kontribusi nyata bagi pendidikan dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Dr. Tulus Suryanto.
Sementara itu, Prof. Datuk Sr. Dr. Mazrin Rohizaq Che Rose, Vice Chancellor Universiti Geomatika Malaysia, menyambut pengukuhan tersebut sebagai bagian dari upaya universitas mempertemukan pengalaman praktis dengan dunia akademik.
“Professor of Practice diharapkan membawa pengalaman nyata dari dunia profesional dan pemerintahan ke lingkungan universitas serta memperkuat kolaborasi internasional, khususnya antara Malaysia dan Indonesia,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan turut dihadiri TYT Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam, Yang di-Pertua Negeri Melaka (Gubernur Melaka, Malaysia).
Tasdiyanto memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan. Ia pernah menjadi Sekjen Komnas HAM RI (2017–2021), Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2021 – 2025), Staf Ahli Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (2025 – 2026), merangkap sebagai Plt. Deputi Kantor Staf Presiden (2025). Ia juga tercatat sebagai pengajar di Birokrasi, atau Widyaiswara Ahli Utama.
Ia meraih doktor Ilmu Lingkungan UGM dengan predikat cum laude, pada tahun 2010.
Selain sebagai birokrat, Tasdiyanto kini tercatat sebagai Advisory Board Sekolah Pascasarjana UGM dan Pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia.
Sebagai aktivis, Ia tampak di berbagai asosiasi dan organisasi kampus. Di almamaternya UNPAD, tercatat sebagai Dewan Pakar Bidang Lingkungan Hidup, dan Wakil Ketua Dewan Pembina IKA UNPAD Pengda DKI. Di kampus UGM tercatat sebagai Ketua Komunitas Lingkungan KAGAMA.
Tasdiyanto kini juga ikut aktif di Bina Astacita Center (BA Center), dan Emil Salim Institute (ESI).
Gagasan besarnya tidak pernah habis untuk memperbaiki Indonesia. Beberapa tahun lalu, Ia ikut menggagas kepindahan Ibu Kota Negara dengan pertimbangan lingkungan hidup.
Menurutnya, perlu juga Pendidikan Tinggi khusus untuk mengawal pembangunan berkelanjutan. Kini, untuk menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dan perbaikan lingkungan, tengah mengembangkan Paradigma baru Green Economy dengan praktik nyata di lapangan.
Beberapa buku telah diterbitkan, diantaranya: Budaya Lingkungan, Akar Masalah dan Solusi Krisis Lingkungan; Menyongsong Peradaban Lingkungan 2045; dan Pandangan Prabowo dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam.
Tasdiyanto mengatakan, bahwa Pengukuhan ini merupakan amanah untuk ikut membangun generasi penerus melalui dunia pendidikan. Bangsa Indonesia memerlukan cara-cara baru untuk meraih pertumbuhan ekonomi 8 % dan menjadi negara maju yang berperadaban ramah lingkungan.
“Environmental economics harus mampu mempertemukan kepentingan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan,” pungkas Tasdiyanto, menutup.
Kontributor : Amhar