Pikiran merdeka.com TANGERANG 14 -18 Oktober 2026 — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, membawa potensi produk unggulan daerah, khususnya sektor perikanan dan hasil laut, dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, menjelaskan bahwa keikutsertaan Kabupaten Mimika dalam pameran perdagangan internasional tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan investor dan eksportir.
Produk unggulan yang menjadi perhatian antara lain hasil laut berupa ikan, udang, serta kepiting, termasuk kepiting bakau yang dikenal masyarakat setempat dengan sebutan karaka. Berbagai komoditas tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pengelolaan yang lebih baik, peningkatan nilai tambah, serta perluasan akses pemasaran ke pasar nasional maupun internasional.
Sabelina Fitriani berharap, melalui partisipasi dalam TEI ke-41, semakin banyak investor dan eksportir yang tertarik menanamkan modal serta menjalin kerja sama dengan pelaku usaha di Kabupaten Mimika, terutama untuk mengembangkan sektor perikanan dan pengolahan hasil laut.
Menurutnya, potensi sumber daya laut yang dimiliki Mimika perlu didukung oleh investasi, fasilitas pengolahan, jaringan distribusi, serta akses pasar ekspor agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat.
Kami berharap melalui Trade Expo Indonesia ini ada investor yang berminat menanamkan modalnya di Kabupaten Mimika, khususnya untuk mengembangkan sektor perikanan dan mengelola hasil laut seperti ikan, udang, dan kepiting,” demikian harapan yang disampaikan Sabelina Fitriani.
Pemkab Mimika Siapkan Kemudahan bagi Investor
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, pada prinsipnya memberikan kemudahan bagi investor yang berminat mengembangkan usaha dan menanamkan modal di daerah tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong tumbuhnya investasi, khususnya pada sektor yang memiliki potensi sumber daya lokal. Dengan adanya investor yang serius, pengembangan usaha perikanan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penjualan bahan mentah, tetapi juga dapat diarahkan pada pengolahan produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Sektor perikanan memiliki peluang pengembangan melalui berbagai kegiatan usaha, mulai dari penanganan hasil tangkapan, penyimpanan dengan fasilitas rantai dingin, pengolahan ikan dan udang, pengemasan produk, hingga distribusi dan pemasaran untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Sementara itu, komoditas kepiting, termasuk karaka, juga berpeluang dikembangkan melalui pengelolaan yang memperhatikan mutu, standar keamanan pangan, keberlanjutan sumber daya, serta persyaratan pasar tujuan.
Kehadiran investor diharapkan dapat membantu memperkuat sarana dan prasarana usaha perikanan di Kabupaten Mimika. Selain meningkatkan kemampuan produksi, investasi juga berpotensi membuka lapangan kerja, memperluas kesempatan berusaha bagi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak dalam rantai pasok hasil laut.
Dengan demikian, potensi sumber daya alam yang dimiliki Mimika dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, mulai dari nelayan, pelaku usaha pengolahan, tenaga kerja lokal, hingga perusahaan yang terlibat dalam kegiatan perdagangan.
Pernah Melakukan Ekspor Ikan, Mimika Berpeluang Memperluas Pasar
Sabelina Fitriani juga menyampaikan bahwa Kabupaten Mimika pernah melakukan ekspor ikan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal untuk kembali mendorong pengembangan perdagangan hasil perikanan, sekaligus memperluas peluang kerja sama dengan pelaku usaha yang memiliki jaringan pasar internasional.
Menurutnya, potensi perikanan Mimika perlu terus diperkenalkan kepada calon pembeli dan mitra bisnis agar semakin banyak pihak yang mengetahui peluang usaha di daerah tersebut.
Melalui TEI ke-41, pemerintah daerah berharap dapat mempertemukan potensi produk lokal dengan kebutuhan pasar, sekaligus membuka komunikasi bisnis dengan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan, pengolahan, dan ekspor hasil laut.
Kami berharap semakin banyak eksportir yang tertarik untuk mengembangkan dan mengelola hasil perikanan di Kabupaten Mimika, terutama ikan, udang, dan kepiting,” menjadi salah satu harapan pemerintah daerah dalam mengikuti pameran tersebut.
Peluang ekspor, bagaimanapun, memerlukan kesiapan yang menyeluruh. Selain ketersediaan komoditas, calon eksportir perlu memperhatikan konsistensi pasokan, kualitas produk, penanganan pascapanen, fasilitas penyimpanan, perizinan, serta standar yang ditetapkan negara tujuan.
Karena itu, kerja sama antara pemerintah daerah, nelayan, pelaku usaha, dan investor menjadi penting agar potensi hasil laut dapat dikelola secara terencana dan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang dituju.
Apabila pengembangan tersebut berjalan dengan baik, sektor perikanan diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kabupaten Mimika.
TEI ke-41 Menjadi Ajang Promosi Potensi Daerah
Trade Expo Indonesia merupakan ajang perdagangan yang mempertemukan pelaku usaha, produsen, pembeli, dan calon investor untuk menjajaki peluang perdagangan serta kerja sama bisnis.
Pada penyelenggaraan ke-41 tahun 2026, pameran tersebut berlangsung di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026. Keikutsertaan pemerintah daerah dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus membangun hubungan dengan calon mitra usaha.
Pembukaan TEI ke-41 dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia disebut ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk membuka pameran tersebut.
Bagi Kabupaten Mimika, partisipasi dalam pameran ini diharapkan tidak berhenti pada promosi produk, tetapi juga menghasilkan tindak lanjut berupa pertemuan bisnis, penjajakan investasi, dan kerja sama pemasaran yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah berharap para pelaku usaha yang hadir dapat melihat secara langsung peluang pengembangan komoditas perikanan Mimika, termasuk potensi pengolahan dan perdagangan ikan, udang, serta kepiting untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
Keberhasilan promosi tersebut nantinya perlu diikuti dengan langkah konkret, antara lain pemetaan potensi produksi, peningkatan kualitas hasil laut, penguatan kelembagaan usaha perikanan, serta penyediaan informasi investasi yang jelas bagi calon mitra.
Dengan dukungan investasi dan kerja sama yang tepat, Kabupaten Mimika diharapkan mampu memperluas pasar hasil laut, meningkatkan daya saing komoditas lokal, serta memperkuat kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah di Provinsi Papua Tengah.
Melalui TEI ke-41, Sabelina Fitriani berharap potensi hasil laut Kabupaten Mimika semakin dikenal oleh dunia usaha. Ia juga berharap semakin banyak investor dan eksportir yang bersedia menjalin kerja sama untuk mengembangkan sektor perikanan sehingga kekayaan sumber daya laut daerah dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.(jfr)