Gelombang panas ekstrem melanda sejumlah negara Eropa pada awal Juli 2025, memaksa pemerintah mengambil langkah darurat demi keselamatan publik. Fenomena cuaca ekstrem ini memicu lonjakan suhu hingga 40 derajat Celcius dan berdampak luas pada kehidupan sehari-hari, infrastruktur, dan kesehatan masyarakat.
Di Prancis, hampir 1.900 sekolah ditutup akibat suhu panas yang dinilai berbahaya bagi anak-anak. Italia memberlakukan larangan kerja luar ruangan di beberapa wilayah, setelah seorang pekerja konstruksi tewas akibat panas berlebih di Bologna. Otoritas juga mengeluarkan peringatan merah untuk 17 kota besar, termasuk Roma dan Milan.
Di Spanyol, penyelidikan tengah dilakukan atas kematian seorang penyapu jalan di Barcelona. Di kota Malaga, Palang Merah mendirikan pos perlindungan ber-AC untuk warga rentan. Sementara itu, Inggris mencatat bulan Juni terpanas sejak 1884, dan suhu di London mencapai 32 derajat Celcius.
Turki menghadapi kebakaran hutan hebat yang memaksa evakuasi ribuan warga. Sementara itu, pemadaman listrik terjadi di kota Florence dan Bergamo akibat lonjakan penggunaan pendingin udara. Layanan kereta api Paris–Milan terganggu karena tanah longsor di Alpen, dan area atas Menara Eiffel terpaksa ditutup demi alasan keselamatan.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Selasa 1/7/2025 menyebut gelombang panas ini sebagai anomali karena datang jauh lebih awal dari biasanya. Laut Mediterania mencatat suhu permukaan 30 derajat Celcius, enam derajat lebih tinggi dari rata-rata musiman, yang memperburuk panas di daratan sekitarnya.
Menurut laporan Layanan Perubahan Iklim Copernicus, Eropa kini memanas dua kali lebih cepat dibanding rata-rata global, menjadikannya kawasan paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Para ilmuwan menilai fenomena ini sebagai konsekuensi langsung dari krisis iklim yang diperparah oleh emisi gas rumah kaca dan deforestasi.
Ini gambaran objektif mengenai eskalasi krisis iklim yang kini tidak hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga darurat kemanusiaan yang nyata di hadapan kita.
(Hen/PM)