Pikiranmerdeka.com, Jakarta – 1 Juli 2026 sebagai Peringatan Hari Bhayangkara ke- 80 yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat” dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat transformasi kelembagaan Kepolisian Negara Republik Indonesia menuju institusi yang semakin profesional, akuntabel, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Koordinator Pusat BEMNUS, Mukhsin Mahu, menyampaikan bahwa tema yang diangkat pada Hari Bhayangkara tahun ini bukan sekadar slogan seremonial, melainkan mengandung konsekuensi normatif yang harus diwujudkan dalam praktik penyelenggaraan fungsi kepolisian di tengah dinamika sosial, politik, dan hukum yang terus berkembang.
Menurutnya, dalam negara hukum yang demokratis, kepolisian memiliki posisi yang sangat strategis sebagai instrumen negara yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Oleh karena itu, orientasi pelayanan publik harus senantiasa menjadi dasar dalam setiap pelaksanaan kewenangan kepolisian,” ujar Muksin Mahu kepada media, Senen (6/7/2026) di Jakarta.
Lebih lanjut kata Koorpus BEMNUS, Polri dituntut tidak hanya memiliki kapasitas dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu membangun legitimasi melalui pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, serta menghormati prinsip-prinsip hak asasi manusia.
“Kepercayaan publik tidak dibangun melalui kewenangan semata, melainkan melalui konsistensi tindakan yang mencerminkan keadilan, kepastian hukum, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perkembangan masyarakat yang semakin kritis menuntut setiap institusi negara, termasuk Polri, untuk terus melakukan pembaruan kelembagaan.
“Digitalisasi pelayanan, keterbukaan informasi publik, pengawasan internal yang efektif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam memperkuat profesionalisme kepolisian,” terangnya.
Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80, Menurut Koorpus BEMNUS, arus globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta derasnya pertukaran nilai melalui media digital telah membawa berbagai pengaruh yang perlu dicermati secara serius oleh kalangan mahasiswa.
“Kita sebagai Mahasiswa diperhadapkan pada persoalan global, terkadang menjadi alat poltik Nasional maupun kepentingan Internasional BEMNUS mengajak seluruh teman-teman mahasiswa untuk lebih berhati-hati dalam dunia media sosial banyak berita yang perlu klarifikasi kebenarannya, memperkuat narasi intelektual, tidak mudah terprovokasi media,” tambahnya.
“Namun Kita sebagai Mahasiswa tetap menjadi mitra kritis yang positif dalam membangun bangsa sehingga kampus tetap menjadi ruang yang melahirkan generasi berilmu, cinta tanah air dan berintegritas demi kemajuan bangsa yang tidak tergerus oleh kepentingan poliltik tertentu,” tambahnya lagi.
Dalam perspektif tersebut, hubungan antara Polri dan masyarakat hendaknya dibangun atas dasar kemitraan yang saling menghormati. Ruang dialog, pendekatan persuasif, serta penyelesaian persoalan sosial melalui mekanisme yang humanis menjadi elemen penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, diharapkan menjadi penguat komitmen bagi Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat integritas kelembagaan, menjaga independensi dalam penegakan hukum, serta profesioanal dalam menangani aksi unjuk rasa Mahasiswa.
“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin profesional, modern, berintegritas, dan senantiasa hadir sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, serta penegak hukum yang menjunjung tinggi keadilan demi terwujudnya Indonesia yang aman, demokratis, dan berkeadaban.”
Kontributor : Amhar Batu AttoZ